Mempelajari Peningkatan Kekuatan Militer Malaysia di Kepulauan Spratley

hasan0972's picture

Oleh: Kapten Inf Hasan Abdullah, Perwira Kodam Iskandar Muda

Fakta-Fakta

Berdasarkan deklarasi Zona Ekonomi Eksklusif tanggal 20 September 1979, Pemerintah Malaysia mengklaim batas pelantar benua sepanjang 200 mil laut. Terumbu Layang-layang adalah bagian dari kawasan yang disebut sebagai Gugusan Semarang Peninjau (GSP). GSP ini terdiri dari beberapa terumbu karang di Kepulauan Spratley bagian selatan yang berada dalam kawasan ZEE Malaysia.

Terumbu Layang-layang sendiri adalah sebuah atol di bawah permukaan laut yang terpencil di Laut Cina Selatan, 306 km di sebelah barat laut Kota Kinabalu, ibukota Sabah. Letaknya tepat pada 7°22'23.48"N dan 113°50'46.23"E. Belum dapat dipastikan terumbu karang ini terbentuk oleh karang yang tumbuh di atas gunung api bawah laut atau sebuah gunung yang tenggelam. Para ahli kelautan mengatakan bahwa di Terumbu Layang-layang terdapat 30 rangkaian karang yang membentuk atol sepanjang 7,3 km dan lebar 2,2 km. Pulau buatan yang ada merupakan satu-satunya tempat berlabuh yang aman di kawasan ini. Perairan di sekitar terumbu karang di wilayah ini masih asli, sehat dan terlihat dengan baik. Lereng curam di atas perairan yang dalam sangat indah untuk diselami. Biota laut berupa macam-macam ikan dan penyu, ganggang serta karang banyak terdapat di wilayah ini. Beting pasir yang tampak di permukaan air laut menjadi tempat favorit untuk beristirahat bagi berbagai spesies burung laut, terutama burung layang-layang. Oleh sebab itu, terumbu karang di wilayah ini disebut sebagai Terumbu Layang-layang. Selain mengandung kekayaan alam gas alam dan minyak bumi, GSP juga kaya dengan biota laut dan keindahan alam bawah laut. Pendapatan nelayan dari hasil tangkapan ikan tuna saja dapat mencapai RM 70 juta setahun. Ini di luar hasil tangkapan lain seperti udang karang dan ikan kerapu.

Ditinjau dari aspek geostrategis, Terumbu Layang-layang terletak di ujung selatan Kepulauan Spratley yang disengketakan oleh negara Malaysia, Filipina, Brunei, Vietnam, Taiwan dan China. Di lokasi tersebut, Pemerintah Malaysia telah membuat sebuah pulau seluas 6 hektar di sebelah ujung timur atol tersebut sebagai pangkalan militer dan pariwisata yang disebut dengan Stesen Lima. Pendudukan Malaysia di terumbu ini dimulai sejak tahun 1979 melalui Operasi Tugu oleh Paskal, pasukan khusus marinir Malaysia, LST KD Raja Jarom dan satu detasemen helikopter Nuri. Pembangunan kawasan GSP oleh Pemerintah Malaysia sesungguhnya mendapat kecaman dari negara Filipina, Brunei, Vietnam, Taiwan dan Cina. Namun sejauh ini pembangunan fasilitas pertahanan dan pariwisata oleh Pemerintah Malaysia dapat berjalan lancar.

Sebagai pangkalan militer, GSP mempunyai beberapa pos pengamanan yang dibangun sejak tahun 1979. Penempatan pasukan pertama kali di Terumbu Layang-layang pada bulan Mei 1983 oleh anggota Paskal (Pasukan Khas Laut). Pada tahun 1985, fasilitas militer diperbesar dengan pembangunan barak. Stesen Lima (Terumbu Layang-layang) berfungsi sebagai pos induk untuk aktivitas di sekitar GSP. Pangkalan darat GSP diawaki oleh Pasukan Khas Laut (Paskal) TLDM dan Pasukan Pertahanan Udara (PPU) TLDM dipimpin oleh seorang perwira berpangkat komander (letnan kolonel). Fasilitas militer di kawasan GSP antara lain :

a. Satu unit pangkalan utama dan empat pos pengamanan (Uniform, Papa, Tango dan Mike).

b. Landasan udara sepanjang 1.367 meter yang dapat didarati dengan baik oleh pesawat CN235M. Meski demikian, pesawat Hercules C-130 dapat juga dipaksa mendarat walaupun dengan kondisi pendaratan yang kurang nyaman.

c. Pelabuhan yang ada di Stesen Lima (Terumbu Layang-layang) saat ini sepanjang 42 meter dan secara bertahap akan diperpanjang lagi untuk memungkinkan lebih banyak kapal-kapal perang dan kapal wisata yang dapat berlabuh.

d. Enam pucuk meriam Bofors kaliber 40 mm.

e. Sistem rudal Starburst.

Untuk meyakinkan kehadiran Pemerintah Malaysia di GSP, telah dibangun obyek wisata yang mengkhususkan pada wisata alam, penyelaman dan wisata pemancingan ikan laut dalam. Saat ini GSP, khususnya Terumbu Layang-layang telah menjadi obyek wisata terkenal di seluruh dunia yang dilengkapi fasilitas lapangan udara untuk pesawat ringan, pelabuhan kapal pesiar, pembangkit listrik tenaga diesel dan angin, resort serta sistem penyaringan air Reverse Osmosis (RO).

Wakil PM Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak dalam kunjungan ke Terumbu Layang-layang pada hari Selasa, 12 Agustus 2008, menjelaskan bahwa pengendalian dan pendudukan suatu daerah yang disengketakan merupakan faktor utama bila kasus Ambalat dibawa ke Mahkamah Internasional. Oleh karena itu, Malaysia akan mempertahankan kehadirannya di perairan Ambalat. Najib yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan mengatakan, bahwa instalasi militer yang dibangun di pos-pos strategis garis depan merupakan bagian dari langkah-langkah untuk menyokong ZEE.

Analisa

Pemerintah Malaysia memandang penting aspek penguasaan wilayah dalam rangka melindungi kedaulatan negara atas wilayahnya sampai ke garis perbatasan pulau terluar. Sebagaimana telah tercatat dalam sejarah, kemenangan Malaysia atas Indonesia dalam kasus Pulau Sipadan dan Ligitan tahun 2002 serta kemenangan Singapura atas Malaysia dalam kasus perebutan Pulau Batu Puteh di Mahkamah Internasional tahun 2008 membuktikan bahwa penguasaan secara fisik terhadap wilayah yang disengketakan merupakan faktor penting untuk memenangkan kasus tersebut secara hukum di Mahkamah Internasional.

Penempatan pangkalan militer di wilayah ZEE yang disengketakan memberikan keuntungan taktis sebagai faktor penggentar bagi negara lain yang ingin mempersengketakan wilayah tersebut. Sedangkan pembangunan obyek wisata di Terumbu Layang-layang yang mengundang minat wisatawan asing di samping memberikan keuntungan secara finansial juga secara politis dapat membangun opini masyarakat internasional bahwa kawasan GSP adalah benar-benar milik Malaysia. Opini masyarakat internasional ini penting untuk memperkuat diplomasi apabila sengketa wilayah ini dibawa ke Mahkamah Internasional.

Peningkatan kekuatan militer Malaysia di Kepulauan Spratley, yang menurut Malaysia adalah kawasan ZEE-nya, dalam sengketa dengan Filipina, Brunei, Vietnam, Taiwan dan China merupakan bukti bahwa setiap negara akan melakukan tindakan apapun demi melindungi kedaulatan negaranya. Menurut Atase Laut RI Kuala Lumpur, dalam hubungan antar negara, istilah kawasan ZEE hanya dikenal dalam UNCLOS 1982 yang Malaysia sendiri tidak meratifikasinya. Menurut UNCLOS 1982, kondisi geografis Malaysia sebagai negara pantai tidak memberikan hak atas kawasan ZEE. Jadi, klaim Malaysia atas kawasan ZEE hanya merupakan klaim sepihak. Walaupun secara hukum peningkatan kekuatan militer Malaysia di kawasan ZEE tidak dibenarkan, Malaysia tetap melakukannya.

Dalam kasus Ambalat dengan Indonesia, peta wilayah perbatasan laut Malaysia yang digunakan oleh Pemerintah Malaysia adalah peta tahun 1979. Ini tahun yang sama dengan pendudukan pertama aparat keamanan Malaysia ke GSP Terumbu Layang-layang dan mungkin pendudukan ke Pulau Sipadan dan Ligitan. Hubungan ini menunjukkan bahwa perhatian dan langkah Pemerintah Malaysia terhadap perlindungan aset wilayahnya telah ada sejak tahun 1979. Ungkapan Wakil PM Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak menunjukkan keinginan Malaysia untuk memiliki blok Ambalat semakin kuat sehubungan dengan kekalahan Malaysia dari Singapura dalam pemilikan Pulau Batu Puteh. Permasalahan Blok Ambalat yang saat ini kelihatan mereda tetap menyimpan potensi konflik, baik politik, ekonomi, sosial maupun militer. peningkatan kekuatan ekonomi dan militer Malaysia di sektor selatan pantai timur Sabah harus diwaspadai dan diantisipasi.

Kawasan titik-titik terluar perbatasan Indonesia, sebagaimana juga Blok Ambalat, merupakan suatu sistem yang di dalamnya terlibat berbagai pihak dan kepentingan. Permasalahan politik, ekonomi dan sosial mengenai kehidupan masyarakat, perdagangan lintas batas, illegal logging, penyelundupan TKI dan sumber daya alam di sekitar titik-titik terluar perbatasan harus dikelola dengan baik agar dapat memberikan keuntungan positif bagi perjuangan mempertahankan kedaulatan NKRI. Ancaman kedaulatan NKRI di sekitar titik-titik terluar perbatasan harus ditangani secara komprehensif dan memerlukan keterlibatan berbagai pihak.

Kondisi geografis Indonesia yang luas dan terdiri dari ribuan pulau serta sebagian besar wilayah perbatasan yang terdiri dari lautan merupakan suatu permasalahan krusial bila dihadapkan dengan konsep pertahanan yang menitikberatkan pada operasi patroli dengan menggunakan alutsista kapal perang dan pesawat tempur. Ini dapat dipahami mengingat kondisi keuangan negara yang belum mampu menyediakan alutsista sesuai kebutuhan untuk menjaga kedaulatan wilayah negara. Di sisi lain, kondisi geografis ribuan pulau yang dimiliki Indonesia dan rakyat Indonesia yang tersebar sampai di pulau-pulau terpencil tersebut merupakan aset yang sangat berharga bila dikelola dengan baik.

Pemerintah harus mengutamakan pembangunan infrastruktur sosial dan ekonomi di kawasan terpencil pulau-pulau terluar yang bersifat dasar maupun yang sesuai dengan potensi wilayah masing-masing. Selain infrastruktur dasar seperti kesehatan, pendidikan, transportasi dan sebagainya, potensi wilayah yang dapat dikembangkan di pulau-pulau terluar ini biasanya adalah budidaya dan pariwisata kelautan. Dengan pembangunan infrastruktur ini diharapkan tingkat kesejahteraan masyarakat dan potensi ekonomi di daerah itu akan meningkat. Peningkatan potensi ekonomi ini diharapkan akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan daerah dan pendapatan negara.

Satu hal yang tidak boleh ditinggalkan dalam pembangunan masyarakat di pulau-pulau terluar adalah penanaman jiwa patriotisme dan nasionalisme serta kepedulian terhadap pertahanan (defense awareness). Sejarah telah membuktikan kemenangan bangsa Indonesia atas penjajah sesungguhnya merupakan kemenangan rakyat bersama politisi dan tentara. Dalam segi militer, rakyat membantu tentara dalam suplai logistik maupun informasi. Dalam penegakan kedaulatan negara di masa modern ini masyarakat penduduk pulau terluar merupakan aset intelijen yang dapat memberikan informasi adanya ancaman terhadap kedaulatan negara.

Seiring dengan peningkatan kesejahteraan, potensi ekonomi masyarakat dan negara serta kepedulian terhadap pertahanan masyarakat di pulau terluar, peningkatan kekuatan militer di kawasan tersebut secara bertahap juga ditingkatkan. Pangkalan-pangkalan militer perlu dibangun di pulau-pulau atau terumbu karang terluar, bila perlu di kawasan ZEE. Pembangunan pangkalan militer ini akan memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat dan juga bagi investor yang ingin berusaha di kawasan tersebut.

Kesimpulan

Perjuangan mempertahankan kedaulatan NKRI atas suatu wilayah dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, terbukti tidak dapat dilakukan dari satu pihak saja. Diplomasi dan kekuatan militer saja, tidak akan mampu mempertahankan suatu wilayah dalam sengketa dengan negara lain. Sengketa titik terluar perbatasan adalah sengketa suatu sistem yang di dalamnya terlibat berbagai pihak dan kepentingan. Menarik pelajaran dari peningkatan kekuatan Malaysia di Kepulauan Spratley, ada tiga hal penting yang harus dilakukan dalam menjaga kedaulatan NKRI di pulau terluar yang perlu melibatkan berbagai pihak pemerintah maupun masyarakat dalam kondisi sekarang ini, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat dan potensi ekonomi setempat, penanaman jiwa patriotisme dan nasionalisme masyarakat setempat serta diiringi dengan peningkatan peningkatan kekuatan militer secara bertahap di kawasan titik terluar wilayah negara tersebut.


Referensi:
1. http://www.mir.com.my/potpourri/places/mpwong/ destination/p_layang/index.htm.
2. http://www.newsabahtimes.com.my/nstweb/fullstory/20634.
3. DAILY EXPRESS, RABU, 13 AGUSTUS 2008; HAL 2.
4. MAJALAH PERAJURIT EDISI DESEMBER 2007; HAL 56.
5. MAJALAH PERAJURIT EDISI JANUARI 2008; HAL 44.
6. MAJALAH PERAJURIT EDISI FEBRUARI 2008; HAL 52.

Bangun Pangkalan Militer di Ambalat dan Pulau Terluar

Kita tidak boleh kehilangan lagi sejengkal pun wilayah kita. Cukup Sipadan dan Ligitan yang menjadi cerita buruk untuk anak-anak kita. Indonesia sudah membuktikan diri sebagai negara yang tidak memliki ambisi teritorial, memperbesar wilayah dengan mencaplok wilayah negara lain. Justru Malaysia yang secara agresif mencaploki wilayah negara lain. Tidak memiliki ambisi teritorial bukan berarti rela kehilangan teritori. Oleh karena itu, TNI harus membangun pangkalan militer di Ambalat dan pulau-pulau terluar sembari sektor swasta membangun tempat wisata (kalau memang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tempat wisata).

Saya yakin, Malaysia siap membawa sengketa Spratley ke MI dan merasa sangat percaya diri untuk kembali mengulang sukses kemenangan telak atas Sipadan - Ligitan.

zatria's picture

Sulit !

Membaca tulisan tersebut,
malah meyakinkan saya,
daerah tersebut akan dikuasai kembali oleh Malaysia.
Kesan yang didapat adalah Malaysia memobilisasi pembangunan disana,
yang kalau Indonesia sepertinya tidak akan !
Manah buktinya kalau Indonesia memang berniat untuk mempertahankan kedaulatan kita di sana ?
Mobilisasi perlu dana,
dan niat kuat untuk itu,
Apakah kita perlu orang-orang seperti Artalita Suryani untuk membeli pulau-pulau itu ?

Kita akan terus kehilangan batas-batas kedaulatan terluar kita,
jika kita tidak peduli,
dan tidak mau memobilisasi daya dan upaya serta materi untuk itu

zatria

hasan0972's picture

Indonesia tidak terlibat

Indonesia tidak terlibat dalam sengketa Kepulauan Spratley, karena Indonesia tidak mempunyai perbatasan di sana. Kepulauan Spratley itu menjadi konflik antara Malaysia, Cina, Taiwan, Filipina, Vietnam. Posisi kepulauan Spratley adalah di sebelah utara Pulau Kalimantan/Borneo. Maksud penulis adalah agar Indonesia belajar dari strategi Malaysia melindungi/merebut kepulauan Spratley.

Di sisi lain, saya setuju dengan pendapat anda bahwa kita harus peduli dan harus mau memobilisasi daya upaya kita untuk melindungi kedaulatan wilayah kita.

selama pembangunan indonesia

selama pembangunan indonesia masih berpola ala keraton jaman dahulu. siapa dekat ibukota kecipratan rejeki paling banyak, selama itu pula indonesia akan selalu keilangan pulau2 terluarnya.

ubah dulu pola pikir yg jawa-sentris!
ubah dulu pola pertahanan yg mengagungkan sishankamrata!

gk ada yg salah dengan sishankamrata kalau untuk mempertahankan negara dari PENDUDUKAN. tapi kalo untuk mempertahankan pencurian wilayah dan menjaga kedaulatan wilayah, jangan harap bisa bicara banyak kalau AL dan AU kita mandul.

Terdapat sedikit kekeliruan

Terdapat sedikit kekeliruan berhubung status Malaysia berkenaan UNCLOS. Malaysia menandatangani dan mengratifikasi (ratified) UNCLOS 1982, Thailand sebaliknya signed but has not yet ratified the treaty.

Pertahankan Ambalat !!!...Demi harga Diri Bangsa....

Negara tetangga yang ngaku serumpun itu memang aga "aneh".. sekedar informasi aja ..di Lapangan Aster, Blok Ambalat terindikasi cadangan minyak antara 30.000-40.000 barel perhari dan saat ini dikelola ENI (perusahaan minyak Italia). Secara defacto Pemerinta RI sejak tahun 1967 sudah mengeksplorasi wilayah tersebut dengan beroperasinya Total Indonesie di Blok Ambalat tepatnya di Blok Bunyu, kemudian British Petroleum di Blok NE Kalimantan Offshore tahun 1970, Hadson Bunyu di Blok Bunyu tahun 1985, dan Job Pertamina-Teikoku di Blok Sembakung tahun 1988. Kemudian, Totalfinaelf E&P Indonesia di Blok Sebawang I tahun 1997-2027, ENI Bukat Ltd di Blok Bukat tahun 1998-2028, ENI Ambalat Ltd di Blok Ambalat tahun 1999-2029, dan Unocal Indonesia Ventures Ltd di Blok Ambalat Timur, 12 Desember 2004.

Konflik perbatasan mulai terangkat setelah pihak Malaysia memasukkan wilayah tersebut pada peta wilayah tahun 1979 (Peta yang bermasalah dengan banyak negara). dan yang "hebatnya" Pemerintah Malaysia melalui Petronas menawarkan blok migas yang berada di dalam wilayah merupakan kedaulatan Indonesia tersebut kepada Shell....terlalu yakin kayanya tuh negara serumpun ya..

Pihak Indonesia hingga saat ini menganggap pemberian konsesi kepada Shell merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Indonesia. Berbeda dengan Malaysia, kontrak-kontrak migas Indonesia di wilayah itu tanpa mendapat gugatan dari pihak mana pun, termasuk pihak Malaysia sendiri....hebaaaat tuh negara serumpun...maksdu apa yah...mau ngajakin...apa dah yakin...AKU CINTA INDONESIA..

PERANG HARGA MATI

MERAH PUTIH adalah harga mati.!!

Jangan mau di permainkan sama malaysia.
Tuk Pak Panglima TNI beserta jajaran 3 matra, tindak tegas siapa saja yang berani masuk ke dalam wilayah NKRI.

Tembak peringatan..
masih bandel tembak peringatan ke 2.
masih nakal juga sesuai hukum internasional..warning by radio lalu kirim pesan perang.!!

Angkat pacul

Rapatkan barisan tentaraku angkat sejatamu
disini kuangkat cangkul dan garpuku demi bangsaku, majulah tentara aku mendukung dibelakangmu

Malingsia...

Jangan harap kau bisa ambil AMBALATKU...!!dsni di Balikpapan siap maju kapanpun juga..

SBY tolong ambil langkah tegas, kasihan prajurit di lapangan dah gregetan pengen nembak tp ga bisa2 gara2 protap..

TNI AL...Javesveva Jaya Mahe...prove it!!!

Ganyang MalingSia

Negara kita negara Kepulauan.. seingat saya dulu Indonesia aja punya 12 kapal selam saat itu negara kita ditakuti lawan dan disegani lawan.. sekarang kapal selam tinggal 2 tau sehat tau nggak, kalau para pemimpin bangsa ini sadar bahwa negara kita adalah negara maritim, negara kepulauan bukan negara kontinental, pasti akan memprioritaskan pengamanan tapal batas dan selalu memikirkan alustita kita yang makin hari makin renta! bukan tiap tahun anggaran militer makin dipress, seharusnya sebaliknyan tinggkatkan terus anggaran untuk militer bahkan klo perlu yang berkaitan dengan pernatahan nasional selalu diprioritaskan dan di tinggkatkan baik itu alustita maupun SDM nya... karena tanpa mengikuti perkembangan tehnologi sehari kita akan ketinggalan... untuk itu mari sadarkan para pemimpin bangsa ini untuk kembali memikirkan anggraran TNI.. biar bangsa ini tidak selalu dicemooh oleh bangsa sekitar kita.

Kalau perlu rapatkan armada kita tepat di perbatasan ambalat...

NKRI HARGA MATI

Para Pahlawan dulu mempersatukan Wilayah Nusantara Tidak dengan persenjataan yang canggih atau modern tapi dengan NIAT YANG SEMPURNA untuk kedaulatan NKRI.
Dengan NIAT yang sempurna itulah muncul tekad yang kuat layaknya gugusan karang di pantai bumi pertiwi, dengan NIAT itulah yang membakar semangat jiwa layaknya gunung merapi yang tersebar di tubuh bumi pertiwi, juga dengan NIAT itu yang merapatkan dan menguatkan barisan TNI dan rakyat layaknya barisan pepohonan yang menaungi bumi pertiwi dari ganasnya laut dan teriknya sang surya.
Mari bersama KITA sempurnakan NIAT kita untuk kedulatan NKRI !!!!
KAMI TIDAK MINTA APA YANG BUKAN BAGIAN DARI BUMI PERTIWI, KAMI HANYA MELINDUNGI SETIAP TETES DARAH dan KERINGAT YANG JATUH DI PERBATASAN NUSANTARA .....
KAMI MEMANG NEGARA MISKIN TAPI KAMI TIDAK BODOH ! KAMI PUNYA HARGA DIRI ! DAN KAMI TIDAK AKAN MEMBIARKAN NEGARA MANAPUN MENGAMBIL WILAYAH NKRI WALAUPUN HANYA SEGENGGAM PASIR DI PANTI TERUJUNG BUMI PERTIWI.
MERDEKA !!! MERDEKA !!! MERDEKA !!!

Reply

"KAMI TIDAK MINTA APA YANG BUKAN BAGIAN DARI BUMI PERTIWI, KAMI HANYA MELINDUNGI SETIAP TETES DARAH dan KERINGAT YANG JATUH DI PERBATASAN NUSANTARA .....
KAMI MEMANG NEGARA MISKIN TAPI KAMI TIDAK BODOH ! KAMI PUNYA HARGA DIRI ! "

terima kasih.. saya orang Malaysia... sebelum ni saya banyak membaca tentang org indonesia mengatakan malingsia.. ganyang malaysia hingga kadang2 membakar darah muda saya hingga menimbulkan kebencian.. tapi bila saya baca reply saudara ini.. secara peribadi saya akur bahawa kedaulatan yang sedia ada tidak perlu dicabuli. Kalau kedaulatan Malaysia dicabulipun saya yakin seluruh rakyat Malaysia akan bersatu tanpa mengira bangsa dan agama dalam mempertahankannya.

Memang diakui, sebagai penduduk Malaysia, saya sangat patriotik dan menyokong tindakan pemerintah saya dalam membawa Malaysia selangkah lagi ke hadapan..
Namun, kini (setelah baca reply ini)sekiranya saya sebagai pemerintah Malaysia.. sudah pasti saya berfikir dua kali untuk mengambil ambalat daripada saudara serumpun saya.

Cumanya saya confuse kenapa rakyat Indonesia tidak berkeyakinan bahawa Ambalat akan kembali ke tangan Indonesia secara sah. Maksud saya kalau bawa ke Mahkamah Antarabangsa juga tetap akan menang oleh pemerintah indonesia??

ikhwanul muslimin

SAYA RAKYAT MALAYSIA YANG BEKERJA DI SINGAPURA.
DI SINGAPURA PEMIMPINNYA SABAN HARI MENGGEMBLING TENAGA MENGERAH KERINGAT UNTUK MEMAJUKAN NEGARA.
AKAN TETAPI BARISAN KEPEMIMPINAN MALAYSIA DAN INDONESIA SIBUK BERMAIN POLITIK SABAN HARI. SEBAGAI DUA BUAH NEGARA ISLAM SEKULAR YANG BERJIRAN ADALAH BAIKNYA MALAYSIA DAN INDONESIA BEKERJASAMA UNTUK MEMBANGUN DAN MEMPERTAHANKAN KEDAULATANNYA. JIKALAU MALAYSIA DAN INDONESIA BERPERANG, SIAPA YANG UNTUNG? ALIRAN MASUK PELABURAN ASING KE ASEAN JUGA AKAN MERUDUM DAN MENJEJASKAN TARAF HIDUP RAKYATNYA. JUTAAN PEKERJA INDONESIA DI MALAYSIA JUGA BISA KEHILANGAN PEKERJAAN. LIHATLAH SAHAJA APA YANG TERJADI KEPADA IRAN DAN IRAQ SEKARANG INI.
SEDARLAH SAHABAT2 KU. SELESAIKAN ISU AMBALAT DI MEJA RUNDINGAN. PETRONAS DAN PERTAMINA SEPATUTNYA BEKERJASAMA MEMBANGUNKAN WILAYAH TERSEBUT.
APA2PUN BUAT PEMINAT BOLA, HARI INI MALAYSIA U23 DAN INDONESIA U23 AKAN ADAKAN PERLAWANAN PERSAHABATAN DI STADIUM KLFA CHERAS.

trimakasih, tapi maaf tidak. trimakasih

dear my friend malay. terima kasih sahabatku. sebagai negeri yang bersahabat kita harus saling respect hak masing2. JANGAN PERNAH MEMINTA BAGIAN DARI APA YANG BUKAN MILIK MU. petronas bisa membantu pertamina untuk membangun ambalat, JIKA MEMANG PERTONAS DIMINTA OLEH PERTAMINA. tapi sepertinya kita belum butuh petronas untuk sementara ini. thx but no thx. jadi, show yourself a respect first, then try learn to respect others ok.

malaysia patut waspada terhadap provokasi singapura saya rasa. we have no any problem with singapore. you have. LOL.

but afterall we are brothers.. as long as you can show your respect to indonesia like what you show in your post above. it is a nice post. terima kasih brother.

Niat anda saja udah mau maling

Buat Sdr Ali mengaku malaysia,
Lihat komentar anda yg sangat menghina:
"Cumanya saya confuse kenapa rakyat Indonesia tidak berkeyakinan bahawa Ambalat akan kembali ke tangan Indonesia secara sah. Maksud saya kalau bawa ke Mahkamah Antarabangsa juga tetap akan menang oleh pemerintah indonesia??"

Jelas jelas anda berpikir bahwa Ambalat sudah ditangan anda dan hanya dengan perundingan bisa dikembalikan ke Indonesia !!!,SEJAK KAPAN jadi milik anda? kenapa kapal anda lari? cuma bukan pemilik lah yg lari , bukan pemilik yg cuma mengaku dan ketahuan lari adalah maling dalam bahasa kita, betul tidak ? Ambalat tidak dan tidak akan pernah dibawa ke mahkamah international, karena sudah jelas kepemilikannya :INDONESIA, jadi bukan confuse seperti dalam pikiran anda,
hanya karena pertimbangan serumpun saja pemerintah dan TNI tidak provokatif, dan yg lebih utama karena pemerintah, TNI dan juga rakyat Indonesia sudah yakin akan kepemilikan Ambalat, anda hanya sekedar dibiarkan manuver barang berapa mil,

Niat Bukan Mencuri

Buat sdr Jakaraga,
Terima kasih kerana menyuarakan pandangan dan berbincang secara terbuka. Amalan yang baik. Ayuh kita teruskan.

Begini sdr.. bagi Indonesia memang Ambalat milik anda tetapi bagi PEMERINTAH Malaysia, siapa tahu?? Hanya dia boleh menjawab kerana dia mempunyai bukti dan hujah tersendiri.

Oklah andaikata betullah ambalat milik Indonesia dan menjadi keyakinan penuh oleh WNI (Warganegara Indonesia - saya harap saya betul menulis singkatan ini), maka Indonesia perlu membuktikannya kepada mereka yang tidak mempercayainya (Malaysia). Justeru, sebagai negara bertamadun yang menolak peperangan, Mahkamah Antarabangsa adalah jawapannya. Malaysia akan sediakan bukti bahawa ambalat miliknya manakala Indonesia sediakan bukti Ambalat MEMANG daripadanya.

** Kapal kami lari bukan kerana takut. Percayalah.. Mustahil kami takut.. Kalau niat kami untuk bertempur, sudah tentu bukan KD Baung yang memasuki wilayah ambalat. Mungkin KD Lekiu atau paling tidak MIG29N Fulcrum atau F18 Hornet. Kami tidak takut namun tidak ingin berperang.

kenapa manuver kami sahaja di sana ialah membuktikan kami TIDAK INGIN BERPERANG tapi TETAP WUJUD di ambalat yang mengikut pandangan pemerintah kami milik Malaysia sehingga ditentukan oleh Mahkamah Antarabangsa.

Lalu apa?

Buat Sdr.Ali,

Oh ya dengan senang hati kita bisa beragumen disini, Disinilah letak rancu pemerintah malaysia , Jika memang ambalat diyakini sebgai kepemilikan dengan dasar yg kuat untuk apa kapal anda lari? Kapal TNI AL kami tak lari karena keyakinan yg kuat bedasarkan konstitusi kami, bukankah klaim pemerintah anda baru muncul setelah adanya kepemilikan sipadan ligitan, dan sangatlah beda case sipadan ligitan dengan ambalat, sama dengan anda kamipun tidak niat perang , tentunya minimal kapal KRI kami akan kasih tembakan peringatan kalau niat perang , itu pun tidak kami lakukan, walaupun sebagian rakyat kami sudah gemas, tapi kami percaya angkatan perang kami mampu dan sanggup sekalipun kelas KD Liung yang datang :) dan untuk sejarah perang negeri kami punya sejarah yg lebih baik dari sekadar malaysia, kami tak pernah dibantu oleh siapaun selain oleh bangsa kami sendiri
Kalaupun dibawa ke Mahkamah International kami punya keyakinan menang walaupun seluruh rakyat merasa tak perlu , tetapi kalaupun terjadi bukan berati kapal anda bisa bebas sementara menunggu itu.
sekali lagi angkatan perang anda sudah membuktikan bahwa ambalat memang punya Indonesia secara de fakto dan de Jure, itupun kalau anda jeli melihat fakta2 pada angkatan perang anda sendiri

Sdr. Ali, Terima kasih juga

Sdr. Ali,

Terima kasih juga karena anda bersedia memberi comment dengan cara yang baik dan tidak seperti rekan-rekan dari negara anda yang lain. baik, mari kita teruskan perbincangan ini.

saya mengikuti perbincangan anda dengan jakaraga di atas, dan saya tertarik untuk ikut berbincang.
Tentu, bagi kami ambalat adalah milik kami, bagian dari teritori yang disahkan secara hukum internasional, based on UNCLOS 1982. bagi kami pula, malaysia telah mencoba-coba untuk memasukkan teritori indonesia tersebut kedalam wilayah mereka dengan dasar yang tidak kuat secara hukum internasional. Dasar peta tahun 1979 yang malaysia umumkan, bukankah mendapat protes keras dari negara-negara jiran malaysia sendiri? ini adalah bukti awal ada kekeliruan yang dilakukan malaysia dalam pengukuran wilayah.

tentu saja indonesia sebagai negara bertamaddun, lebih mencintai kedamaian daripada peperangan. tapi kami juga mencintai kedaulatan dan kemerdekaan negara kami, yang akan kami pertahankan sampai kapanpun dan dengan cara apapun termasuk perang, sebagai jalan terakhir.

tentu saja, Indonesia sebagai pemilik sah ambalat wajib menjelaskan bukti-bukti kepemilikan ambalat kepada malaysia bila malaysia mengklaim wilayah itu. Inilah yang dilakukan oleh indonesia sekarang.

pengalaman kami dengan ICJ, tidak terlalu baik. bagi saya pribadi dan mungkin negara Indonesia, keputusan ICJ yang memenangkan malaysia atas hal sipadan ligitan, tidak memenuhi rasa keadilan. coba anda fikirkan, keputusan ICJ hanya melihat effective occupation atas sipadan ligitan. padahal,dalam perjanjian antara malaysia dan Indonesia, sebelum ICJ memberi keputusan, pulau sipadan ligitan berada dalam status quo dan tidak boleh ada aktivitas apapun. Namun dengan melanggar peraturan itu justru malaysia mendapatkan sipadan ligitan.

saya melihat ada kecenderungan lembaga-lembaga internasional semakin tidak objektif dan tidak netral dalam membuat keputusan dan mungkin ini juga yang dirasakan oleh pemerintah indonesia. pengalaman ini mungkin membuat rakyat indonesia dan pemerintahnya tak percaya lagi dengan ICJ

**Jika anda tidak ingin berperang, tapi kehadiran KD malaysia disana mengganggu kedaulatan RI. jadi tidaklah usah mengikuti pandangan pemerintah kalian yang keliru. leave indonesian territory, because ambalat is ours. And one last thing, we will defend our sovereignity in everyway.

Tenangnya....

Terima kasih. Tak sangka masih ada juga WNI yang boleh dibuat berbincang. Yelah di Malaysia juga ada yang sangat beremosi sama seperti di Indonesia. Namun sebenarnya di Malaysia isu antara Malaysia vs Indonesia tidak langsung diperbesar-besarkan. Malahan kes ambalat seperti tiada apa yang berlaku. Mungkin pemerintah Malaysia tidak mahu sebarang sentimen yang bakal terjadi di Malaysia. Yelah di Malaysia terdapat ramai TKI yang mungkin boleh merosakkan lagi situasi.

sorry.. back to our topic.

Pandangan saudara berdua amat bernas walaupun mempunyai pandangan berbeza tentang ICJ. Jakaraga berasa yakin akan menang ke atas ambalat walaupun dibawa ke ICJ manakala sahabat saya sharky tidak mempercayai ICJ atas pengalaman yang lalu.

Jakaraga : sekiranya sdr benar-benar yakin dengan ICJ maka biarkan sahaja ICJ yang menentukan. Tentang kehadiran Tentera Laut Diraja Malaysia, kami bukan lari tetapi sehingga ICJ menentukan kami tidak mahu sebarang kejadian yang tidak diingini. sdr bayangkan sekiranya kami tetap berada disitu dengan segala angkatan perang, sudah tentu keadaan lebih buruk. Berundur tidak semestinya kalah.

Sharky : untuk memudahkan perbicaraan.. kami juga mempunyai sejarah hitam apabila Pulau Batu Putih ke tangan Singapua walaupun mengikut historynya ia milik Johor. Namun, kami tetap akur....

Kalau diputuskan ICJ milik Indonesia kami tetap akur...

Cuba kalian selidik hakim-hakim ICJ..

another reply from sharky

Sdr. Ali or Jebat (which one is your true nick?,

Sesungguhnya banyak WNI yang boleh diajak berbincang apa saja dengan suasana yang tenang. Tapi untuk case indo-malay, kami akui this is a very sensitive issue bagi rakyat Indonesia, termasuk saya. bagi saya, sejak era Dr. M. dulu, malaysia dibawa menjadi bangsa yang tinggi hati, yang gemar menghina negara jirannya sendiri. akibatnya malaysia dianggap negara arrogant, expansionist, etc. belum lagi dengan masalah-masalah budaya. it so complete.

Mengapa isu ambalat tidak besar di msia, karena press disana tidak mempunyai freedom. pemerintah mengontrol press. bukan karena rakyat msia lebih rasional. lihat sahaja di internet. ramai pun orang msia yang hujat-hujat and act emotionally. so, people indonesia and msia are just typically an ordinary human.

apa yang dilakukan TLDM di ambalat adalah menggelikan. melanggar sempadan lalu lari ketika dihalau KRI. ini menggambarkan sebetulnya inilah strategi TLDM untuk bergerilya mendapatkan ambalat. ianya tak yakin dengan status ambalat adalah msia punya. ia coba memprovokasi dan berharap bisa menginternasionalisasi issue bilamana ada yang melanggar ROE. sail zig zag and manouvre dangerously, radio silent, which are quite provocative.

and about Msia-Sing relation, try to find some source in the internet, looks like to me you have the same quarrel with sing. tidak akur seperti yang Anda cakap.

regards,

Jangan diganggu tenang Kami

Buat Bung Jebat,
Ah banyak sekali kawan2 disini yg senang bediskusi dengan siapapun.
Sama mungkin dengan disana , disinipun tidak lah sebesar yang anda kira hebohnya,
pertama karena rakyat kami sangat percaya kepada TNI kami dan juga sangat tenang karena keyakinan akan ambalat milik kami.
Sesungguhnya yg tidak tenang karena seringnya kapal perang anda melewati batas.
Dan anda warga malaysia tenamg sajalah , walaupun ratusan ribu warga kami disana bukanlah perusak, maaf tidaklah seperti Dr Azhari dan Nurdin Moh Top warga anda :)
lihatlah yg mereka perbuat tiada lain kerusakan. tapi tak ada satu pun warga anda disini yg kami usir, kami bangsa bersahabat terlebih dengan tetangga.
paling tidak warga kami lah yg membangun infrastruktur disana, jadi tolonglah jaga mereka, cape kami lihat berita penyiksaan mereka :)

sorry back to topic
ICJ tak bisa menentukan manakala kedua belah pihak setuju dibawa kesana, kalau ada kawan saya trauma dengan ICJ , sangatlah wajar, tetapi saya yakin ambalat berbeda jauh dengan sipadan ligitan, sipadan ligitan lebih mirip denagn batu putih,
supaya tetapa akur berlakulah seperti singapura thd anda untuk tidak lagi melewati batas :) selama tidak ada putusan ICJ, karena kami ingat ketika status quo thd sipadan dahulu disepakati anda secara sepihak memnabgun resort disana, suatu kepercayaan telah bangsa Malaysia hilangkan thd kami

Ali dan warga Malaysia lainnya, tolong segera sadarlah.

Sdr. Ali (dan warga malay lainnya)

Terus terang kami bangsa Indonesia sudah mulai capek dengan anda. Lihatlah di website2 lainnya seperti youtube.com, dll, banyak komentar dari malay yang sangat provokatif. Malay sudah banyak menghina bangsa kami, dan dengan cerdik sudah mulai memancing-mancing ambalat menjadi issue international dengan berharap Indonesia menembak lebih dulu.

Bolehlah anda bangga dengan peralatan dan teknologi tentera diraja malay saat ini. Tapi ingat, itu hanya alat. Sadarlah saudara-saudara malay, bahwa anda semua belum terbukti memiliki pengalaman perang. Lihat, baca dan buka kembali sejarah. Seperti halnya tindakan warga malay terhadap TKI/TKW yang sudah tidak manusiawi lagi. Karena warga malay tidak pernah tahu sejarah dahulu kenapa ada TKI/TKW seperti sekarang ini. Tanyakan ke ahli sejarah malay.

Anda bangga merasa kaya dan kuat?
Rakyat Malay 24 juta dengan rakyat Indonesia 250 juta orang, tentu berbeda masalah ekonominya! Kalau tentang kekuatan, saya heran kenapa anda begitu yakin. Sedangkan pengalaman perang anda tidak punya?, dan dengan Vietnam pun anda masih jauh soal pengalaman!

Anda kira semua rakyat Indonesia miskin?
hahaha..
Baiklah terserah anda, dan saya tetap hemat peluru. Satu peluru untuk satu kepala.

Bagaimana anda yakin bisa berani perang, sedangkan jenderal anda Malaysian Navy Chief, Admiral Abdul Aziz Jaafar berkata begini soal Ambalat:
"We offer an apology if we are considered violating Indonesian territory. We also offer an apology if any of Malaysian naval officers has been involved in a provocative act. We will find them and take stern measures against them," Abdul Aziz told a five-member Indonesian parliamentary delegation.

bahkan ingat! dahulu sering belajar dengan Indonesia termasuk bagaimana bercocok tanam di pertanian dan minta tolong tentang kegiatan politik.

Anda boleh senang atas sipadan dan ligitan.
Tapi tentang Ambalat, malay akan sangat terkejut penuh sesal.

WARNING !
Kami peringatkan untuk terakhir kalinya, jaga sopan santun dan kearifan. Jangan sampai setelah kami bangsa Indonesia bertindak baru anda menyesal. Saya perintahkan kepada anda dan pemuda malay (yang anda katakan juga emotional dg RI) untuk banyak bertanya ke pemerintah anda dan membuka sejarah perjuangan dari jam kerajaan sampai dengan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, dan bandingkan dengan sejarah malay.

Kami Warga Malaysia Tidak Menyesal

sdr sniper..

sama seperti kamu, kami warga Malaysia juga dah muak berbicara dengan orang Indonesia (saya masih boleh kawal diri tanpa memanggil kamu bukan-bukan) seperti kamu. (Jaka dan shark lebih tenang dan rasional orangnya. Orang seperti kamu la yang menaikkan emosi kami. siapa yang dahulu menyatakan ganyang Malaysia??? siapa yang membangkitkan emosi saya di sini dahulu. saya berbincang secara aman, tanpa ugutan atau provokasi ketenteraan sebelum ini.

Point utama kamu sama seperti lain.. ramai orangnya Indonesia boleh mengalahkan sedikitnya orang Malaysia... ceh! Ramai orang pun bukan penentu kemenangan.. mungkin kamu lupa Perang Badar ketika zaman Rasulullah (saya fokus point bilangan tentera ye. bukannya atas sifat kenabian itu).

Kamu guna otaklah kalau mahu berperang.

Katakanlah kamu istihar perang. Saya tidak pandai military tetapi kita bicara mudah ye.

TNI AU + AL dilancarkan.

Kami sudah pasti dapat mengesan apabila masuk sempadan kami. Ingat kami ada vera-E yang boleh mengesan sejauh lebih kurang 400km walaupun pesawat secanggih F35 (halimunan)- saya amat yakin kamu tiada pesawat secanggih itu. (Bila kamu masuk ke kawasan kami, pasti kami boleh kesan. dan mengesan sehingga 200 point dalam satu masa.

Sukhoi 30MKM turut boleh mengesan sejauh itu.

Makanya tindakan pertama kamu adalah melancarkan
2 buah pesawat Sukhoi Su27SK dan 2 buah Su30MK (3 lagi belum diterima), 32 buah pesawat Hawk Mk109/209 yang beroperasi, 16 buah pesawatHawk MK53 tetapi hanya 8 buah yang masih beroperasi, 10 buah pesawat F16A/B block 15 OCU tetapi hanya 8 buah yang masih beroperasi,
16 buah pesawat F5E/F tetapi hanya 10 buah yang masih beroperasi,32 buah pesawat A4E/F Skyhawk tetapi kesemuanya sudah tidak boleh beroperasi (kami punya skyhawk sudah diletakkan di dalam muzium).

Justeru, Jumlahnya 65 pesawat pejuang. Namun yang boleh dianggap menggerunkan ialah Shukoi dan F16 sahaja iaitu sebanyak 12 buah sahaja. Yang lain sudah cukup tua dan boleh terhempas tanpa pertempuran (pasti kamu telah tahu menerusi berita kamu). Bagi kami Hawk hanya pesawat latihan seperti Hawk 108/208. Namun. kami juga boleh guna sebagai pesawat tempur. sebelum itu semak dulu shukoi milik kamu (http://alutsista.blogspot.com/2009/02/tni-masih-selidiki-insiden-sukhoi..... Kamu nak tahu siapa yang lock misil??? hahahahaha.. siapa lagi canggih?

ok now.. pesawat kamu diterbangkan.

kami launchkan pemintas terhebat 10 buah MiG-29N Fulcrum (2,445 km/j (1,518 bsj). Kami memiliki 16 buah kesemuanya.

Kemudian kami susuli dengan 10 buah Su-30MKM Flanker. Kami ada 16 buah kesemuanya (2 lagi dalam tempahan, bakal ada 18).

Kemudian 8 buah Boeing F/A-18D Hornet berlegar di lautan milik Malaysia tunggu menyerang Fokker 27 dan Heli Puma yang cuba bawa masuk TNI menerusi udara. Maka jawapannya semua TNI bakal hancur bersama pesawat F/A 18D kami lebih canggih daripada F16 kamu dan sebenarnya cukup untuk face to face dengan milik kamu sebanyak 8 buah.

Ya kami tahu kamu mempunyai tentera laut yang besar, Kapal tentera kami sudah pasti menghalang kamu di samping baki 6 MIG 29N dan 6 SU-30MKM mampu menghancurkan semua kapal perang kamu dengan mudah. di tambah pesawat lama kami BAE Hawk Mk.208, Hawk 108, Northrop RF-5E,MB-399C boleh beroperasi di sekitar lautan Malaysia.

Kalau ada yang terlepas masuk (walaupun mustahil), pasti ASTROS II menanti.

Ya saya akui mungkin Sabah & sarawak bakal kamu duduki. tetapi berapa lama ya??

Dengan hancurnya TNI AU dan AL, maka bagaimana kamu hendak pertahankan negara kamu?

Cukuplah.. saya tidak pandai military tetapi sebagai rakyat Malaysia biasa.. saya tahu logiknya. Jika kami menyerang Indonesia pasti kami yang tewas tetapi jika kamu menyerang Malaysia pasti kamu pula sebenarnya yang menyesal. Panglima Tentera kamu tahu mengenai pengiraan ini. Itu sebabnya mereka tidak melancarkan perang sehingga hari ini walaupun sebahagian kecil rakyat indonesia menyokong agar berlakunya perang. Itulah sejarah kamu bilamana kamu menang dengan hanya menggunakan buluh runcing di Indonesia. Ya kamu pasti menang di Indonesia tetapi tidak diluar kerana kebanyakkan negara Asia tenggara kecuali singapura mempunyai prinsip defensive bukannya offensive. saya harap kamu faham.

kalau mahu tahu keputusannya.. ayuh marilah ke mari.. Jika zaman dahulu sememangnya perang menerusi bilangan tentera diutamakan kerana face to face (pedang sama pedang). Namun, zaman sekarang keupayaan teknologi dan kepintaran mengatasinya. Sejarah adalah sejarah. Sejarah sebagai satu pengalaman sahaja bukan kayu pengukur.

Justeru jangan lah jadi BODOH dan BEREMOSI kerana orang seperti kamu bakal menghancurkan negara sendiri.

saya mohon maaf kepada admin, jaka dan shark kerana saya jadi optimis disebabkan ada rakan kamu yang cuba mencetus emosi saya. Macam saya katakan awal dahulu, saya suka hidup aman dan saya pernah ke Padang Indonesia (saya sangat senang bila anak-anak kecil yang gembira bila saya hulurkan RM1 seorang kerana saya tahu anak-anak itu juga manusia seperti saya dan tambahan serumpun dengan saya. Boleh berbual dan bercerita bersama. Saya bukan sombong dengan wang saya beri tetapi saya suka keamanan dan gelaktawa anak kecil yang tidak berdosa itu).

Jaka dan Shark, kalau saya jadi pemerintah Malaysia.. adanya orang seperti kamu berhujah, pasti saya berlembut hati dan banyak berfikir. namun, jika dihantar orangnya seperti sdr sniper, maaflah.. kerana saya turut mempunyai harga diri dan ego sendiri.
Mahu perang kita beri perang. hahahahahaa

kazmi's picture

Indonesia-Malaysia Berperang, Siapa yang Menang?

Saudara Ali,

Terimakasih atas kesediaan Saudara berkunjung kemari. Kami sangat senang & merasa terhormat atas kunjungan ini. Saya juga tidak ingin terlibat dalam perdebatan antara Saudara dengan sejumlah teman-teman yang lain. Saya hanya ingin memberikan tanggapan dari sudut pandang strategi/taktik & teknologi militer semata, ditambah sedikit komentar ringan pada bagian akhir tanggapan saya nanti:

1) Tentang Vera-E, tidak benar bahwa Vera-E dapat mendeteksi pesawat siluman / halimunan. Itu hanya propaganda produsennya di Ceko sana supaya barangnya laris.

Silakan Saudara refer ke: http://en.wikipedia.org/wiki/VERA_passive_sensor
Some reports in the media refer to VERA, and its predecessors, as "counter-stealth radars". This is untrue and probably stems from an ambitious Czech marketing campaign from the early 1990s. As the technology relies upon the detection of high-power pulsed emissions from the target it would be unable to detect any form of stealth target, unless that target was emitting. Stealth targets are designed to not transmit any form of high-power signal when in battle. The presence of such system on the battlefield, however, does deny the enemy the ability to use their other radar and ECM systems without being detected.

2) Data jumlah pesawat tempur yang Anda paparkan tidak akurat. Anda lupa bahwa sejak tahun 2003, kami sudah memiliki 4 Su-27SK/Su-30MK.
Lalu, Desember 2008 & Januari 2009 lalu, sebagaimana diberitakan secara luas, sudah datang lagi tambahannya yakni 3 Su-30MK2, yang kemudian akan datang lagi 3 lainnya, sehingga total akan ada 10 Su-27SK/Su-30MK/Su-30MK2 yang akan kami punyai, lengkap dengan berbagai persenjataannya yang tak perlu dibeberkan di sini. Yang jelas, jumlah 10 ini adalah bukan classified data / bukan data rahasia / sudah diberitakan secara luas, sehingga saya tidak merasa perlu menahan diri menyampaikannya di sini.

Mengenai data lainnya terkait jumlah pesawat tempur kami, saya rasa tak perlu saya beberkan di sini. Yang jelas, data Anda tidak akurat.

Mengenai data jumlah & kesiapan pesawat tempur Malaysia, saya agak tersenyum sendiri membacanya. Berikut sanggahan dari saya:

1) MiG-29N TUDM itu sudah banyak yang grounded karena kekurangan suku cadang dan berbagai permasalahan lainnya, selain ada juga yang sudah jatuh. Jadi, TUDM tidak bisa banyak berharap kepada MiG-29N lagi. Demikian pula nasib F/A-18D. Saya khawatir, kedua jenis pesawat tempur TUDM ini sudah sama sekali tidak aktif lagi, kecuali 2-3 biji saja.

2) Yang mungkin dapat cukup berperan adalah Su-30MKM TUDM, namun kami meragukan jam terbang pilot-pilot TUDM. Harap diingat, bahwa kami sudah memiliki pesawat tempur Su-27/30 sejak 2003 (sudah 6 tahun berjalan, dan sudah dapat Anda bayangkan berapa banyak skill / pengalaman / jam terbang yang pilot-pilot kami telah dapat, dan tentu saja 4 pesawat ini pun sangat cukup untuk melatih banyak pilot kami selama 5 tahun ini). Sekarang jumlah 4 ini pun sudah ditingkatkan menjadi 10, dan bila kondisi mengancam, kami bisa saja menaikkan anggaran pertahanan kami sesuai kapasitas ancaman.
Ingat, GDP kami terbesar di Asia Tenggara & ke-20 terbesar di dunia. Dengan GDP sebesar itu, kami dapat saja mendatangkan ratusan Su-30 dan pesawat tempur canggih lainnya bila memang diperlukan. Jadi, jangan terpaku pada jumlah pesawat tempur yang tersedia hari ini saja. Pikirkan pula kemampuan potensial kami. Karena kemampuan potensial (GDP, state budget, ketersediaan sumber daya alam/manusia, dll) itulah, kami diperhitungkan sebagai terkuat ke-14 di dunia dalam World Military Strength Ranking. Silakan refer ke http://www.globalfirepower.com/

3) Bahkan Australia pun berkeyakinan bahwa Indonesia sangat mampu menginvasi Australia dalam waktu 72 jam saja. Silakan refer ke: http://www.strategypage.com/militaryforums/512-41562/page2.aspx
Ini saya kutipkan dari obrolan mereka:
I know it seems ridiculous, but my friends and I are members of a club who analyze strategies and the potential for one country to take over another. We do this with ALL factors in mind, including economic, population, political, and resource motivations, as well as good old border expansion.
The Indonesia versus Australia debate was one we worked on for months.
In the end, we found that Australia would easily fall to a full-scale invasion by Indonesia in less than 72 hours!
If you could imagine a few dozen container ships, full of military equipment and men, unloading in the middle of the night into every capital city's harbour, whilst strategically placed and timed bombs are distracting the depleted Australian forces and law enforcement throughout these cities (remember that many Allied soldiers, Navy and Air Force are on active duty in Iraq, East Timor, Africa and Afghanistan and there are already over 300,000 Indonesians residing in Australia), plus the limited Allied Air Forces could be pushed into a conflict with the Indonesian Air Force in the Northern Territory (far, far away from the east coast cities), and with little to NO resistance from the general population, the invasion could be achieved almost OVERNIGHT!
A well executed plan of attack, matched with 200,000 military personnel, a couple of hundred tanks, and a few dozen fighters and bombers, could do the job for Indonesia... Imagine if they were backed by China or Russia...”

Sekali lagi, ucapan di atas bukan dari kami, tapi dari pihak Australia sendiri.

4) TNI AL kami juga tidak dapat diremehkan. Sekali lagi, sesuai kapasitas ancaman, maka quality & quantity dari kapal perang berikut persenjataan yang ada sekarang ini dapat ditingkatkan. Silakan ingat-ingat bagaimana dahulu di masa konfrontasi, kami dapat mendatangkan sedemikian banyak persenjataan dalam waktu begitu singkat.

Artinya, kami dapat melakukan apa saja yang kami mau apabila kami memang mau, sekali lagi, apabila kami memang mau. Dananya ada (sekali lagi ingat, GDP kami terbesar di Asia Tenggara), jumlah orang kaya kami juga lebih banyak daripada jumlah total penduduk Malaysia, tentara kami berpengalaman tempur terbaik di rantau ini, penduduk kami sangat banyak yang berdiam di Malaysia, dan faktor-faktor lainnya yang memastikan kemenangan Indonesia bila perang terjadi.

Adapun, “apabila Malaysia menyerang Indonesia, Malaysia kalah, dan apabila Indonesia menyerang Malayia, Indonesia kalah”, itu sekedar simulasi dengan asumsi persenjataan (laut & udara) yang tersedia hari ini saja, tidak memperhitungkan faktor-faktor potensial. Sesuatu peperangan terjadi tentu bila kedua pihak sudah bersiap-siap secara matang dengan memperbaiki/meningkatkan kekuatan militernya untuk itu. Peningkatan kekuatan militer dengan tujuan perang itu tentu akan menguras GDP. Nah, GDP kami jauh lebih besar daripada Malaysia (USD 511.765.000.000 berbanding USD 222.219.000.000), penduduk kami jauh lebih besar daripada Malaysia (230.462.000 berbanding 27.468.000), kekayaan alam kami lebih berlimpah daripada Malaysia (ini wajar karena negara kami jauh lebih luas daripada Malaysia), yang mana kekayaan alam ini bisa dijual seketika bila kami perlu dana tambahan. Begitulah bila memang perang yang diinginkan. Kami akan mengerahkan seluruh kekuatan kami, baik dana, sumber daya alam, manusia, dll, untuk memastikan kemenangan.

Tentunya, sebagai sesama negara muslim yang serumpun dan berjiran, saya pribadi sangat tidak menginginkan Indonesia-Malaysia berperang. Biarpun seandainya kami berperang lalu menang, maka yang kalah (Malaysia) adalah saudara kami juga. Belum lagi apabila perang itu menjalar sampai ke seluruh wilayah kedua negara, maka yang menderita adalah rakyat kedua negara pula. Indonesia-Malaysia berperang, maka pasti akan ada pihak ketiga yang bersorak sorai gembira & bertepuk tangan, melihat saudara berbunuhan dengan saudaranya sendiri.

Dalam kasus Ambalat ini, saya pribadi tidak pernah membenci orang Malaysia. Banyak warga Malaysia yang menjadi sahabat & keluarga saya.
Yang saya sangat sayangkan hanyalah policy dari kerajaan Malaysia yang telah membuat peta sepihak. Alangkah baiknya, sebagai negara yang bersahabat, peta itu dibuat dengan bermusyawarah dengan negara sekitar, agar tidak terjadi overlapping wilayah kedaulatan. Saudara tentu tahu, bahwa peta Malaysia tahun 1979 itu ditentang tidak hanya oleh Indonesia, tapi juga beberapa negara tetangga kita lainnya. Untuk itu, mari kita runut akar permasalahan pada peta Malaysia 1979 tsb. Perlu dicurigai upaya-upaya pihak luar yang mungkin saja menunggangi pemerintah Malaysia pada waktu itu sehingga sampai membuat peta semacam itu.

Sekali lagi, terimakasih sebesar-besarnya kepada Saudara Ali atas perhatian & kunjungannya. Semoga Indonesia-Malaysia sama-sama kuat & jaya menghadapi segala bentuk adu domba. Kita benar-benar serumpun, bersahabat dan bersaudara. Sebagaimana hubungan kakak adik dalam sebuah rumah, wajar saja apabila adakalanya kakak & adik bertengkar & bergaduh, namun hubungan darah di antara mereka tetap kekal, dan dengan itulah pertengkaran & pergaduhan itu dapat dihentikan, sehingga hubungan persaudaraan justru semakin erat.

Yah,jangan buka semua kartu

Yah,jangan buka semua kartu dong Bang... Repot nantinya. Btw, secret operation tentang naturalisasi warga Indonesia di malaysia terkait pemenangan UMNO masih lanjut atau hanya di jamannya Pak Harto? Gimana klo dukung Ras keturunan Cina dan India supaya berkuasa di malaysia? Terima kasih atas analisisnya.

Tommy

Terima kasih

Yth. Bapak Kazmi,

Terima kasih pencerahannya.
Posting bapak sangat membantu memperdalam pengetahuan dan kecintaan kami kepada tanah air. Kami tetap menunggu pencerahan2 lainnya di masa datang.

Saya dan banyak teman yang mendampingi saya menulis ini, sepakat bahwa bila kesempatan diatas itu tiba, sungguh sebuah kebanggaan apabila pemuda-pemuda itu turut dilibatkan di front.

Bravo Indonesia, NKRI Harga Mati!!

Salam hormat.

Rumpun Melayu Harus Bersatu !!!

Saya setuju dengan pendapat saudara, bila Indonesia dan Malaysia sampai terlibat konflik serius, maka kita akan sama-sama rugi. Sebaliknya pihak lain yang akan mendapatkan keuntungan saat kita sama-sama babak belur. Ingat, selama ratusan tahun orang-orang barat sudah sangat berpengalaman dalam melakukan taktik adu domba. Jadi apa sulitnya bagi mereka untuk melakukannya lagi sekarang? Justru yang disayangkan adalah kita sebagai sesama rumpun melayu, ternyata masih mudah diprovokasi dan di adu layaknya hewan.
Jika kita merunut sejarah ratusan tahun yang lalu, sebenarnya tidak perlu ada konflik antara Indonesia dan Malaysia. Ingatlah, ketika dahulu semenanjung malaya di invasi portugis, dalam rangka untuk menguasai perdagangan di selat malaka, Kerajaan Demak di tanah Jawa tanpa ragu-ragu segera mengirimkan ekspedisi pembebasan. Meskipun misi itu pada akhirnya gagal, namun itu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia (Jawa) saat itu melihat bahwa mereka yang terjajah disemenanjung malaya adalah saudara.
Bahkan jika kita jeli melihat sejarah, operasi yang dilancarkan oleh presiden Soekarno yang dikenal dengan istilah "Ganyang Malaysia" tidak lain adalah upaya Indonesia untuk membantu saudara-saudara di Malaysia untuk mendapatkan kemerdekaan secara penuh dan berdaulat, bukan karena "hadiah" dari penjajah. Sayangnya misi mulia ini kemudian diplesetkan seolah-olah bangsa Indonesia yang berseteru dengan bangsa Malaysia. Siapa yang turut andil dalam menciptakan opini negatif itu? Tentu saja mereka yang akan mendapat untung jika Indonesia dan Malaysia hancur lebur.
Sekali lagi ingat, Allah SWT sudah memberikan kepada kita ras melayu untuk mendiami bumi diwilayah Asia Tenggara. Tempat yang subur, kaya dan damai. Lalu kenapa kita malah mau diadu domba oleh bangsa lain yang berniat menguasai tanah kita kembali?
Sekali lagi ingat, kita ras melayu harusnya bersatu. Karena percayalah, jika kita mau rukun dan bersatu, niscaya Allah SWT akan memberikan kesempatan kepada kita untuk mengatur dunia agar jadi lebih baik.
Tapi jika kita berpecah belah dan berseteru, maka jangan salahkan siapa-siapa jika kita duluan yang akan jadi debu.

ThanksTo Kazmi

terima kasih sdr kazmi di atas aluan sdr itu..
Tujuan saya masuk ke sini adalah bersama-sama bermusyawarah secara aman dengan rakyat Indonesia. Itu sebabnya saya tidak melayani kerenah rakan saya di Malaysia atau di Indonesia yang menggunakan pendekatan kata-kata kesat dan saling bercakaran dengan fakta masing-masing.

Tentu dalam berkata-kata banyak perkara kita boleh sentuh tanpa mengetahui kebenarannya. Rakan-rakan saya minta saya membalas dengan beberapa hujah lagi dan menolak dakwaan sdr tentang pesawat kami. Namun, saya berpendapat.. isu ini akan berlanjutan nanti hingga tiada kesudahan.Seperti juga pemerintah Malaysia pastinya mengemukakan hujah yang bakal disangkal oleh pemerintah Indonesia hingga kita tidak tahu bila akan selesai.
Tambahan pula, bila kita berbicara ditahap ini sebenarnya tidak mengubah apa-apa keputusan pihak pemerintah. Sehingga sekarangpun isu Ambalat tidak lagi selesai atau dibawa ke meja perundingan. Sedangkan semua bloggers atau warga masing-masing telah penat (capek.. bhs Indonesia kot)menyuarakan pendapat hingga ada yang bergaduh dan merosakkan beberapa website kerajaan di kedua belah pihak.

Sdr Kazmi, ini website yang agak bagus dan neutral. Walaupun bahasanya berbeza dengan kami dan adakalanya saya kurang faham. namun saya berusaha untuk memahaminya.
Selanjutnya.. saya suka perenggan terakhir tulisan saudara..

"Semoga Indonesia-Malaysia sama-sama kuat & jaya menghadapi segala bentuk adu domba. Kita benar-benar serumpun, bersahabat dan bersaudara. Sebagaimana hubungan kakak adik dalam sebuah rumah, wajar saja apabila adakalanya kakak & adik bertengkar & bergaduh, namun hubungan darah di antara mereka tetap kekal, dan dengan itulah pertengkaran & pergaduhan itu dapat dihentikan, sehingga hubungan persaudaraan justru semakin erat".

Saya juga doakan begitu..

cumanya untuk makluman umum saudara globalfirepower berdasarkan kuantiti tentera dan persenjataan sedia ada tanpa mengira kualiti. Mereka mengira walaupun senjata itu tidak boleh digunakan lagi.

Kepada sdr sniper.. terima kasih bersedia menyambut kami. Namun, InsyaAllah jika diizinkanNYA, pasti saya akan ke sana lagi. Kalau tidak sayapun, pasti ada rakyat Malaysia tetap berkunjung ke sana. Itu saya amat pasti dan TKI kamu tetap akan masuk dan bekerja bersama-sama kami di sini. Itu juga saya pasti. Jika difikirkan itu sebabnya kita ditakdirkan serumpun.

Thanks also to Ali

Sdr. Ali,

terima kasih juga saya sampai ke anda. Beberapa perbincangan kita sebelumnya semoga ada hikmahnya, dan kami berharap Malaysia - RI dapat saling membangun kekuatan asia tenggara dan bukan saling berebut wilayah/teritorial.

Sebab masa kini banyak pemuda-pemudi yang masih kurang tahu tentang sejarah negaranya, sehingga sampai saat ini masih banyak perdebatan di web-site lain-lainnya dan saling membuat ketersinggungan jiwa patriotik rakyat masing-masing.

Mudah-mudahan pemerintah Malaysia maupun RI bisa memahami bahwa apa saja yang menjadi kebijakan bilateral akan membawa dampak reaksi rakyatnya, dan semoga di masa datang bisa lebih berhati-hati.

Saya Setuju Sniper

Saya amat setuju dengan cadangan membangunkan Malaysia dan Indonesia secara bersama kerana nama negara sahaja sudah hampir sama. Timor Laste yang keluar daripada Indonesia pun tidak mempunyai gambaran nama yang sebegitu rupa.

Saya yakin sekiranya kepakaran kedua-dua negara digabungkan bakal menghasilkan kuasa yang mampu menakutkan dunia.

Tapi saya amat pasti.. akan ada pihak ketiga yang cuba memecahbelahkan hubungan ini dengan fitnah dan provokasi. Jadi, berhati-hatilah dan tuduhan tanpa usul periksa seharusnya dielakkan.

Selamat Maju Jaya untuk rakan-rakanku di Indonesia

Pertandingan olah raga untuk warming-up.

Sdr. Ali.

Kapan mau datang ke Indonesia lagi?
Atau kami yang kesana?

Kami tidak mengajak perang.
Tapi justru tindakan malay yang asumsinya ingin kesana.

Coba lihat :
1. Sipadan-Ligitan,
2. Ambalat,
3. Perbatasan Kalimantan yang dipatok malay semakin masuk ke wilayah Indonesia,
dan sampai sekarang masih sering terjadi,
4. Perlakuan warga anda terhadap TKW Indonesia,
5. Statement warga malay di youtube.com dan juga disini,
6. dan banyak lainnya yang terlalu banyak bila ditulis disini, termasuk cap miskin yang anda berikan ke rakyat Indonesia.

Pemuda-pemudi dan seluruh rakyat Indonesia sudah siap untuk apapun dalam membela negeri ini, namun sekarang masih menghargai tugas pokok TNI-AL, TNI-AU dan TNI-AD, sehingga rakyat ini baru ada kesempatan bicara.
Tapi kami yakin, bila TNI menginginkan, rakyat Indonesia tidak perlu diperintah dua kali. Cukup tanda saja kami siap!

Dari rembukan (musyawarah) teman-teman, bagaimana kalau semangat ini kita salurkan ke hal yang lebih positif untuk saat ini? Misalnya pertandingan olah raga menembak atau combat games seperti Airsoft War Games?

Airsoft war games saja-lah!
Sebab kalau pertandingan menembak sudah Indonesia yang menjadi Juara Umum
http://www.tandef.net/membanggakan-tni-ad-juara-umum-aasam-2009
Peserta:
1. Australia : 1 kontingen
2. Brunei Darussalam : 1 kontingen
3. Canada : 2 kontingen
4. Indonesia : 1 kontingen --->> JUARA UMUM !!
5. Malaysia : 1 kontingen
6. Selandia Baru : 1 kontingen
7. Papua Nugini : 1 kontingen
8. Filipina : 1 kontingen
9. Singapura : 1 kontingen
10. Inggris : 1 kontingen

Dengan begitu, sebelum masuk ke medan perang yang sebenarnya, at least kita bisa tahu kemampuan masing-masing.

Anda yang ke Indonesia atau kami yang ke malaysia?
Tentunya, tuan rumah yang harus menjadi panitia penyelenggara.

Kami siap bila anda yang ke Indonesia.
Siap juga bila kami yang ke malay.

Bila anda yang mau datang, kami bisa tentukan hadiah besar untuk sang juara, agar anda tahu bahwa rakyat Indonesia TIDAK semuanya miskin seperti bayangan anda.

Bila anda bersedia, cantumkan email anda disini agar kami segera menghubungi anda untuk menindak-lanjuti event ini.

Sejahtera nusantara

Salam sejahtera semua,

Buat pertama kali ingin saya selaku warga Malaysia sama-sama berbicara bersama saudara saya di Indonesia atas isu yang mula menjurangkan kita semua.

Isu Ambalat dan mana-mana isu lainnya adalah asam garam kehidupan negara yang berkongsi batasan. Tetapi bagi saya, kedua-dua negara amat memerlukan antara satu sama lain. Saya tidak ingin membandingkan kelengkapan ketenteraan antara kedua negara, tiada penghujungnya.

Saya juga amat kesal dengan sikap individu yang tidak bertanggungjawab yang menghina mana-mana bangsa dan warga, bagi saya mereka ini pendek akalnya dan tidak punya harga diri.

Maka, melihat kepada kematangan perbicaraan, mencuit hati saya untuk sama-sama memberikan pandangan.

Pertama, isu Ambalat harus diselesaikan di meja rundingan. Bagi saya, ini satu permasalahan yang boleh diselesaikan atas semangat Asean sebagaimana lazimnya. Kedudukan geografi Malaysia menyebabkan masalah perbatasan bukan sahaja dengan Indonesia malahan dengan Singapura, Filipina, Brunei dan Thailand. Saya kira dengan kedudukan sebegini, Malaysia bukan pada kedudukan yang selesa. Terbaiknya, kesiap siagaan tetap diutamakan dan diplomasi satu-satu cara terbaik menyelesai konflik yang ada.

Kedua, isu berkaitan pembantu rumah dan sebagainya, Malaysia tidak pernah menafikan hak-hak warga Indonesia dan saya lihat mereka sama-sama menikmati kemakmuran Malaysia. Jika datang ke Kuala Lumpur, hampir keseluruhan peniaga makanan menggunakan perkhidmatan rakyat Indonesia dan malahan ada yang berniaga sendiri. Saya lihat ada yang lebih berjaya dari rakyat Malaysia, atas ketekunan dan kerajinan mereka. Inikan bumi Tuhan Yang Maha Esa, kita semua adalah makhluknya.

Ketiga dan paling utama, dalam Asean, hanya ada 3 negara majoritinya Islam, bermakna kita adalah bersaudara. Walaupun apa jua isu nasional, agama adalah tunjang perpaduan kita.

Keempat, saya mendoakan agar Indonesia akan terus maju dan makmur, kerana Indonesia memiliki kekuatan yang tidak dinafikan sama sekali. Jika elemen korupsi dapat dikurangkan dan kemajuan rakyat diutamakan, maka Indonesia boleh menjadi contoh kepada negara-negara Islam lain.

Jiran yang makmur, maka kami juga akan menerima tempias nikmatnya.

Tahniah atas kejayaan tim TNI dalam kejohanan AASAM 2009. Tahniah atas kejayaan industri pertahanan yang membolehkan kami membeli CN-235 dan mungkin raifal tempur buatan Indonesia, atau juga kereta perisai yang mula dibangunkan.

Bagaimanapun, takziah atas kemalangan udara yang dialami, saya harap satu penyelesaian segera dapat direalisasikan agar kejadian malang ini tidak berlaku lagi.

Salam persahabatan dari Malaysia.

muhamadyusuf's picture

Berbagi ...

Berbagi pengalaman dan kearifan dalam menjalankan negeri masing2 pasti bisa menjadikan Indonesia dan Malaysia menjadi kekuatan yang di segani di Asia..
seperti Jepang dan Korea Selatan sekarang..

Muhamad Yusuf ST
Blok Cepu, Jawa

Pelajaran dari Malaysia

Sedikit komentar dengan manajemen yang dilakukan oleh Malaysia. Saya melihat Malaysia sangat tepat dalam menentukan kebijakan politiknya. (Bukan saya membela Malaysia dalam hal ini)Hal ini sangat penting dalam menentukan langkah berikutnya apa yang akan negara perbuat untuk membela kepentingannya tersebut.
Sang penulis sangat benar, bahwa selain menentukan strategi dalam melindungi kepentingannya untuk mendapat Spratley Island, pemerintah Malaysia kemudian telah memilih kemampuan apa yang harus dikedepankan untuk memperolehnya. Tentunya hal ini adalah sebuah pilihan yang sangat sulit bagi Malaysia karena akan menggelontorkan dana yang sangat besar untuk mendukung kemampuan tersebut.
Sebuah negara tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi dimasa mendatang dengan kondisi geopolitisnya tetapi hanya bisa mempersiapkan segala kemungkinan yang bisa terjadi dimasa mendatang. jadi sangatlah tepat apa yang dilakukan Malaysia dengan pembekalan penggelaran pasukan tersebut termasuk pembangunan segala komponen yang bisa mendukung system international untuk mengesahkan kepemilikannya.
Demikian seharusnya pelajaran yang bisa kita ambil untuk bangsa kita baik dalam menentukan tujuan politik negara maupun capability untuk mendapatkan tujuan politik tersebut. Semoga kita semakin dewasa dengan melihat kasus ini.