Oleh: Kompol Harry Haryadi SIk, M.Hum, Wakapolresta Binjai, Anggota Dewan Pertimbangan TANDEF
Bagi rekan-rekan yang hobi nonton film detektif ataupun film tentang polisi terutama film buatan Amerika yang sudah kesohor menjadi kiblat film dunia, pasti tidak asing lagi dengan kata-kata yang diucapkan oleh Polisi Amerika saat mereka menangkap seseorang, yang bila diterjemahkan kurang lebih menjadi:
- Anda punya hak untuk tetap diam, apapun yang anda ucapkan dapat digunakan untuk melawan anda di pengadilan nanti.
- Anda berhak untuk didampingi pengacara.
- Anda berhak didampingi pengacara yang disediakan negara bila tidak mampu.
Kalimat yang dituliskan di atas dikenal dengan nama Miranda Rules atau Miranda Rights atau Miranda Warnings. Bagaimana dengan di negara kita? Polri tidak mengenal hukum ini namun kita memiliki suatu istilah yang dinamakan "Seruan Polisi", dan kata kata standar yang biasanya diucapkan adalah, "Polisi, jangan bergerak!"

Miranda Rights Card
Menurut www.dictionary.com, Miranda Rules berarti "the rule that police (when interrogating you after an arrest) are obliged to warn you that anything you say may be used as evidence and to read you your constitutional rights (the right to a lawyer and the right to remain silent until advised by a lawyer)". Terjemahan bebasnya adalah peraturan dimana ketika polisi menginterogasi seseorang setelah penangkapan diwajibkan untuk memperingatkan orang tersebut tentang hak-haknya yang dijamin oleh hukum berupa hak untuk tetap diam dan didampingi oleh seorang pengacara.
Bagaimana sejarahnya sehingga Miranda Rights ini menjadi suatu hukum di Amerika?
Ceritanya begini. Miranda adalah nama seorang pria yang merupakan tersangka pelaku perampokan yang nama lengkapnya adalah Ernesto Miranda. Pada tanggal 13 Maret 1963, terjadi perampokan terhadap seorang pekerja bank hingga mengalami kerugian senilai USD 800 di negara bagian Phoenix, Arizona, yang mana bila kita melihat peta Amerika maka negara tersebut terletak di bagian tengahnya. Tak berapa lama kemudian, polisi menangkap seseorang yang dicurigai sebagai pelakunya, bernama Ernesto Miranda.
Selama 2 (dua) jam interogasi dan tanya jawab, selama itu pula ia tidak didampingi oleh seorang pengacara atau penasehat hukum, ataupun ditawari untuk didampingi pengacara. Kemudian ia mengaku tidak hanya melakukan perampokan uang 800 dolar tersebut, tapi ia juga mengaku telah melakukan penculikan dan pemerkosaan terhadap seorang gadis berusia 18 tahun yang dilakukannya 11 hari yang lalu.
Berdasarkan pengakuannya itu, maka Miranda dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun. Selanjutnya jaksa penuntut Miranda mengajukan keberatan ke Pengadilan Arizona namun pada mulanya ditolak dan kemudian banding ke Pengadilan Tinggi Amerika, sehingga barulah keberatan tersebut diterima.
Pada tanggal 13 Juni 1966, Pengadilan Tinggi Amerika membuka persidangan dengan agenda Miranda vs Keputusan Pengadilan Arizona 384 U.S.436 (1966). Kemudian Pengadilan Tinggi mengadakan suatu pengadilan ulang dan menganggap pengadilan di Arizona tidak berlaku dengan alasan pengakuan Miranda tidak dapat dijadikan sebagai barang bukti karena pada saat proses pemeriksaan ia tidak didampingi pengacara. Dan kepadanya diberikan hak-hak yang dapat ia peroleh karena berstatus tersangka.
Pada tahun 1966, Pengadilan Tinggi Amerika membuat suatu aturan bersejarah dengan momen utamanya kasus Miranda vs Arizona dimana kemudian kepada setiap tersangka diberi hak untuk tetap diam, dan penuntut tidak dapat menggunakan pernyataan yang diucapkan oleh tersangka kecuali ia disampingi oleh penasehat hukum.
Kasus ini selanjutnya merubah wajah kepolisian Amerika secara total dalam menangani tersangka pelaku kejahatan atau siapapun juga yang ditangkap oleh polisi, sampai sekarang setiap polisi wajib membacakan Miranda Rights ini atau menyerukannya sebagai peringatan.
"Police! You have the right to remain silent. Anything you say can and will be used against you in a court of law. You have the right to speak to an attorney and to have an attorney present during any questioning. If you cannot afford a lawyer, one will be provided for you at government expense."
Berlakunya Miranda Rights tidak berarti bahwa anda tidak dapat ditangkap bila tidak dibacakan hak di atas, karena pada dasarnya Polisi menangkap seseorang berdasarkan bukti-bukti yang kuat dan petunjuk bahwa orang tersebut adalah pelakunya. Tapi ketika tersangka akan diperiksa maka Miranda Rights ini barulah wajib dibacakan.
Bagaimana selanjutnya kisah Ernesto Miranda ini? Miranda kemudian dijatuhi hukuman selama 11 tahun penjara dan dibebaskan pada tahun 1972, pada usia 34 tahun. Ia ditikam dan kemudian terbunuh dalam sebuah perkelahian di bar pada tahun 1976. Seorang tersangka ditangkap atas penikaman tersebut, dan sebelum ditangkap, polisi membacakan Miranda Rights padanya. Sungguh ironis bahwa polisi membacakannya kepada pelaku pembunuhan Miranda.
————————————————————————————————————————————
Sumber: disarikan dari berbagai sumber dan pernah dimuat sebelumnya di blog saya.
Recent comments
1 week 5 days ago
2 weeks 2 days ago
2 weeks 3 days ago
2 weeks 3 days ago
2 weeks 4 days ago
2 weeks 4 days ago
2 weeks 4 days ago
2 weeks 4 days ago
2 weeks 4 days ago
2 weeks 5 days ago