9 Bulan Jelajahi Benua Eropa, KRI Dewaruci Kembali ke Tanah Air

KRI Dewaruci.

Surabaya, 23 November 2010 -- Setelah 9 bulan lamanya mengarungi ganasnya Samudera dan menjelajahi Benua Eropa, hari ini Selasa (23/11), Kapal Perang Latih TNI AL KRI Dewaruci yang dikomandani Letkol Laut (P) Suharto dengan 88 ABK orang serta membawa 88 orang Kadet AAL Tingkat III Angkatan 57 tiba di Surabaya dengan selamat. Kedatangan para duta Bangsa ini disambut Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto beserta pejabat teras lainnya.

Kapal latih TNI AL ini berangkat dari Surabaya tanggal 12 Maret 2010. Pelayaran dengan menempuh jarak 24.676 mil laut (45.650 km) dan berlangsung selama 9 bulan PP itu menyinggahi 25 negara di Eropa. Untuk memberikan semangat kepada prajuritnya, Pangarmatim Laksda Bambang Suwarto dengan didampingi Kasarmatim Laksma TNI Arief Rudianto, Komandan Guspurlatim Laksma TNI Widodo dan Wakil Gubernur AAL Brigjen TNI (Mar) Gatot Subroto , para perwira, prajurit Koarmatim, serta para istri dan sanak keluarga ikut menyambut kedatangan kapal latih TNI AL jenis Tall Ship (kapal layar tiang tinggi) tersebut di Dermaga Koarmatim Ujung, Surabaya.

Kembalinya KRI Dewaruci menjelajahi benua Eropa bersama 88 Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III angkatan 57 ini selain memberikan pengetahuan dan wawasan bagi Kadet AAL mengenai pelayaran astronomi dalam Operasi Kartika Jala Krida, mempererat hubungan antar Angkatan Laut negara-negara yang dikunjungi, juga mengemban misi sebagai duta bangsa untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia. Tidak heran selain sebagai seorang militer, para prajurit matra laut ini juga telah berlatih keras berbagai macam dan ragam tarian nasional berikut membawa pakaian dan aksesorisnya. Mereka telah menyiapkan tarian Rampak Gendang asal Jawa Barat, Tarian Saman dari Aceh, Tarian Kecak asal Bali, Tarian Badinding asal Sumatera, Reog asal Ponoroga, Musik Band sampai beladiri Merpati Putih. Lagu-lagu negara yang telah dikunjungi tak luput telah mereka hapal pula. Untuk mempromosikan pariwisata tanah air, KRI Dewaruci pun membawa beberapa brosur objek wisata yang disebarkan di negara-negara yang dikunjunginya.

Dalam pelayarannya keliling Eropa tersebut route yang dilewati yaitu: Surabaya-Jakarta-Sabang-Cochin (India)-Salalah (Oman)-Jeddah (Arab Saudi)-Portsaid (Mesir)-Volos (Yunani)-Varna (Bulgaria)-Istambul (Turki)-Lavrion (Yunani)-Tunisia-Algiers (Aljazair)-Malaga (Spanyol)-Cherbourg (Perancis)-Antwerp (Belgia)-Aalborg (Denmark)-Kristiansand (Norwegia)-Hartlepool (Inggris)-Brest (Perancis)-Amsterdam (Belanda)-Brernerhaven (Jerman)-Cadiz (Spanyol)-Cagliari (Italia)-Alexandria (Mesir)-Jeddah (Arab Saudi)-Aden (Yaman)-Mumbay (India)-Colombo (Sri Langka)-Belawan-Jakarta- dan kembali ke Koarmatim, Surabaya. Total hampir 9 bulan mereka meninggalkan keluarga.

Suasana haru dan gembira meliputi awak kapal yang akhirnya dapat berjumpa kembali dengan keluarga tercinta.

Beberapa penghargaan yang telah diperoleh dalam lomba layar bergengsi tingkat internasional selama muhibah keliling Eropa di antaranya:

1. The Vessel which has travelled the Furthest Distance for The Historical Sea Tall Ships Regatta 2010 (Race 1)

2. The Best Ship in Crew Parade di Volos, Yunani

3. The Best Cooker in the 1st Leg (Race 1)

4. The Best Ship in Crew Parade di Lavrion, Yunani

5. The Winner Badminton Competition, Lavrion, Yunani

6. The Winnner - Volley Ball Competition, Lavrion, Yunani

7. The Winner - Basket Ball Competition, Antwerp, Belgia

8. The Most Spectacular Ship Arrival in Port Antwerp, Belgia

9. The Vessel furthest from home port for The Tall Ships Races 2010 (Race 2)

10. The Winner - Beach Volley Ball, Kristiansand, Norwegia

11. The Winner - Table Tennis Competition, Kristiansand, Norwegia

12. The Winner - Soda Case Piling, Kristiansand, Norwegia

13. The Most Spectacular Arrival into Port, Kristiansand, Norwegia.

Dari segi usia meski telah renta, KRI Dewaruci bersama 88 ABK nya masih dapat mengemban tugas negara dengan baik. Kapal terawat baik dan nampak gagah. KRI Dewaruci dibuat pada tahun 1952 oleh H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman Barat. Pertama diluncurkan pada tanggal 24 Januari 1953, dan pada bulan Juli nya dilayarkan ke Indonesia oleh Taruna/Kadet AAL. Setelah itu KRI Dewaruci yang berpangkalan di Koarmatim, Surabaya, ditugaskan sebagai kapal latih calon perwira TNI AL yang melayari kepulauan Indonesia dan juga ke luar negeri.

Panjang total 58,30m, lebar lambung 9,50m, draft 4,50m dan bobot mati 847 ton. Kapal ini juga telah dilengkapi sistem navigasi yang canggih dan terkomputerisasi. Kapal type Barquentin ini memiliki 3 tiang utama dengan 16 layar dengan luas layar total 1091 m2. Selain menggunakan layar, KRI Dewaruci juga menggunakan mesin 986 PK diesel sebagai alat gerak dengan satu propeler berdaun 4. Kecepatan penuh 10,5 knot dengan mesin, dan 9 knot dengan layar. Tahun terakhir melanglang buana ke Eropa adalah 2005. Tahun 2007 berlayar ke benua Amerika, dan tahun 2008 mengunjungi negara-negara Asia Tenggara, sementara tahun 2009 mengelilingi Indonesia, lalu kali ini kembali menaklukkan gelombang laut yang ganas menuju Benua Eropa.

Selamat datang kembali KRI Dewaruci! Keberhasilanmu telah membawa harum nama bangsa.

Kepala Dinas Penerangan Koarmatim
Letkol Laut Yayan Sugiana

---

Sumber:
Dispen Koarmatim
Foto:
KOMPAS