Recent News

Indonesia Conducts First Test Firing of Exocet from Bung Tomo Corvette

The Indonesian Navy (Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Laut, or TNI-AL) has fired an Exocet anti-ship missile from a Bung Tomo-class corvette for the first time.

The test, in which a MM40 Block 2 version of the missile was fired from first-of-class KRI Bung Tomo (357), was conducted on 28 May in the Java Sea and witnessed by senior navy leaders, including TNI-AL chief of staff Vice Admiral Ade Supandi.

A source close to the TNI-AL told IHS Jane's that the missile was fired at the lead Kupang-class 43 m landing craft utility (LCU) ship, KRI Kupang (582), which was decommissioned in May.

Recent Strategy

Serdadu17's picture

PERADABAN BARU BERTEMPUR TNI: BATTLEFIELD MANAGEMENT SYSTEM

Oleh: Mayor Chb Mohamad Nazar, Perwira Siswa Seskoad 2014

Perkembangan Kebutuhan dan Tuntutan Tugas TNI.

Perkembangan teknologi Angkatan Bersenjata Negara-negara maju saat ini sudah mencapai suatu kemajuan yang sangat pesat. Peperangan yang digelar mempertontonkan pola perang dengan sistem yang modern dan rumit mengatur tentang pengerahan ribuan personel, ratusan pesawat tempur , tank, kapal dan kendaraan yang lain secara bahu-membahu dan berjalan secara teratur. Di dalam “hiruk pikuk” semua pergerakan pasukan tersebut serta ribuan kendaran dan pesawat tempur tersebut terdapat ribuan juga informasi yang menghubungkan kesemuanya itu.

Recent Analysis

kazmi's picture

Korut-Korsel: Pemicu Perang Dunia III? (2)

Oleh: Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Eks Direktur Eksekutif TANDEF 2008-2013

Sebelumnya baca: Korut-Korsel: Pemicu Perang Dunia III? (1)

Perang Korea Jilid Dua & Kemungkinan Perang Dunia

Dengan telaahan yang lebih mendalam terhadap beberapa prakondisi dan insiden akhir-akhir ini, maka dapat ditarik kesimpulan sementara secara empiris sebagai berikut:

1. Perlu dicermati lebih jauh apakah tingkah polah Korea Utara yang semakin berani akhir-akhir ini merupakan ekspresi kesiapan mereka terhadap segala kemungkinan perang (dengan kata lain, benar-benar siap berperang), ataukah sekedar upaya deterrence/penangkalan untuk menyurutkan niat segenap kandidat lawan agar tidak berani melakukan preemptive strike terhadap Korea Utara (atau dengan kata lain, tidak siap perang, tapi sesuai teori Sun Tzu, justru di saat seperti itulah wajib menunjukkan kekuatan kita secara eksesif sebagai upaya deception/pengelabuan). Jawaban terhadap ini bisa ditelaah sebagai berikut:

Qui desiderat pacem, bellum praeparat; nemo provocare ne offendere audet quem intelliget superiorem esse pugnaturem. (Siapapun yang menginginkan damai bersiaplah perang; tidak akan ada yang mau mengancam atau mengganggu siapapun yang lebih kuat.)

kazmi's picture

Korut-Korsel: Pemicu Perang Dunia III? (2)

Oleh: Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Eks Direktur Eksekutif TANDEF 2008-2013

Sebelumnya baca: Korut-Korsel: Pemicu Perang Dunia III? (1)

Perang Korea Jilid Dua & Kemungkinan Perang Dunia

Dengan telaahan yang lebih mendalam terhadap beberapa prakondisi dan insiden akhir-akhir ini, maka dapat ditarik kesimpulan sementara secara empiris sebagai berikut:

1. Perlu dicermati lebih jauh apakah tingkah polah Korea Utara yang semakin berani akhir-akhir ini merupakan ekspresi kesiapan mereka terhadap segala kemungkinan perang (dengan kata lain, benar-benar siap berperang), ataukah sekedar upaya deterrence/penangkalan untuk menyurutkan niat segenap kandidat lawan agar tidak berani melakukan preemptive strike terhadap Korea Utara (atau dengan kata lain, tidak siap perang, tapi sesuai teori Sun Tzu, justru di saat seperti itulah wajib menunjukkan kekuatan kita secara eksesif sebagai upaya deception/pengelabuan). Jawaban terhadap ini bisa ditelaah sebagai berikut:

KRI Cakra Tenggelamkan Berbagai Unsur Laut Negara Sonora dengan Torpedo SUT

Menjawab tantangan musuh yang menguasai dua wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Komando Gabungan (Kogab) TNI melakukan kampanye militer dengan melakukan serangan dari laut, darat dan udara. Puluhan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) terlibat dalam operasi perebutan dua wilayah NKRI yang berada di Kalimantan Timur dan Bima, Nusa Tenggara Barat.

Komando Gabungan TNI Berhasil "Bunuh" Panglima Aliansi Negara Sonora

Kampanye militer yang digelar Komando Gabungan (Kogab) TNI di wilayah Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat selama hampir satu bulan kini membuahkan hasil cemerlang. Keberhasilan tersebut disampaikan Pangkostrad Letjen TNI M. Munir selaku Panglima Komando Gabungan (Pangkogab) TNI, bertempat di Ruang Komando Taktis Kogab yang bermarkas di Pusat Komando dan Pengendali (Puskodal) Koarmatim, Ujung, Surabaya, Sabtu (18/5/2013).

kazmi's picture

Korut-Korsel: Pemicu Perang Dunia III? (1)

Oleh: Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Eks Direktur Eksekutif TANDEF 2008-2013

Secara de facto, dapat dikatakan bahwa Perang Korea telah berakhir pada 27 Juli 1953, namun secara de jure, perang yang telah menelan korban hampir 5 juta jiwa itu sama sekali belum berakhir, karena hingga hari ini belum ada perjanjian damai secara final antara Korea Utara dan Korea Selatan. Yang ada hanyalah gencatan senjata yang dikenal sebagai Korean Armistice Agreement yang ditandatangani pada tanggal 27 Juli 1953 oleh Letnan Jenderal William Harrison Jr selaku perwakilan AS & PBB serta Jenderal Nam Il selaku perwakilan Korea Utara.

salim's picture

Peningkatan Kerjasama Pertahanan Indonesia di Kawasan ASEAN dalam Mendukung Diplomasi Pertahanan

Oleh: Letkol Laut (P) Salim, Dewan Pertimbangan TANDEF

"Diplomasi itu seperti bermain kartu, jangan tunjukkan semua kartu kepada orang lain. Dan jatuhkan kartu itu satu per satu."

Stabilitas kawasan merupakan kepentingan bersama bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Asia Tenggara. Terjaganya stabilitas kawasan akan memberikan keuntungan bagi semua negara kawasan, baik dari aspek politik, ekonomi maupun keamanan. Oleh karena itu, negara-negara di kawasan senantiasa berupaya menjaga stabilitas keamanan yang telah dinikmati pasca Perang Dingin.

TANDEF Sinergikan Kekuatan Antar Komponen Bangsa

Seminar Nasional "Kepemimpinan dan Ketahanan Nasional: Dulu, Kini dan Akan Datang" pada Musyawarah Nasional I TANDEF menghadirkan Pembicara Dr.H.M Jusuf Kalla (Tokoh Nasional dan juga Mantan Wakil Presiden RI 2004-2009), Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri (Mantan Wakasad), Dr. Kusnanto Anggoro (Akademisi & Pengamat Pertahanan), Prof.Dr.Connie Rahakundini (Akademisi dan Pengamat Pertahanan) serta dimoderatori oleh Effendi Ghazali, PhD., MPS.ID.

kikisyahnakri's picture

Sistem Pertahanan-Keamanan yang Melindungi Orde Demokrasi

Oleh: Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri

Pendahuluan

Ucapan selamat dan penghargaan bagi Metro TV yang berencana akan menyelenggarakan program dialog terbuka/interaktif dalam rangka menghadapi Pemilu 2014. Untuk kepentingan itu direncanakan menyusun satu Buku Panduan yang bertema “Arah Dasar Pembangunan Indonesia 2014-2019”. Saya memandang tema ini sangat penting dan strategis. Penting, karena diselenggarakan pada saat negeri kita sedang mengalami krisis multidimensi, terutama krisis kepemimpinan dan krisis demokrasi. Indikasinya antara lain: Besarnya jumlah anggaota DPR/DPRD yang tersangkut masalah korupsi, beberapa mentri serta pejabat eselon 1 pun sudah dipanggil KPK, bahkan lebih buruk lagi adalah hampir separuh dari jumlah Bupati/Walikota dan Gubernur seluruh Indonesia sudah dijebloskan ke penjara, atau paling tidak sudah ditetapkan sebagai tersangka masalah korupsi.

andywanadi's picture

Pentingnya Peranan Satuan Komando Kewilayahan Dalam Rangka Menghadapi Konflik Sosial

Oleh: Letkol Inf Andy Irawan Ch, S.Sos, S.IP., Pamen Mabes TNI AD

PENDAHULUAN

Kehidupan bangsa Indonesia di Era Globalisasi, ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi dan informasi serta era perdagangan bebas, dimana hubungan antar Negara menjadi semakin dekat dan memunculkan perubahan sikap dan perilaku masyarakat sebagai dampak dari perubahan kondisi dinamika sosial. Hal ini adalah sebuah kepastian, bahwa peradaban bangsa-bangsa menuju kepada dimensi ruang yang tak terbatas dan saling berinteraksi satu sama lain. Kenyataan itu tentu menimbulkan tantangan bagi semua negara karena masuknya era keterbukaan dengan sendirinya membawa mindset ideologi dan seperangkat values yang tak dapat dicegah serta dapat mempengaruhi cakrawala berpikir yang seringkali bertentangan dengan akar budaya dan idealisme bangsa.

Undangan Munas Ke-1 TANDEF, Minggu 12 Mei 2013

MUNAS I TANDEF akan diselenggarakan di Aula Gedung Perintis Kemerdekaan, Jl.Proklamasi No.56, Jakarta Pusat, Minggu 12 Mei 2013, jam 09:00 s/d 14:00 WIB.

Seluruh anggota TANDEF, IKASTARA, TNI/POLRI, serta masyarakat luas & media massa diundang untuk berbondong-bondong menghadiri MUSYAWARAH NASIONAL PERTAMA TANDEF yang akan dilaksanakan pada:

Koarmatim Akan Gelar Latihan Perang di Laut Jawa

ARMATIM (7/3),- Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) dalam waktu dekat ini akan menggelar Latihan Perang di sekitar Laut Jawa dan pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur. Rencana latihan tersebut dibahas secara intensif dalam rapat perencanaan yang dipimpin oleh Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum., bertempat di ruang Rapat gedung Laksamana Nala, Koarmatim, Ujung, Surabaya, Kamis (07/03).

Syndicate content