Foto-Foto Terbaru dari Karang Unarang - Ambalat

Menara Suar NKRI di Karang Unarang - Ambalat

TANDEF mendapatkan kehormatan berupa kiriman foto-foto terbaru Menara Suar kita yang berdiri tegak di Karang Unarang, Perairan Ambalat.

Dengan keberadaan Menara Suar inilah, kita menyatakan kedaulatan penuh kita terhadap Perairan Ambalat yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada puncak Menara Suar ini, berkibar dengan gagahnya sang Dwi Warna diterpa angin laut Ambalat yang kencang.

Selain tertulis "INDONESIA" pada badan Menara Suar ini, pada salah satu sisinya juga tertulis "Pertahankan Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia".

Karakter Menara Suar ini adalah C517m9m, artinya cerlang 5 detik 17 meter, bisa dilihat pada jarak 9 mil.


mana elevation of tide? karang yang lain???

Hebat sekali. Terima kasih banyak atas Tandef atas photo ini. Membantu sekali kepercayaan diri kami akan usaha yang telah dilaksanakan Pemerintah di Unarang dan Nipah. Bapak bapak Angkatan Laut yang terhormat: Kibarkan terus bendera kewajiban. Jalesveva Jaya Mahe..
Tanya: Apa masih ada kemungkinan untuk bangun hal seperti ini di Elevation of tide yang lain..Mumpung belum ada konflik kan bisa di inventarisir karang karang yang lain sehingga azas titik terluar ini benar benar dapat dimaksimalkan untuk negare kiteee..
Bravo ya.

Jangan takut ..!

Bapak2 Garis Depan TNI AL yang ada di sana...yg berjaga 24x7x365...

Jangan takut kekurangan SDM,..300 juta siap menggantikan anda , kalau Ibu Pertiwi memanggil !!!

POLITIKUS BUSUK di Senayan, pun bisa kami singkirkan SEKEJAP, apabila negara dalam DARURAT PERANG !!!

ANDA2 DI AMBALAT AKAN MENDAPATKAN SEMUA DUKUNGAN YG ANDA MINTA DARI RAKYAT, DARI BANGSA INI !

efektifitas

selain keberadaan bukti fisik yang berupa suar ini, keberadaan masyarakat(nelayan Indonesia) yang melakukan kegiatan di sekitar perairan ini juga bisa menjadi bukti yang tak terbantahkan menganai kepemilikan dari perairan ini.
saran saya, kirim sebanyak-banyaknya nelayan untuk mengambil ikan disana, dengan di back up oleh kapal2/petugas dari TNI, sehingga tidak di rusuhi tentara malaysia.

I love Indonesia

cayo......Indonesia.....aku dukung sepenuhnya...semua TNI AL yang sedang berjuang mempertahankan Tanah Air ku di Ambalat. kami disini gemas sekali dan sudah meledak...ledak...info terus....berita terbaru.

belajar pada kejayaan masa lalu

Buat TNI jangan pernah mundur walaupun cuma sejangkal untuk membela NKRI. Kita memang ketinggalan dalam alutsista tetapi itu bukan berarti kita akan kalah jika bertempur. Ingat ketika sekutu menjadi pemenang PD II, selama masa perang melawan tentara Jerman mereka belum pernah kehilangan Jenderal, tapi kita tentu masih ingat bagaimana rakyat bersama tentara dengan peralatan seadanya mampu melakukan hal yang mustahil. Jenderal Mallaby menemui ajalnya di Surabaya, pasukan Inggris/Gurkha dibuat kalang kabut.

Saya yakin bapak-bapak TNI di lapangan memiliki semangat berjuang yang tinggi. Maju terus..... pantang mundur

KAPAN DIBANGUN MENARA DI PULAU PASIR?

Pulau Pasir yang berada di sebelah selatan pulau Rote adalah gosong pasir milik Indonesia. Banyak nelayan kita yang mencari ikan di perairan di kawasan itu, namun sering diusir oleh kapal-kapal patroli AL Australia. Kapan di pulau Pasir itu juga didirikan menara seperti di Karang Unarang, atau kalau bisa sih dibangun seperti di pulau Nipah sehingga bisa ditunggui oleh sepasukan Marinir utk pengamanannya. Suatu impian.

KAPAN DIBANGUN MENARA DI PULAU PASIR?

Suatu impian bagi para nelayan di NTT, agar di pulau Pasir yang terletak di selatan pulau Rote juga dibangunkan satu menara seperti di Unarang. Dengan demikian akan ada referensi bagi para nelayan itu dalam upaya menolak pengusiran oleh kapal-kapal patroli Australia sewaktu mereka memancing dirumah sendiri.
Suatu impian, yang semoga segera terwujudkan.

Goood Job!

Goood Job!

Cerita tentang asal usul hak

Teringat sekitar tahun 2003/4 dalam sbuah aktifitas perkuliahan mata kuliah filsafat politik di fakultas filsafat UGM,terjadi perdebatan cukup hangat tentang libertarianisme,utilitarianisme dsb. Singkat cerita kasus lepasnya sipadan ligitan sempat dibahas ringan sebagai contoh pandangan dari berbagai aliran paham politik diatas. contoh yang menarik dalam menanggapi kasus sipadan ligitan diuraikan sangat menarik oleh dosen saya dengan analogi dua orang yang dibekali kemampuan dan peralatan yang sama,yang membedakn hanya sikap pribadi (karakter saja). begini ceritanya :

Dua orang ini diberikan tanah yang sama ukurannya baik panjang dan lebar tetapi berbeda kesuburan. si A mendapat tanah yang subur, si B mendapatkan tanah yang kurang subur. meskipun demikian mereka berhasil menggarap tanah dengan baik dan hidup makmur, meski si B berjuang sangat keras untuk itu. suatu hari sewaktu berjalan bersama, si A menemukan sebuah benda yang terlihat tak menarik (anggap saja kayu atau jenis batuan). karena tak menarik, si-A mengacuhkannya setelah benda itu dipegang.berbeda dengan si A,si B malah tertarik dengan benda itu. dalam fikiran si B "apa ya yang dapat aku kerjakan dengan benda ini?". karena si A tidak mempermasalahkan benda itu tetap disitu atau dibawa orang, si B membawa pulang benda itu.sehari, dua hari, sampai dua minggu kemudian bertemu kembalilah antara si A dan si B. alangkah kagetnya si A melihat benda yang pernah ditemukannya menjadi sangat bagus dan bernilai tinggi, kemudian dengan serta merta si A meng-aku- bahwa benda yang ada pada si B adalah miliknya, hal ini didasari bahwa dialah yang menemukan dan itu artinya dia mempunyai hak akan benda itu. si B tetap berkukuh bahwa benda x itu adalah miliknya, argumentasinya si A tidak melakukan apapun terhadap benda itu, dan B adalah orang yang telah merubah benda itu dari benda biasa menjadi luar biasa dan menjadi sangat berguna bagi dirinya. berbicara keadilan, siapakah yang lebih berhak si A yang menemukan benda x ataukah si B yang merubah arti, fungsi dan nilai benda x. menurut pendiri tandef dan pembaca sekalian, siapakah yang berhak?kl menurut saya B adalah orang yang berhak.

mungkin analogi diatas, dipakai oleh hakim2 mahkamah international dalam melihat kasus sipadan dan ligitan. jika kita benar memperhatikan rakyat dan wilayah kita hingga keujung2nya yang tersulit untuk apa takut mahkamah international dan pencaplokan wilayah. jika kita takut berarti pemerintah abai, terhadap rakyat dan wilayahnya. jadi, untuk apa kita membikin pemerintahan macam itu? hak dan kepemilikan bukan sekedar hadir begitu saja (Gived). tetapi, terdapat juga tanggung jawab kalau boleh saya menyebutnya sebagai kewajiban. dan menurut saya inilah yang ditekankan oleh dunia international dan harus kita cermati bersama.

pembangunan menara suar adalah bukti fisik bahwa pemerintah tidak abai, sekaligus menandakan terdapat aktifitas untuk "memberdayakan" seperti dalam analogi diatas tentunya selain peneguhan existensi saja. masalah eksistensi NKRI berupa bangunan fisik di perbatasan bukan kuncinya, melainkan "pemberdayaan" itulah kuncinya.eksistensi secara fisik bisa berbuah co-exist. contoh : bangunan tapal batas NKRI di kalimantan yang baru berdiri, dapat bergeser jauh. bahkan tapal batas yang baru diperbaiki letak dan bentuk masih dpt berubah,untung sudah ditetapkan lintang dsb dalam perjanjian, sehingga tidak berujung bentrok senjata.

SALAM MERDEKA,REVOLUSI BELUM SELESAI, SELAMAT HARI KEMERDEKAAN KE 64, 17 AGUSTUS 2009.MAJULAH BANGSAKU!JAYALAH NEGERIKU! ACI!

Bravo TNI

Jangan pernah gentar melawan musuh, rakyat Indonesia mendukung kalian semua...