PUSPEN TNI (29/6),- Hal positif yang didapat dari latihan gabungan Garuda Shield-09 adalah terjalinnya hubungan yang harmonis antara negara-negara yang terlibat sebagai Troop Contribtor Countries. Demikian ditegaskan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI- Laksamana Madya TNI Y. Didik Heru Purnomo pada saat menutup latihan Garuda Shield-09 di Pusdikif Cipatat, Bandung, Senin (29/6).
Lebih lanjut ditegaskan oleh Kasum TNI, hal positif yang diperoleh dalam latihan bersama hendaknya terus dikembangkan dan dimanfaatkan bukan saja untuk memantapkan profesionalisme prajurit, tetapi juga untuk meningkatkan semangat kebersamaan yang pada gilirannya nanti akan dicapai soliditas di antara negara peserta dalam kerangka penyelenggaraan operasi perdamaian dunia.
Latihan bersama yang telah dilaksanakan beberapa saat yang lalu menurut Kasum TNI adalah latihan dengan menggunakan metode Gladi Posko dan Gladi Lapangan. Gladi Posko dilaksanakan pada tanggal 11 s.d. 22 Juni 2009, yang diikuti oleh peserta dari Australia, Bangladesh, Kamboja, Perancis, Jerman, Indonesia, Jepang, Malaysia, Mongolia, Nepal, Selandia Baru, Filipina, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Tonga, AS dan Vietnam.
Sedangkan Gladi Lapangan dilaksanakan pada tanggal 17 s.d. 28 Juni 2009, yang diikuti oleh peserta dari Bangladesh, Kamboja, Indonesia, Mongolia, Nepal, Filipina, Thailand, Tonga dan AS. Sementara itu, Vietnam mengirimkan peninjau untuk kegiatan ini.
Latihan dengan menggunakan metode Gladi Posko dan Gladi Lapangan seperti ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis operasional dan mekanisme hubungan Komandan dan Staf dalam hubungan operasi bersama, khususnya dalam penyelenggaraan peace keeping dan peace support operation.
"Latihan ini sangat berkaitan dengan tugas yang akan dilaksanakan di kemudian hari, khususnya dalam operasi bersama, dalam rangka menjaga dan memelihara perdamaian dunia melalui bendera PBB", kata Kasum TNI. Untuk itu, perlu diketahui bahwa dalam suatu operasi perdamaian, kemampuan dan profesionalisme pasukan akan ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan bereaksi dari satuan terhadap dinamika operasi sesuai dengan rules of engagement yang telah ditetapkan oleh PBB dan kerjasama antar pasukan.
Dengan selesainya latihan ini, Kasum TNI berharap agar para peserta latihan akan memiliki wawasan dan pandangan serta pemahaman yang sama terhadap prosedur dan mekanisme pengambilan keputusan oleh para Komandan beserta Staf dalam merencanakan operasi, serta prosedur teknis penanganan di lapangan bagi para anggota yang bertugas, sehingga memiliki standar prosedur tetap dan kualifikasi yang ditetapkan oleh PBB.
Dalam rangkaian latihan bersama Garuda Shield-09, yang diikuti oleh 1.415 personel dari 20 negara ini, juga dilaksanakan kegiatan bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh personel TNI dan USARPAC terhadap masyarakat lokal, yaitu dalam bentuk pembangunan sarana umum Pos Yandu di Kampung Stasiun dan Ciparang, serta pembangunan MCK di Kampung Sekip, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Upacara penutupan Latihan Bersama Garuda Shield-09 dihadiri oleh Komandan Jenderal AD USPACOM – Letnan Jenderal Benjamin Mixon, Asops Panglima TNI – Mayor Jenderal TNI Supiadin AS, dan bertindak sebagai Komandan Upacara Kolonel Laut (E) Avando Bastari.
---
Sumber:
http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006123363
Foto:
www.tni.mil.id
GPOI...skenario Amerika di sana!!!
Untuk saudara setanah air.
GPOI adalah inisiatif armada ketujuh. LAtihan ini identik dengaan Balikatan...Cobra Gold..dan latihan latihan lain yang di inisiasi oleh armada 7. Dalam konteks capacity building kita boleh saja bergabung tapi sampai sekarang apakah ada yang memiliki prediksi apa maunya armada 7 di balik ini..Tidak ada makan siang yang gratis apalagi dari mereka..Saya menganjurkan para pengambil keputusan TNI dengan staf stafnya yang brilian agar menganalisa dengan pra anggapan yang terburuk "tidak ada makan siang gratis"..agar juga hati hati bila menanda tangani kesepakatan kesepakatan dengan orang barat...kesepakatan pertukaran logistik atau kesepakatan untuk mencegat kapal korut di perairan selat malaka dengan PSI nya...skenario PSI ini sudah lama sekali berada di kepala mereka..hingga kejadian rencana pencegatan kapal korut..walaupun tidak jadi..