Kerjasama Produksi Persenjataan Indonesia-Rusia Sedang Dijajaki

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Duta Besar Rusia untuk RI Alexander Ivanov pada kesempatan acara serah terima pesawat Sukhoi Su-27SKM beberapa waktu lalu.

Jakarta, Pemerintah Rusia mulai menjajaki kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia dalam bentuk produksi disertai transfer teknologi, kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov di Jakarta, Selasa.

Usai menyematkan penghargaan "Medal for Strengthening Combat Fraternity", Pemerintah Rusia kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, ia mengatakan, pihaknya tengah menjajaki pembuatan tank dengan PT Pindad dan pemeliharaan menyeluruh sejumlah helikopter Mi-35 dengan PT Dirgantara Indonesia.

"Dengan PT Pindad kami sudah merancang nota kesepakatannya sedangkan dengan PT Dirgantara Indonesia, kami sudah menyelesaikan nota kesepakatannya untuk segera disahkan dua pihak," kata Ivanov menambahkan.

Ia menambahkan, penjajakan juga dilakukan dengan PT PAL untuk sejumlah peralatan dan persenjataan maritim.

Ivanov mengatakan, kerja sama tersebut didasari keyakinan bahwa Indonesia adalah mitra dan sahabat yang baik bagi Negara Federasi Rusia. "Bahkan itu sudah terjalin sejak lama. Rusia adalah negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia kali pertama dan Presiden Soekarno pernah tiga kali melakukan kunjungan ke Rusia," katanya.

Sementara itu Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyambut positif langkah Rusia untuk melakukan kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia. "Ini langkah yang bagus, mengingat selama ini Rusia adalah negara yang sangat mandiri dalam industri pertahanan militernya dan tidak pernah menggunakan produk dari luar," katanya.

Menhan Purnomo mengatakan, kedua negara telah sepakat untuk meningkatkan dan memperluas kerja sama pertahanan dan militer. "Tidak saja dalam jual beli persenjataan tetapi juga pendidikan dan latihan bersama, tukar menukar taruna dan perwira," ujarnya.

Bahkan lanjut Purnomo, Rusia juga berniat untuk membangun kerja sama dalam pemberantasan terorisme dan separatisme.

Sumber : Antara

---

Sumber:
DMC Kemhan
Foto:
Tempo

semarbandung's picture

Kerjasama Dalam Pertahanan dan Keamanan

Kerjasama antara Indonesia dan Rusia merupakan angin segar bagi Indonesia , melihat dari beberapa kasus yang telah terjadi ketika Indonesia hendak mempertahakan kedaulatannya, seperti yang pernah terjadi ketika TNI telah selangkah lagi menghancurkan markas GAM militer kita tidak bisa berbuat banyak karena persenjataan kita diembargo oleh Inggris (peswat tempur bronco), Amerika (segala jenis senapa serbu yang kita miliki).
Dengan beralih ke Rusia, negara yang jarang melakukan embargo militer, militer indonesia tidak akan kekurangan suku cadang dan peralatan yang dibutuhkan untuk get's the job done. ya hal ini berhasil jika uang yang telah dianggarkan tidak di korupsi oleh elit di senayan dan oknum militer yang tidak bertanggung jawab.