Pangkoopsau II Marsda TNI Yushan Sayuti dan rombongan saat tiba di Bandara Juwata Tarakan beberapa waktu lalu guna meninjau pembangunan Lanud Tarakan.
LANUD TARAKAN (28/7) - TNI AU kembali mengembangkan sayapnya. Kali ini wilayah Kalimantan Timur, khususnya kota Tarakan menjadi daerah pilihan. Sebuah basis TNI AU di Tarakan, yang semula berupa Pos TNI AU, dimekarkan dan ditingkatkan statusnya menjadi Pangkalan TNI AU (Lanud) Tarakan. Pengembangan ini berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor : Kep/05/IV/2006 dan ditindaklanjuti dengan Instruksi Kasau Nomor: Ins/10/XI/2006.
Dalam organisasi TNI AU, Lanud Tarakan masuk dalam jajaran Komando Operasi TNI AU (Koopsau) II. Di jajaran Koopsau II, Lanud Tarakan menjadi Lanud yang ke dua puluh. Lanud ini masuk kategori tipe ”C” yang dipimpin oleh seorang Komandan Lanud berpangkat Letnan Kolonel.
Prosesi peresmian, dipimpin langsung oleh Panglima Koopsau II Marsekal Muda (Marsda) TNI Yushan Sayuti, di Lanud Tarakan, Senin (27/7). Ikut hadir menyaksikan, Pangdam VI/Tanjungpura Mayjen TNI Tono Suratman, para pejabat dan unsur Muspida Kalimantan Timur, Walikota Tarakan H. Udin Ianggano, Muspida Kota Tarakan, pejabat Mabesau, pejabat Makoopsau II, serta undangan lainnya.
Bersamaan dengan peresmian Lanud, juga telah dilantik Komandan Lanud Tarakan serta penyerahan duaja Lanud Tarakan oleh Pangkoopsau II kepada Komandan Lanud. Letkol Pnb Erwan Adrian dipercaya untuk memimpin Lanud ini. Erwan Adrian merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1992. Sebelumnya, penerbang pesawat C-212 Kasa ini menjabat sebagai Kepala Pusat Komando dan Pengendalian (Kapuskodal) Koopsau II di Makassar.
Proses pembangunan Lanud Tarakan sudah dilaksanakan sejak tahun 2005, yang meliputi pematangan lahan, pembangunan Markas Lanud, perkantoran, fasilitas Pangkalan, pemukiman, sarana penerbangan, shelter, apron, taxiway serta fasilitas umum lainnya.
Pembangunan Lanud Tarakan merupakan kebijakan dari pimpinan Angkatan Udara dalam rangka merespon sekaligus menghadirkan kekuatan Angkatan Udara di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia, di ujung timur laut pulau Kalimantan guna memberikan daya tangkal (deterrent power) terhadap negara tetangga.
Pembangunan Lanud Tarakan telah mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kalimantan Timur, khususnya kota Tarakan serta masyarakat Tarakan. Hal ini terlihat dengan partisipasi pihak Pemda Tarakan yang telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 168 hektar. Selain itu, hingga tahun 2007 pihak Pemda Kaltim dan Tarakan sudah menggelontorkan dana kurang lebih 12,5 milyar rupiah untuk men-support pembangunan Lanud Tarakan.
Getolnya pihak Pemda Tarakan tersebut tidak lepas dari keinginan Pemda untuk segera menghadirkan kekuatan-kekuatan TNI, termasuk unsur Angkatan Udara, dalam rangka mengimbangi kekuatan negara tetangga Malaysia yang seringkali membuat manuver dan provokasi.
Saat ini, selain Lanud Tarakan, unsur udara yang bertugas meng-cover wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia di Kalimantan Timur adalah Satuan Radar (Satrad ) 225. Perbatasan Malaysia – Indonesia di sekitar Tarakan, merupakan daerah strategis. Dimana diderah ini khususnya dan Kalimantan Timur umumnya merupakan penghasil minyak terbesar di Indonesia.
Dengan beroperasinya Lanud Tarakan, maka nantinya kehadiran pesawat-pesawat tempur yang selama ini berada di Lanud Balikpapan, akan digeser ke Lanud Tarakan yang tentu saja akan menjadi lebih dekat dengan perbatasan Malaysia – Indonesia di Kalimantan Utara.
---
Sumber: www.tni.mil.id
Foto: Pen Koopsau II
Bravo TNI !
Ini lah yang paling ditunggu-tunggu oleh kita semua.
Secara moral, seluruh provinsi sudah mendukung.
Bravo TNI !