Insect Cyborg

noorpramadi's picture

Oleh: Kolonel Lek Noor Pramadi, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF

Militer dan dunia intelijen  tak diragukan lagi cintanya akan hal-hal yang kecil, sebagai contoh adalah live kamera dipasang pada Predator drone yang dapat terbang ke tempat-tempat yang ekstrim dengan tidak terdeteksi dan tidak ada manusia serta bisa pergi untuk memonitor pergerakan/kegiatan musuh.

Selama ini para ilmuwan melakukan penelitian untuk mewujudkan mikro robot, kendala utama yang dihadapi oleh para ilmuwan adalah permasalahan daya/energi. Pengembangan robot tersebut telah membuktikan dan menjawab tantangan sejauh ini, yaitu satu hambatan utama adalah menciptakan sumber energi untuk suatu peralatan dengan berat badan yang ringan dan daya yang tinggi. Namun, bukti bahwa mesin tersebut mungkin diwujudkan dari alam dalam bentuk serangga (Insects Cyborg), yang dapat mengubah energi hayati ke dalam penerbangan.

Cyborg adalah organisme sibernetik (yaitu organisme dengan sistem pengembang-biakan buatan dan alam). Insects Cyborg atau sering juga disebut Cybug Spies adalah serangga yang dijadikan Cyborg, serangga ini di-implant (disusupi) dengan Micro-Mechanical System (MEMS), pemasangan atau lebih tepatnya penyusupan MEMS ini dilakukan pada saat serangga sedang mengalami metamorfosis. Tentunya, metamorfosis serangga ini haruslah masih pada tahap awal, saat serangga sudah selesai metamorfosis dan sudah tumbuh lebih lanjut, maka MEMS tadi akan menyatu pada tubuh serangga dan setelah mampu terbang Insects Cyborg ini dapat dikendalikan dengan remote control.  Insects Cyborg lahir dari proyek DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), sebuah badan penelitian dan pengembangan yang dibiayai oleh Pentagon. Hasil penelitian ini cukup spektakuler, karena mampu mengambil energi dari tubuh serangga untuk menggerakkan MEMS. DARPA dalam melakukan riset menghabiskan anggaran 12 juta US$  dimulai sejak tahun 2006.

Pertanyaan dari berbagai pihak telah muncul, untuk apa Insects Cyborg ini dibuat ? alasan mereka hanya untuk menjaga keamanan dan, menjadi mata-mata atau alat pemantau situasi. Setelah itu penemuan ini akan mengarah kemana lagi, hal ini yang perlu dianalisis lebih lanjut secara mendalam. Mungkinkah Hybrid Insect Micro-Mechanical System (HI-MEMS) ini digunakan sebagai sarana meletakan repeater (audio maupun video) disuatu tempat yang sulit/tidak terjangkau oleh agen manusia atau peralatan SIGINT (Signals Intelligence) dan IMINT (Imagery Intelligence) serta MASINT (Measurement and Signature Intelligence).   Mungkinkah digunakan untuk melakukan sabotase ?.  Mungkinkah digunakan untuk meletakkan biological weapon atau chemical weapon disuatu tempat yang tidak terjangkau oleh agen manusia ? Mungkinkah suatu saat MEMS yang telah berhasil ditanam (di-implant) di tubuh hewan (serangga dan hewan-hewan lain) dapat pula ditanam (di-implant) di tubuh manusia ? Semua pertanyaan tersebut memungkinkan untuk terjawab dimasa mendatang.

        

Gambar diatas menunjukkan suatu proses implant dilakukan pada saat serangga masih dalam phase menjadi pupa. Setelah serangga menjadi dewasa dapat di-remote atau dikendalikan  dari jarak jauh untuk terbang, belok kiri-kanan dan perintah-perintah lain.

   
Pada 10 Desember 2009 di International Electron Devices Meeting (IEDM), di Baltimore, Md, Universitas Cornell menyajikan penelitian yang menunjukkan kemajuan dalam powering organisme sibernetik dengan sumber bahan bakar radioaktif. Profesor Amit Lal Dekan Teknik Elektro dan mahasiswa pasca sarjana Steven Tin menyajikan prototipe sistem micro-electromechanical (MEMS) dengan perangkat pemancar RF/radio frekuensi yang didukung oleh sumber daya dari radioaktif/radioisotope dengan waktu paruh 12 tahun, artinya bisa beroperasi secara mandiri selama beberapa dekade. Dengan penemuan tersebut para peneliti berpikir untuk mewujudkan pemancar RFID (Radio-frequency identification) baru  yang menghasilkan 5 milliwatt dengan lebar 10 microsecond dan pulsa frekuensi radio 100 megahertz, maka radioisotope akan mampu digunakan untuk sumber daya secara luas. Penemuan daya dari radioisotope memberikan dorongan kemajuan dalam dunia robot mikro.

Penemuan daya dari radioisotop yang digunakan sebagai sumber daya pada MEMS di Insects Cyborg, dapat memperluas penggunaannya dalam  berbagai keperluan dalam operasi militer dan intelijen, mengingat memiliki paruh waktu hingga 12 tahun.  

  

Gambar diatas memperlihatkan proses pentahapan secara rinci implantation MEMS terhadap serangga.

Mekanikal metamorphosis. Para ahli telah mencoba membuat robot canggih dengan meniru kompleksitas dalam bentuk serangga yang diperlukan jutaan tahun evolusi untuk mencapainya.  Ilmuwan sekarang pada dasarnya ingin membajak bug/serangga untuk digunakan sebagai robot. Awalnya para peneliti mencoba untuk mengontrol serangga dengan menempelkan mesin ke punggung mereka, tetapi link tersebut tidak selalu dapat diandalkan. Untuk mengatasi rintangan ini, program Hybrid Insect Micro-Electro-Mechanical Systems (HI-MEMS) mensponsori penelitian pembedahan menanamkan microchip langsung ke serangga saat mereka tumbuh, terjalinnya saraf dan otot dengan sirkuit yang kemudian dapat mengarahkan serangga tersebut. Semahal berapapun untuk memproduksi perangkat ini dan menanamkan dalam bug/serangga, mereka masih bisa membuktikan jauh lebih murah daripada membangun robot mini dari awal. Insects cyborg ini setelah sembuh dari operasi metamorphosis, melalui perkembangan tahap satu ke tahap berikutnya, dari ulat sampai ke kupu-kupu akan menghasilkan koneksi yang lebih handal antara perangkat dengan serangga.   Fakta bahwa serangga yang tak bergerak selama beberapa tahap misalnya, ketika mereka metamorfosing masih dalam bentuk kepompong dapat dimanipulasi jauh lebih mudah daripada jika mereka aktif bergerak-gerak, yang berarti bahwa perangkat dapat ditanamkan dan, kondisi ini akan  menurunkan biaya secara signifikan.

Micro-Electro-Mechanical Systems (MEMS) merupakan integrasi dari elemen mekanik, sensor, aktuator, dan elektronik pada substrat silikon umum melalui teknologi microfabrication. Sementara elektronik dibuat menggunakan proses urutan seperti sirkuit terintegrasi atau IC (misalnya CMOS, bipolar, atau BiCMOS), komponen micromechanical yang dibuat dengan kompatibel "micromachining" proses yang selektif dan jauh dari bagian wafer silikon atau menambahkan lapisan struktural baru untuk membentuk perangkat mekanik dan elektromekanik.  MEMS merevolusi hampir setiap kategori produk dengan menyatukan mikroelektronika berbasis silikon dengan teknologi micromachining dan, memungkinkan untuk merealisasikan secara lengkap sistem-on-a-chip. MEMS merupakan teknologi yang memungkinkan untuk pengembangan produk cerdas, meningkatkan kemampuan komputasi mikroelektronik dengan persepsi, kemampuan kontrol mikro, microactuators dan dapat memperluas ruang desain untuk aplikasi.

Sirkuit mikroelektronika terpadu dapat dianggap sebagai "otak" dari sebuah system, dengan menambah kemampuan MEMS untuk pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan tambahan masukan dari  "mata" dan "senjata", untuk memungkinkan Microsystems merasakan dan melakukan kontrol terhadap lingkungan.   Sensor mengumpulkan informasi dari lingkungan melalui pengukur mekanis, termal, biologis, fenomena kimia, optik, dan magnetik. Proses pengumpulan informasi elektronik yang diperoleh dari sensor dan melalui beberapa kemampuan untuk membuat keputusan langsung kepada actuator, selanjutnya menanggapi dengan gerak, posisi, mengatur, memompa, dan penyaringan, sehingga pengendalian lingkungan untuk beberapa hal sesuai dengan hasil yang diinginkan atau tujuan. Karena perangkat MEMS yang diproduksi menggunakan sejumlah teknik fabrikasi sama dengan yang digunakan untuk fabrikasi sirkuit terpadu (IC), fabrikasi pada tingkat ini belum pernah terjadi sebelumnya. Karena fungsionalitas, kehandalan, dan kecanggihan MEMS, maka teknik fabrikasi MEMS dapat menempatkan pada sebuah chip silikon kecil dengan biaya yang relatif rendah. 

  

Fabrikasi semikonduktor/sirkuit terpadu (IC) untuk Micro - Mechanical System (MEMS) memungkinkan secara terus-menerus mengalami penurunan ukuran (miniaturisasi) dari yang pernah dibuat.

Laboratorium penelitian Intelijen mengatakan sudah melihat kemungkinan untuk menyatukan antara manusia-mesin dan memeriksa implikasi masa depan untuk komputasi dengan beberapa perubahan yang menjanjikan datang lebih cepat dari yang diharapkan. Industri ini telah mengambil langkah-langkah yang jauh lebih besar daripada yang pernah dibayangkan 40 tahun lalu. Ada spekulasi bahwa kita mungkin mendekati sebuah titik belok di mana tingkat kemajuan teknologi mengalami percepatan dengan kecepatan eksponensial, dan mesin bahkan bisa menyalip kemampuan manusia, dalam waktu yang tidak begitu jauh. Intelijen telah bekerja dengan sangat Excellent. Cerita-cerita dan film fiksi seperti Robocop, Replicants, Star Trek's Borg, Star Wars' Darth VaderLuke Skywalker dan General Grievous, Cyborgs dengan dasar mechanically adalah Cylons, Terminators dan The Grox, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan menjadi suatu kenyataan.

Setelah sirkuit mikroelektronika dan MEMS dapat di-implant terhadap serangga, hewan dan manusia, maka akan mengarah kemana teknologi ini. Kalangan militer dan intelijen akan melihat sebagai peluang untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia dengan bantuan teknologi ini, namun sekaligus menjadi suatu ancaman apabila pihak lain memanfaatkan teknologi ini untuk tujuan mengganggu, memonitor dan melemahkan serta merusak kekuatan sendiri. Dengan teknologi ini militer dan intelijen dapat melakukan banyak hal kepada pihak lawan.

 

   

Implant (penyusupan) Micro Mechanical System (MEMS) terhadap hewan (tikus dan burung).

Implant (penyusupan) Micro Mechanical System (MEMS) terhadap manusia diperkirakan akan terwujud pada tahun 2050.

Teknlologi implant MEMS pada serangga, hewan dan manusia dapat dimanfaatkan dalam kegiatan operasi militer ataupun intelijen sebagai berikut :

  • Dengan insects cyborg maka dapat memonitor suatu tempat yang tidak mungkin dengan mengirimkan manusia, informasi yang didapatkan berupa suara/voice dan gambar/video serta signal elektronik.   Insects cyborg dengan daya dari radioisotope dapat digunakan untuk meletakkan microphone/camera dan sekaligus repeater di suatu ruangan penting yang perlu dimonitor, maka peralatan tersebut mampu hidup selama beberapa dekade.   Disamping itu dapat pula membawa biological weapon atau chemical weapon dengan skala terbatas.    Keunggulan dari sistem ini adalah tingkat kerahasiaan yang tinggi, namun kelemahannya jarak jangkau kendali lebih pendek.
  • Implant MEMS terhadap hewan yang lebih besar berupa tikus, burung dan anjing atau hewan yang lebih besar, sebenarnya memiliki prinsip kerja tidak jauh berbeda dengan insects cyborg, termasuk segala kelebihan dan kelemahannya sesuai dengan karakteristik hewan tersebut.
  • Apabila Implant MEMS terhadap manusia telah berhasil maka cerita-cerita dan film fiksi seperti Robocop dan Terminator akan menjadi kenyataan, namun masih perlu sabar menunggu sampai tahun 2050.

Teknologi implant MEMS telah ditemukan, suka ataupun tidak suka teknologi ini akan digunakan untuk keperluan militer dan intelijen bagi yang telah memilikinya.   Oleh karena itu perlu strategi khusus untuk menghadapi berkembangnya terus teknologi implant MEMS ini.

Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka :

  1. Autonomous insect cyborg sentinels, http://www.zdnet.com/blog/emergingtech/autonomous-insect-cyborg-sentinel..., Mei 2010.
  2. Charles Q. Choi,  Implanting Microchips into Insects. US Military Develops "Cybug Spies", http://www.globalresearch.ca/ index.php?context=va&aid=14380, Mei 2010.
  3. Cyborg Insects, http://mountaindaily.com/content/496/, Mei 2010.
  4. Era Cyborg dimulai: Pentagon kenalkan insects cyborg, http://shirogadget.com/era-cyborg-dimulai-pentagon-kenalkan-insects-cybo..., Mei 2010.
  5. HI-MEMS: Control Circuits Embedded In Pupal Stage Successfully, http://technovelgy.com/ct/Science-Fiction-News.asp?NewsNum=1421#cyborg, Mei 2010.
  6. Hybrid Insect MEMS (HI-MEMS), http://www.darpa.mil/mto/programs/himems/, Mei 2010.
  7. Intel Explains Why in 2050 We’ll All Be Cyborgs, http://www.impactlab.com/2008/08/22/intel-explains-in-2050-well-be-cybor..., Mei 2010.
  8. Pentagon Wants Cyborg Insects to Sniff WMD, Offer Free Wi-Fi, http://www.wired.com/ dangerroom/2009/06/pentagon-wants-cyborg-insects-to-sniff-wmd-offer-wi-fi/#ixzz0ovYmklQa, Mei 2010.
  9. Sally Adee  December 2009, Nuclear-Powered Transponder for Cyborg Insect, http://spectrum.ieee.org/semiconductors/ devices/nuclearpowered-transponder-for-cyborg-insect, Mei 2010.


penemuan yang benar-benar

penemuan yang benar-benar membawa teknologi pendeteksian&intelijen ke level yang lebih tinggi...
Bukan cuman UAV dan mobile robot yang bisa digunakan untuk mencari informasi di remote area atau 'hot' area, bahkan lebah pun mulai dikembangkan untuk mendeteksi C4....

Defence is not only about defence...but also for pride and honour