Kapal Perang Malaysia Lagi-Lagi Langgar Kedaulatan NKRI

KD Yu terpantau secara visual dari anjungan KRI Untung Suropati.

Ambalat, 25 Mei 2009 (TANDEF) - Hari ini tanggal 25 Mei 2009 menjelang fajar menyingsing, KRI Untung Suropati yang sedang berpatroli di wilayah Ambalat dikejutkan oleh kehadiran KD Yu - 3508 (kapal perang TLDM (AL Malaysia) jenis fast attack craft - gun) pada posisi 04.03.00 LU / 118.01.70 BT baringan 135 jarak 8 mil laut halu 130 cepat 16. Atas kondisi ini, segera KRI Untung Suropati mempersiapkan peran tempur bahaya permukaan. Didapati bahwa KD Yu ini telah masuk ke dalam wilayah NKRI sejauh 12 mil laut. Dalam kontak radio, KD Yu beralasan ingin ke Tawau. KRI Untung Suropati lalu memerintahkan KD Yu untuk segera meninggalkan wilayah NKRI. KD Yu kemudian bersedia menjauh.

Namun, setelah diusir, KD Yu ternyata menipu dengan tidak pergi ke Tawau melainkan ternyata berubah haluan ke timur dan masih masuk wilayah NKRI. Peringatan terakhir pun diberikan oleh KRI Untung Suropati untuk segera meninggalkan NKRI. Sempat terjadi adu argumen di radio. Mereka bersikeras bahwa mereka berpatroli di wilayahnya. Setelah dijelaskan bahwa KD Yu melanggar UNCLOS tentang batas wilayah laut, mereka diam dan kemudian menjauh sampai batas terluar. KRI Untung Suropati menggiring KD Yu hingga keluar dari wilayah laut NKRI.

KRI Untung Suropati bersama-sama dengan KRI Hasanuddin pada hari sebelumnya mengusir KD Baung - 3509. Pada hari yang sama pula, helikopter Malaysian Maritime Enforcement Agency memasuki wilayah udara NKRI. Begitu juga dengan pesawat Beechcraft TLDM melakukan pelanggaran kedaulatan wilayah udara NKRI sejauh 40 mil laut.

Foto kejadian:








bosen

lama-lama bosen juga ngeliatnya,,,,apalagi anggota yang onboard,,,pasti perasaannya gregetan banget
mereka itu sudah salah, keras kepala, ngejek lagi
ironisnya yang diatas lebih mementingkan 'hubungan baik antara dua negara'
come on,,,,ketegasan yang dinanti

Defence is not only about defence...but also for pride and honour

bagaimana rule of engagement

bagaimana rule of engagement untuk pelanggaran begini?
dalam keadaan yang bagaimana kita bisa melepas tembakan peringatan?
karena kejadian sudah berulangkali terjadi, dan ada indikasi insiden dilakukan secara sistematis oleh malaysia

ROE

Ada ROE-nya,tapi mengambang.Bisa nembak kalau sudah laporan ke komando atas dan koordinasi ke satuan samping. Kalau komando atas nggak kasih ijin, yah nggak bisa nembak. Prinsipnya no fire first.
Komando atasnya ada di Jakarta dan laporan bisa sampai kalau komunikasi kita nggak di-jamming. Kalau di-jamming, entahlah...

boomm

Sering kali kita terlalu 'sopan' terhadap bangsa lain. Tidak bermaksud mengatakan ada yang salah dengan sikap sopan kita, tetapi alangkah baiknya jika kesopanan kita diimbangi dengan harga diri. Tindakan yang dilakukan oleh TDLM jelas2 sudah tidak mengindahkan batas kedaulatan NKRI, jadi ,menurut saya, 1x peringatan sudah lebih dari cukup. Kenapa tidak langsung diambil tindakan tegas oleh pemerintah? Kalau bangsa ini tidak dihargai oleh bangsa lain, untuk apa menghargai bangsa tersebut? salut untuk kawan2 di TNI AL yang mampu mengontrol emosi dalam tugasnya. Bravo TNI, bravo Indonesia!!

Kenapa sich kita terkesan

Kenapa sich kita terkesan seperti takut dengan Malaysia??
Mereka makan nasi, toh kita jg makan nasi...
Bedanya, kita punya sopan santun, mereka tidak sama sekali!!!!
Saya rasa peralatan canggih belum tentu menjamin kemenangan, lihat saja perang vietnam yang tak akan pernah dimenangi Amerika!!!!
Klo memang harus perang, yah apa boleh buat, harga diri bangsa kita terlalu mahal untuk dapat diinjak negara lain!!
Dengan bangsa yang sebesar ini kenapa harus takut dan mau didikte negara kecil yang tak beradab seperti Malingsial!!!

"Hari ini tanggal 25 Mei

"Hari ini tanggal 25 Mei 2009 menjelang fajar menyingsing, KRI Untung Suropati yang sedang berpatroli di wilayah Ambalat dikejutkan oleh kehadiran KD Yu - 3508"

my comment : dikejutkan??? kenapa tidak terdetek dari awal??? bagaimana radar di KRI Untung Surapati?

Terdeteksi di Radar

Mungkin akan lebih baik bila Mayor (P) Salim maupun senior TNI AL lainnya yang menjawabkan, namun menurut saya, dari fakta yang terpapar pada tulisan, KD Yu memang terdeteksi di radar KRI Untung Suropati, dengan bukti:

Tertulis bahwa jarak kedua kapal adalah 8 mil laut (pada saat pertama kali teridentifikasi bahwa kapal tersebut adalah KD Yu).
8 mil laut adalah sekitar 15 km. Terlebih lagi data identifikasi ini mencakup pula data kecepatan kapal (tertulis 16, artinya 16 knots), koordinat, baringan (bearing), dsb. Kesemuanya ini hanya bisa didapat melalui deteksi radar / sensor.

Jadi, saya yakin, KD Yu sebenarnya sudah masuk dalam pantauan radar KRI USP sejak beberapa puluh mil sebelumnya. Hanya saja, pada jarak seperti itu biasanya hanya muncul sebagai unknown vessel (dalam simbol NTDS muncul sebagai vessel dengan warna kuning). Setelah jarak agak dekat, maka identifikasi dapat dilakukan (VID), dan dalam kasus ini, VID ini dilakukan pada jarak 8 mil.

terimakasih maz kazmi atas

terimakasih maz kazmi atas jawabannya.
yang jadi pertanyaan saya adalah mengapa baru terdeteksi pada saat KD Yu sudah masuk 12 mil ke dalam wilayah RI? 12 mil bukankah sudah jauh masuk kedalam?
menurut hemat saya, berarti radar ini sudah agak ketinggalan, terbukti dengan deteksi yang baru kelihatan friend or foe nya setelah berjarak 8 mil dari KRI USP. juga baru yakin dengan VID (visual ID?) kalau itu threat.
bisakah KRI kita deteksi ID surface vessel tersebut dari jarak yang lebih jauh? katakanlah dari luar perbatasan kita? sehingga bila ia hanya mendekati perbatasan kita saja sudah bisa kita langsung warned?
ditunggu atas jawabannya..

saya amat berharap agar anggaran TNI dinaikkan berkali2 lipat, biar alutsista kita tidak ketinggalan.

menurut gue, malon mulai

menurut gue, malon mulai berani kurang ajar lagi karena isu2 anggaran TNI yg minim yg digembar gemborkan media gara2 kecelakaan hercules.

Kapal Perang Malaysia Lagi-Lagi Langgar Kedaulatan NKRI

Harusnya soal Ambalat, pemerintah sudahi saja kompromi dng malasia...kedaulatan penuh sudah jadi harga mati. Pelanggaran yang ber-ulang-ulang, harus disudahi dng tembakan sbg peringatan keras.
Kenapa kita harus takut soal internasionalisasi masalah ini, apakah kita kurang yakin ambalat milik kita. Mana ahli2x sejarah dan diplomat2x ulung kita? masa anti-klimaks sipadan dan ligitan jadi momok buat kita takut dan ga pede.
kalau mereka mem-provokasi scr sistematik, kita bisa balas juga di daerah perairan selat malaka. Mereka tidak akan berani perang terbuka di selat malaka, krn dekat dng KL, malaka, dan johor (kota besar).

Balas !!!

Harusnya soal Ambalat, pemerintah sudahi saja kompromi dng malasia...kedaulatan penuh sudah jadi harga mati. Pelanggaran yang ber-ulang-ulang, harus disudahi dng tembakan sbg peringatan keras.
Kenapa kita harus takut soal internasionalisasi masalah ini, apakah kita kurang yakin ambalat milik kita. Mana ahli2x sejarah dan diplomat2x ulung kita? Jangan gara2x kasus sipadan ligitan jadi momok patah semangat untuk berjuang di jalur diplomatik.
Kalau mereka mem-provokasi scr sistematik, kita bisa balas juga di daerah perairan selat malaka. Mereka tidak akan berani perang terbuka di selat malaka, krn dekat dng KL, malaka, dan johor (kota besar).

Pertanyaannya knp mrk berani

Pertanyaannya knp mrk berani melanggar kedaulatan qt?apakah mrk tdk sengaja krn tdk tahu kl sdh msk wilayah RI?tentu saja tdk. Jd jelas itu perbuatan yg disengaja. Kok berani?Ya beranilah, mrk tahu kemampuan tempur kpl2 qt seperti apa ditambah lg qt g mungkin mengambil sikap yg tegas dgn menembak duluan. Cb sekali waktu kita tes mrk. Apa yg akan mereka lakukan jk qt msk wlyh mrk..

Mencoba Strategi yg Sama

Saling klaim kepemilikan wilayah di blok ambalat memang sudah sering kita dengar, apalagi klaim pelanggaran wilayah oleh masing2 pihak. Namun sebenarnya ada apa dibalik semua itu ? Benar juga kalau ada yg menebak pasti begitu2 saja, tidak ada kelanjutan apakah terjadi kesepakatan atau terjadi perang skala kecil di blok ambalat ? Padahal menurut analisa siapa yg menyerang "duluan" akan berakibat kalah secara hukum Internasional dengan tuduhan "pencaplokan" wilayah tetangga. Sepertinya Malaysia menggunakan strategi "memanas-manasi" personel yg melaksanakan tugas negara patroli di perairan ambalat dengan harapan Indonesia terkena tuduhan "pencaplokan" tersebut. Salut buat TNI AL yg tetap melaksanakan patroli dengan tekun dan "sabar".Yg menjadi pertanyaan kenapa Malaysia memakai strategi tsb ? Yah mungkin namanya "tetanggaan" sudah tau karakter dan sifat tetangganya sendiri. Tapi coba perhatikan apa yg dilakukan Malaysia sambil memainkan strategi "pemanasan" tsb ? EFFECTIVE OCCUPATION.Saran buat Mas2 dari TNI AL yg sedang berpatroli di perairan ambalat, sambil berpatroli juga bisa mendata situasi-keadaan sekitar baik di perairan maupun pulau/daratan sekelilingnya. Siapa tau dengan keberadaan data yg akurat dan lengkap pemerintah tergugah utk malaksanakan strategi yg sama dilakukan oleh negara tetangga. Kira2 mungkin ngak dibangun "Mall" di tengah perairaran yg disengketakan ? Siapa tau...he...he..

MAlingsia

Knp prajurit TNI AL ga pda bertindak tegas ya..??
klo emank prajurit TNI AL pda takut yaudah mendingan mundur aja dri kesatuan Angkatan Laut..

Klo memank Berani Cobalah berikan mereka tembakan peringatan,, sebagai tanda bahwa Kita (khususnya TNI AL) Sudah siap untuk bertempur mati-matian untuk membela Negara Kesatuan Indonesia....

Jangan ragu dan bimbang PAK.
Tunjukan pada dunia bahwa sesungguh nya kita mampu,,,
Jangan cuma gara-gara Kapal Tua Kita Takut PAK.....
MERDEKA NKRI HARGA MATI...
MERDEKA NKRI HARGA MATI...MERDEKA NKRI HARGA MATI...MERDEKA NKRI HARGA MATI...MERDEKA NKRI HARGA MATI...MERDEKA NKRI HARGA MATI...MERDEKA NKRI HARGA MATI...MERDEKA NKRI HARGA MATI...MERDEKA NKRI HARGA MATI...MERDEKA NKRI HARGA MATI...MERDEKA NKRI HARGA MATI...

Lari atu atut, atu atut (siapkan manuver zig zag)

Gerakan zigzag yang dilakukan kapal perang Malingsiong mungkin juga, Gerak manuver untuk menghindari Meriam atau Torpedo KRI (kalau -kalau sudah di lock tinggal firing) bro!
karena kalo kita lihat posisinya mereka berada didepan KRI (tdk dari samping).
kalo mau bisa saja di hadiahi dengan senjata 57mm arah samping (sebagai peringatan).
kalau mau finishing dengan torpedo tidak dari posisi samping sulit sekali mendapatkan target.
sebenarnya kalau mau bisa saja dihajar dengan RBU 6000 yang ada di suropati, selesai khan.

atau
memang malaysia terlalu goblok di pemetaan.

Malaysia goblok

gak bisa baca peta kali orang2 malaysia. TNI TUNJUKKAN KETEGASAN KALIAN. JANGAN HANYA BISA PERANG ANTAR SESAMA AJA....