"Hendaknya perjuangan kita harus kita dasarkan pada kesucian. Dengan demikian, perjuangan lalu merupakan perjuangan antara jahat melawan suci. Kami percaya bahwa perjuangan yang suci itu senantiasa mendapat pertolongan dari Tuhan.
Apabila perjuangan kita sudah berdasarkan atas kesucian, maka perjuangan ini pun akan berwujud perjuangan antara kekuatan lahir melawan kekuatan bathin. Dan kita percaya kekuatan bathin inilah yang akan menang. Sebab, jikalau perjuangan kita tidak suci, perjuangan ini hanya akan berupa perjuangan jahat melawan tidak suci, dan perjuangan lahir melawan lahir juga, tentu akhirnya si kuat yang akan menang.
Telah diakui oleh beberapa pemimpin perjuangan di berbagai tempat, bahwa kemunduran dan kekalahan yang diderita oleh barisan yang berjuang itu adalah manakala anggota-anggota barisan tadi mulai tidak suci lagi dalam perjuangannya dan rusuh dalam tingkah laku dan perbuatannya."
(Pidato Pertama Panglima Besar Jenderal Soedirman setelah pelantikannya sebagai Panglima Besar TKR, 25 Mei 1946)


payung udara
dalam peperangan modern unsur kekuatan udara mutlak diperlukan, konflik2 masa depan lebih banyak bersifat provokatif daripada perang terbuka, contoh kasus ambalat.
dengan pesawat tempur, semua titik di Indonesia dapat dicapai dalam waktu singkat, baik di laut maupun di darat.
menurut saya, kekuatan udara Indonesia sangatlah kurang karena baru punya 5 sd 6 skadron tempur untuk wilayah seluas eropa
desain besar pembangunan kekuatan udara tidak hanya dengan pembelian pesawat baru tetapi diusahakan ada transfer teknologi dalam pembelian pesawat tersebut.
menurut saya lebih baik Indonesia membeli lebih banyak pesawat sukhoi su 30 yang multi role menggantikan jenis-jenis pesawat buatan barat agar dapat lisensi dari rusia untuk merakit syukur2 membuat sendiri di Indonesia.
sebuah skadron dengan pesawat2 yang terawat baik biasanya dapat dipakai lebih dari 20 tahun untuk menjaga wilayah udara
berdayakan industri strategis yang sudah dimiliki untuk membangun kekuatan udara Indonesia