Korvet Nasional Buatan PT.PAL Tunggu Menkeu

Korvet kelas Commandante buatan Fincantieri (Italia) yang menjadi dasar desain Korvet Nasional (Kornas)

Pengadaan satu unit kapal jenis Korvet senilai 220 juta dolar AS pesanan TNI Angkatan Laut dari PT PAL Indonesia (PAL) tinggal menunggu penetapan kontrak dari Menteri Keuangan.

"Penetapan kontrak sedang diproses, tinggal menunggu keputusan Menkeu," kata Kepala Staf AL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno, usai bertemu dengan Menneg BUMN Sofyan Djalil, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin.

Menurut KSAL, pengadaan kapal tersebut untuk menambah jumlah korvet yang juga sedang dipesan.

Ia menjelaskan, kebutuhan kapal jenis ini masih banyak karena wilayah laut Indonesia yang sangat luas.

"Dari sisi jumlah sampai kapanpun tidak akan terpenuhi. Harus selalu ada penambahan," ujarnya.

Kebutuhan minimal sekitar 150 unit kapal, sekarang TNI AL baru punya sekitar 135 kapal, sedangkan jumlah maksimal kebutuhan untuk mengawasi seluruh wilayah laut bisa mencapai 270 unit kapal.

Ia mengatakan, Indonesia sebelumnya telah memesan 4 Korvet kelas Sigma dari Belanda, satu pesanan terakhir akan sampai di tanah air sekitar Maret 2009.

Kasal menambahkan, pihaknya juga sedang memesan empat unit kapal jenis"landing plattform dock" (LPD), dua di antaranya dari Korea Selatan, dan dua lagi buatan PT PAL.

"Pesanan dari PAL hampir selesai," ujarnya.

Pembiayaan pengadaan kapal-kapal tersebut diutarakannya, selain dari pemerintah juga dibiayai pihak asing.

Sumber : Antara
Foto : Naval Technology

Langkah Maju

Ini memang suatu langkah maju guna menghidupkan industri strategis indonesia, sekarang sambil menunggu keputusan depkeu ngeluarin duit, seyogyanya PT PAL harus mengadakan pembenahan internal secara konsisten, harus diingat proyek pembuatan 2 LPD, yg sampai skr faktanya 1 LPD pun nggak jadi jadi, bahkan masih harus bersabar entah sampai kapan????
siapa atau apanya yg salah nich????

Korvet Nasional Buatan PT.PAL Tunggu Menkeu

Kita pasti bisa kalau dipercaya.
Tapi mungkin komisinya kecil

salam kenal

ditunggu dukungan dan kunjungannya

mumpung pemilu

dengan majunya sebagian abang2 dan rekan2 sebagai caleg di pemilu yg sudah dekat ini, ya mudah2an anggota legislatif mau dipotong gaji dan tunjangannya untuk mendukung percepatan pembangunan alutsista pertahanan (yang mudah2an menjadi alutsista penyerangan) ci vis pacem parabellum.

setuju

ya stidakx para dewan ga hanya permasalahin rumjab &mobdin ja.ktika rumjab &mobdin mrka usang dkit udah triak2,tp ktka alut sista usang mlh cuek.mrka pernah ga se mkir klo ngra ne jtuh oleh pihak laen,mrka tetp jd anggota dewan?
nah,klo mrka mkir ksna kan mrk tentunya mkir jg tentang alat yg jd benteng negara ini

semoga saja

bila kita lht negara2 laen yg kekuatan pertahanannya mulai tumbuh adalah negara2 yg berusaha untuk mandiri di bidang pertahanan.
india dan china adalah contoh yg patut untuk di ikuti,kita pernah bkin jg kapal perang nasional,waktu itu jg melalui pt pal yakni proyek fpb.
semoga yg sekarang ne tidak terulang seperti yg dulu,dmana bisa di katakan asal jd.
terutama dr segi material yg jauh kwalitasnya di bawah produk aslix yang dr jerman.
ya stidaknya janganlah kwalitas terutama metal &enginenya di kurangi..