KRI Clurit-641 merupakan KCR-40 karya anak bangsa Indonesia, dipersenjatai dengan rudal permukaan-ke-permukaan C-705.
TNI Angkatan Laut kembali memperoleh tambahan kekuatan alat utama sistem senjatanya, dengan diresmikannya sebuah kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal-40 (KCR-40) yang diberi nama KRI Clurit-641 produksi PT. Palindo Marine Batam. Peresmian kapal tersebut dilaksanakan oleh Menteri Pertahanan RI Purnomo Yosgiantoro, serta disaksikan langsung oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, SE, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno, Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini, Direktur PT Palindo Marine Batam Hermanto, Wagub Kepulauan Riau Soerya Respationo, para mantan Kepala Staf Angkatan Laut, serta pejabat militer dan sipil lainnya bertempat di Dermaga Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Senin (25/4).
Kehadiran KRI Clurit-641 KCR-40 yang desain dan pembangunannya dilakukan oleh putra-putri bangsa Indonesiaakan meningkatkan kemampuan TNI AL dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan dan penegakkan hukum di laut yurisdiksi nasional.
“Peluncuran KRI Clurit-641 menyimpan nilai penting, kapal ini dibangun oleh anak bangsa. Ini menjadi milestone kemandirian industri pertahanan,“ ujar Menhan. Menurutnya, pemerintah serius mengembangkan industri pertahanan sebagai prioritas. Upaya tersebut merupakan bagian cita-cita memenuhi postur kekuatan esensial dan ideal secara bertahap. Saat ini sedang dikembangkan kapal perusak, dan secara bertahap juga akan dikembangkan kapal fregat dan pada akhirnya pembangunan kapal selam. “Kapal ini bisa jadi tampak kecil dibandingkan dengan kapal perang lain, tetapi tugas yang diemban tidak kalah besar,” jelas Menhan.
KRI Clurit-641 merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula. Kapal berukuran panjang 43 meter, lebar 7,40 meter, dan berat 250 ton ini memiliki sistem pendorong yang handal mampu berlayar dan bermanuver dengan kecepatan 27 knot, serta memiliki daya tembak/hancur yang besar karena dilengkapi persenjataan Rudal C-705. Kelebihan kapal perang ini dilengkapi dengan sistem persenjataan canggih berupa Sensor Weapon Control (Sewaco), meriam caliber 30 mm 6 laras sebagai Close in Weapon System (CIWS), dan meriam anjungan 2 unit caliber 20 mm.
Kapal KCR-40 ini mampu menampung bahan bakar 50 ton, air tawar 15 ton, 35 orang anak buah kapal (ABK) dan masih mampu memuat 13 personel Pasukan Khusus. Kapal ini juga memiliki peralatan navigasi akurat sehingga memberikan keyakinan keamanan bernavigasi, selain itu dilengkapi peralatan komunikasi yang mampu digunakan untuk melaksanakan komunikasi antar kapal permukaan dan pesawat udara dalam satu kesisteman, sehingga diharapkan mampu mengemban tugas-tugas TNI AL dan juga memberikan efek deterrence bagi pertahanan Negara.
KCR-40 ini terbuat dari baja khusus High Tensile Steel pada bagian hulu dan lambung kapal yang juga produk dalam negeri yang diperoleh dari PT Krakatau Steel, Cilegon, sedangkan untuk bangunan atas kapal menggunakan Aluminium Alloy serta daya gerak menggunakan 3 mesin penggerak dengan menerapkan System Propulsi Fixed Propeller 5 daun pada baling-baling yang menjadikan kapal memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi jika berlayar. Kapal ini juga sudah dilakukan uji coba Harbour Acceptance Test atau uji coba merapat di pelabuhan/dermaga dan Sea Acceptance Test atau uji coba di laut dengan hasil yang memuaskan.
KRI Clurit-641 merupakan kapal pertama dari dua kapal perang jenis KCR-40 yang dibangun di PT. Palindo Marine Batam. Selanjutnya ditetapkan secara organik berkedudukan di jajaran Satuan Kapal Cepat Komando Armada RI Kawasan Barat (Satkat Koarmabar). Sedangkan untuk pembiayaan pembangunan dua unit kapal tersebut dibiayai oleh PT Bank Mandiri Tbk. Menurut Dirut PT Bank Mandiri Tbk Zulkifli Zaini, bank-nya ingin terus meningkatkan peran aktif dalam pengembangan teknologi alat utama system senjata untuk menciptakan kemandirian bangsa dalam memperkuat kedaulatan nasional. “Kami bangga dapat turut serta dalam membangun kapal cepat rudal berteknologi tinggi yang murni dibuat oleh bangsa Indonesia. Bank mandiri berharap dapat terus memberikan kontribusi positif dalam pengembangan alutsista nasional.” Kata Zulkifli.
Sementara itu Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno mengatakan, sesuai dengan kebijakan pembangunan kekuatan yang diarahkan pada perwujudan kekuatan TNI AL menuju Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF), yaitu struktur kekuatan yang disusun berdasarkan kemampuan yang diperlukan (capability design) untuk menghadapi segala bentuk ancaman dalam rangka menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan NKRI dengan segala resiko yang dihadapi, maka ke depan untuk peningkatan kemampuan sistem persenjataan, TNI AL akan terus melibatkan industri dalam negeri yang ada.
Menurut Kasal keberhasilan membangun kapal KCR-40 ini merupakan wujud peran TNI AL dalam memberdayakan kemampuan industri dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri dengan tujuan mengoptimalkan segala sumber daya bangsa dalam rangka mewujudkan kemandirian nasional di bidang industri strategis, khususnya industri pertahanan. “Diharapkan dengan terwujudnya kemampuan industri dalam negeri ini, maka visi untuk mewujudkan TNI AL yang handal dan disegani dapat terealisasi,” katanya.
Pada kegiatan peresmian tersebut, terlebih dahulu dilaksanakan proses penyerahan kapal dari Dirut PT. Palindo Marine Batam, Harmanto kepada Menteri Pertahanan yang diterima oleh Kabaranahan Kemhan Laksda TNI Susilo, dan dari Menhan Kepada Panglima TNI diwakili Aslog Panglima TNI Mayjen TNI H. Hari Krisnomo, S.Ip, M.Sc. kemudian kepada TNI AL yang diwakili Aslog Kasal Laksda TNI Drs. Didik Suhari, selanjutnya diserahkan kepada Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang diterima Kepala Staf Pangarmabar Laksma TNI Herry Setianegara, S.Sos, SH., M.M. Setelah acara penyerahan dan peresmian kapal, Menhan RI, Panglima TNI, Kasal dan dua mantan Kasal beserta pejabat lainnya naik ke kapal untuk meninjau interior KRI Clurit-641.
LUAR BIASA
luar biasa, ini wujud kemandirian bangsa kita!!
kalau memang benar sebagian besar komponen merupakan konten lokal..
kenapa cuma diproduksi dua? apa ini masih pra-produksi, sebelum nantinya di produksi masal?
kalau bisa di banyakin lah.. jangan cuma di taruh di armabar.. ntar armatimnya lupa..
any way..
ini momentum yang baik bagi bangsa kita, guna membangun kemandirian dan kedigdayaan
NKRI HARGA MATI
______
TN XIV
03 3662
Komandan Kapal KRI Clurit,
Saya merasa bangga,
komandan KRI Clurit merapakan salah satu kontributor aktif TANDEF.
Muhamad Yusuf ST
Arsitek / Peg.swasta
Jogja / Cepu
Hebat....
NKRI Harga Mati.
Hasil karya anak bangsa yang patut dibanggakan. kalau bisa diperbanyak agar setiap lantamal memiliki kapal jenis tersebut.. BRAVO TNI AL
Mantap!
Mantap! KCR produksi dalam negeri seperti ini bisa diperbanyak. Usul saya, kecepatan ditingkatkan kalau bisa sampai 45 knot. Dengan kecepatan yang bisa lebih tinggi tentu KCR-40 akan lebih WOW!