KRI Diponegoro & KRI Slamet Riyadi Kawal Kapal Induk AS Keluar dari ALKI 1

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Diponegoro-365 mengawal Kapal Induk Amerika Serikat (AS) USS George Washington-73 saat perjalanan Lintas Laut (Linla) dari Laut Cina Selatan menuju Samudera Hindia menggunakan pintu masuk Alur Laut Kepulauan Indonesi (ALKI) 1 yang berada di sekitar Selat Sunda Rabu, (06/07). USS George Washington dikomandani seorang perwira tinggi, namun dalam konvoi Task Force kali ini di bawah kendali operasi Komandan Gugus Tugas Commander Task Force (CTF) Captain Mark Jackson. Kapal Induk ini merupakan tipe Carrier Vessel Nuclear (CVN) yang berada di jajaran angkatan laut (AS) Armada Ke-7 wilayah Asia Pasifik.

Kapal bertenaga nuklir itu membawa kurang lebih 40 pesawat tempur jenis F/A-18F Super Hornet dan F/A-18D Hornet, empat pesawat Maritime US Coast Guard HC-130H, empat pesawat jenis Grumman E-2 Hawkeye (Airborne Tactical) serta enam helikopter jenis Sea King dan Sea Hawk. Selain itu USS George Washington dikawal oleh beberapa kapal kombatan di antaranya satu kapal perang Destroyer USS Curtis Wilburg DDG-54, USS Stethem DDG-63 dan satu buah kapal suplai USS Amelia Enhart-06 serta kapal selam. Selain itu kapal fregat milik Royal Australian Navy (RAN), HMAS Darwin-04 juga masuk dalam konvoi Task Force 70 di peraian ALKI 1.

Komandan Gugus Tempur Laut Wilayah Barat (Dan Guspurlabar) Laksamana Pertama TNI Taufiqurrachman yang On Board di KRI Diponegoro terus memantau pergerakan kapal-kapal perang milik (AS) itu dari anjungan didampingi komandan kapal Letkol Laut (P) Antonius Widyoutomo. Dua kapal perang RI yaitu KRI Diponegoro-365 serta KRI Slamet Riyadi-352 bergabung dalam iring-iringan kapal induk itu pada posisi 04 16 00 T – 108 31 02 T sekitar Laut Jawa Selasa, (05/07) pukul 22 30 WIB.

Dalam kesempatan itu kedua kapal perang RI juga melaksanakan serial latihan bersama dengan rombongan kapal-kapal Task Force-70 ketika berda di ALKI 1. Gladi Manuvra di laut yang disebut dengan istilah Passing Exercise (PASSEX) terdiri dari beberapa latihan di antaranya gladi Komunikasi dengan Lampu Isyarat Flash Exercise (Flashex), Komunikasi dengan Isyarat Bendera Flag Hoist, Manuvra Taktis (Mantak) dan beberapa latihan tentang kepelautan lainnya.

Selama latihan berlangsung, dua helikopter yang berada di atas geladak USS George Washington lepas landas dan terbang rendah di atas permukaan laut kemudian melakukan manuver dengan memutari iring-iringan kapal yang terlibat dalam konvoi Task Force. Sesekali di antara Helikopter itu terbang rendah di samping kanan dan kiri KRI Diponegoro kemudian berlalu begitu saja. KRI Diponegoro terus mengawal rombongan kapal induk (AS) itu menuju pintu keluar ALKI 1 yang berada di sekitar perairan Selat Sunda.

“Mereka (USS George Washington) boleh menerbangkan helikopternya asal tidak keluar dari ALKI 1”, kata Komandan Gugus Tempur Laut Wilayah Barat Laksamana Pertama TNI Taufiqurrachman.

Hari berikutnya Kamis (07/07) konvoi kapal-kapal Task Force telah berada pada posisi 07 05 00 S-103 30 00 T perairan bebas Samudera Hindia lepas dari ALKI 1. Saat KRI Diponegoro dihantam ombak Samudera Hindia setinggi tiga meter, kapal induk USS George Washington melakukan atraksi udara dengan menerbangkan hampir seluruh pesawat tempur yang ada di atas geladak kapal super besar itu. Satu persatu pesawat tempur itu tinggal landas (take off) dari atas geladak USS George Washington dan menimbulkan suara menggelegar berpadu dengan suara hempasan ombak yang menghantam haluan kapal Diponegoro.

Jet-jet tempur itu meraung-raung di atas udara kemudian melakukan manuver aerobatik di atas perairan laut Samudera Hindia. Selama kurang lebih satu jam mereka melakukan atraksi udara menunjukan kekuatan dan kecanggihan teknologi yang dimilki kapal induk negara adidaya itu. Selama dua hari KRI Diponegoro dan KRI Slamet Riyadi melakukan pengawalan dan latihan bersama kemudian pukul 16.30 WIB pada posisi 07 10 00 S – 103 40 00 T sekitar Samudra Hindia, KRI Diponegoro meninggalkan konvoi Task Force dan kembali kepangkalan di Jakarta. Jum’at (08/07) KRI Diponegoro-365 merapat di Dermaga 201 Jakarta Intenational Container Terminal (JITC). (Dispenarmatim)

---

Sumber & Foto:
DISPENAL