"Tuan-tuan Hakim, siapakah orang Indonesia yang tidak mengeluh hatinya, kalau mendengarkan cerita tentang keindahan itu, siapakah yang tidak menyesalkan hilangnya kebesaran-kebesarannya! Siapakah orang Indonesia yang tidak hidup semangat nasionalnya kalau mendengarkan riwayat tentang kebesaran kerajaan Melayu dan Sriwijaya, tentang kebesaran Mataram yang pertama, kebesaran zaman Sindok dan Erlangga dan Kediri dan Singasari dan Majapahit dan Pajajaran, kebesaran pula dari Bintara, Banten dan Mataram kedua di bawah Sultan Agung! Siapakah orang Indonesia yang tidak mengeluh hatinya kalau ia ingat akan benderanya yang dulu ditemukan dan dihormati orang sampai di Madagaskar di Persia dan di Tiongkok. Tetapi sebaliknya, siapakah yang tidak hidup harapannya dan kepercayaannya, bahwa rakyat yang demikian kebesarannya hari dulu itu pasti cukup kekuatan untuk mendatangkan hari kemudian yang indah pula, pasti masih juga mempunyai kebisaan-kebisaan menaik lagi di atas tingkat kebesaran di kelak kemudian hari. Siapakah yang tidak seolah-olah mendapat nyawa baru dan tenaga baru kalau ia membaca riwayat zaman dulu itu! Begitulah pula rakyat, dengan mengetahui kebesaran hari dulu itu, lantas hiduplah rasa nasionalnya, lantas menyala lagilah api harapan di dalam hatinya, dan lantas mendapat lagilah rakyat itu nyawa baru dan tenaga baru oleh karenanya."
(Ir.Soekarno, dalam pidato pembelaannya di depan Pengadilan Kolonial Hindia Belanda, 1930)

Senjata Makan Tuan
Mudah2an jangan sampai terjadi 'Senjata Makan Tuan', Cassa NC-212 ALRI head to head versus CN-235 TUDM..
Buat pangkalan mini di karang unangan
Buat saja pangkalan mini di karang unangan, untuk bersandar semantara KRI, atau ground site untuk SSM/SAM, jadi sambil bersandar, juga dapat merawat tower batas RI
Ambalat
Jagain ama S 60 5 buah dijajarkan kalau kena njeblug juga itu CN 235, tapi prosedurnya kan gak harus tembak duluan nati jadi rame...usir dulu baru kirim surat cinta...Baidowi katanya di Kalimantan ada S 300 atau BUK/TOR 5 batterei benar apa gak sih?
apa yang telah terjadi
apa yang telah terjadi diatas merupakan gambaran yg nyata dan tlah berulang kali malaysia melakukan aksi provokasi, yg menyedihkan si malaysia menggunakan pesawat produksi negara kita, itu merupakan penghinaan yang sangat sangat melecehkan kita,tidak menutup kemungkinan dia juga akan melakukan provokasi di daratan perbatasan dengan menggunakan panser buatan pindad yg dia beli dari kita. oleh sebab itu saatnya kita semua dari semua lapisan masyarakat Indonsia, "buka mata" kita, "satukan langkah" dan "perkuat jiwa nasionalisme", jangan sampai org kita di rekrut jd tentera pengawal perbatasan malaysia, hanya dengan iming2 gaji yg lebih. kalo itu terjadi, dan sampe terjadi konflik terbuka, berarti sama saja kita berperang dgn warga negara kita sendiri, n alat tempur kita sendiri juga. ingat NKRI HARGA MATI.
PERTAHANAN UDARA YANG KUAT
Sebaiknya kita mulai meninggalkan pertahanan udara jarak pendek/dengan pesawat karena kita akan terus di ledek dengan negara tetangga yang suka seenaknya sendiri keluar masuk negara kita tanpa ijin alangkah lebih baiknya jika Indonesia bisa membeli rudal jarak menengah/jarak jauh sekelas S300/S400 dari Rusia yang mempunyai kemampuan mencegat rudal balistik,dan menyergap pesawat asing musuh dan di tempatkan di wilayah2 perbatasan atau Rudal Patriot dari Amerika yang punya fungsi yang sama lebih bagus lagi jika ada transfer teknologi pembuatanya yang diharapkan suatu saat kita bisa membuat sendiri rudal tersebut.Jika kita mempunyai salah satu dari rudal itu negara tetangga yang suka usil mungkin akan berfikir 2kali atau lebih untuk memasuki wilayah Indonesia dengan seenaknya.