Recent News

Menhan: Anggaran Komponen Cadangan Relatif Murah

Jakarta, DMC - Menhan RI mengatakan penyediaan anggaran untuk mendukung penyiapan Komponen Cadangan relatif murah dan alokasi anggarannya tidak mengambil dari struktur anggaran baru.
Demikian dikatakan Menhan, Purnomo Yusgiantoro, pada forum Rapat Dengar Pendapat dengan anggota Komisi I DPR RI untuk membahas RUU Komponen Cadangan Pertahanan Negara (KCPN), Senin (20/5) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Recent Strategy

salim's picture

Peningkatan Kerjasama Pertahanan Indonesia di Kawasan ASEAN dalam Mendukung Diplomasi Pertahanan

Oleh: Mayor Laut (P) Salim, Dewan Pertimbangan TANDEF

"Diplomasi itu seperti bermain kartu, jangan tunjukkan semua kartu kepada orang lain. Dan jatuhkan kartu itu satu per satu."

Stabilitas kawasan merupakan kepentingan bersama bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Asia Tenggara. Terjaganya stabilitas kawasan akan memberikan keuntungan bagi semua negara kawasan, baik dari aspek politik, ekonomi maupun keamanan. Oleh karena itu, negara-negara di kawasan senantiasa berupaya menjaga stabilitas keamanan yang telah dinikmati pasca Perang Dingin.

Recent Analysis

kazmi's picture

Korut-Korsel: Pemicu Perang Dunia III? (2)

Oleh: Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Eks Direktur Eksekutif TANDEF 2008-2013

Sebelumnya baca: Korut-Korsel: Pemicu Perang Dunia III? (1)

Perang Korea Jilid Dua & Kemungkinan Perang Dunia

Dengan telaahan yang lebih mendalam terhadap beberapa prakondisi dan insiden akhir-akhir ini, maka dapat ditarik kesimpulan sementara secara empiris sebagai berikut:

1. Perlu dicermati lebih jauh apakah tingkah polah Korea Utara yang semakin berani akhir-akhir ini merupakan ekspresi kesiapan mereka terhadap segala kemungkinan perang (dengan kata lain, benar-benar siap berperang), ataukah sekedar upaya deterrence/penangkalan untuk menyurutkan niat segenap kandidat lawan agar tidak berani melakukan preemptive strike terhadap Korea Utara (atau dengan kata lain, tidak siap perang, tapi sesuai teori Sun Tzu, justru di saat seperti itulah wajib menunjukkan kekuatan kita secara eksesif sebagai upaya deception/pengelabuan). Jawaban terhadap ini bisa ditelaah sebagai berikut:

Qui desiderat pacem, bellum praeparat; nemo provocare ne offendere audet quem intelliget superiorem esse pugnaturem. (Siapapun yang menginginkan damai bersiaplah perang; tidak akan ada yang mau mengancam atau mengganggu siapapun yang lebih kuat.)

Menhan: F-16 Tambah, Skadron RI Sangat Kuat

Indonesia sedang meretas kembali ambisi menjadi negara kuat dan disegani dalam hal pertahanan. Menjadi "Macan Asia" yang tak bisa diremehkan negara lain.

Salah satu upaya mewujudkannya adalah dengan memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista). Terkait itu, Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, menyatakan pesawat tempur jenis F-16 akan bertambah menjadi 2 sampai 3 kali lipat dari yang sudah dimiliki TNI AU saat ini.

Menurut Purnomo, jika tambahan pesawat tempur tersebut jadi terlaksana, maka skadron pertahanan udara Indonesia akan menjadi sangat kuat.

Menhan: Indonesia Bisa Lagi Jadi Macan Asia

Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, menegaskan bahwa pengadaan alutsista mengacu pada rencana pembelian selama lima tahun yang telah disusun dalam master list. Namun rencana tersebut dapat berubah apabila dirasa perlu menyesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis.

"Untuk 2010-2014 ini kami buat master list, apa yang mau kami beli, agar diketahui anggarannya berapa. Selama dua setengah tahun ini terjadi perubahan perkembangan atau dinamika lingkungan strategis baik regional maupun global," ujar Purnomo dalam jumpa pers di Aula Bhineka Tunggal Ika Kementerian Pertahanan RI, JAkarta, Rabu 15 Agustus 2012.

Oleh karena itu, perencanaan pembelian yang telah disusun tersebut tentu harus disesuaikan lagi dengan strategi pertahanan. "Itu mempengaruhi penyesuaian perencanaan kita," kata Purnomo.

"Dinamika keadaan terkadang membuat kita harus mengubah rencana kita untuk disesuaikan agar bisa mencapai tujuan," kata Purnomo.

Presiden: 5 Tahun Lagi, Indonesia Macan Asia

Jakarta merupakan salah satu parameter kemajuan perekonomian Indonesia.

KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Indonesia segera menjadi Macan Asia dalam lima tahun lagi. Selain perekonomian yang terus tumbuh positif di tengah krisis Eropa, Indonesia juga terus aktif melakukan politik luar negeri. Cita-cita dan harapan Bapak Pendiri Bangsa Soekarno agar Indonesia menjadi Macan Asia akan menjadi kenyataan.

"Kita juga terus melakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan dan mengembangkan industri pertahanan," kata Presiden seusai memimpin rapat koordinasi bidang pertahanan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (9/8/2012).

SBY: Modernisasi Alutsista Tak Berarti Agresi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan komitmennya untuk meningkatkan anggaran pertahanan. Ia menjanjikan anggaran pertahanan akan mencapai Rp77 triliun pada tahun mendatang.

"Ini peningkatan signifikan. Oleh karena itu, saya pesan agar mengelola anggaran dengan baik, rencanakan dengan baik," kata Presiden SBY saat berkunjung ke Mabes TNI, Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2012.

Angka itu meningkat pesat dibanding anggaran tahun-tahun sebelumnya. Pada 2004, anggaran pertahanan mencapai Rp21,07 triliun, Rp33,67 triliun pada 2009, dan Rp72,54 triliun pada 2012. "Kalau ada perubahan rencana, lakukan sepanjang diperlukan," katanya.

Guspurlabar Gelar MSSP (Malacca Straits Sea Patrols) 2012

Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guspurlabar) menggelar Operasi Malaka Jaya 2012 atau yang lebih dikenal dengan operasi MSSP (Malacca Straits Sea Patrols) tahun 2012. Dalam gelar operasi MSSP-12 tersebut, Guspurlabar melibatkan tujuh unsur KRI dan satu pesawat udara.

KRI Todak-631 merupakan salah satu unsur yang terlibat dalam gelar operasi MSSP-12 sekaligus sebagai kapal markas dari Guspurlabar guna mengendalikan pelaksanaan operasi MSSP-12. KRI Todak-631 yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Rubiyantoro Murniawan.

ridwan aa's picture

Kendaraan Tempur Zeni

Oleh: Mayor Czi Ridwan Ali Abdul MSc, Perwira Staf di Mabes TNI.

Zeni adalah salah satu korps/kecabangan dalam TNI AD yang dapat melaksanakan fungsi teknis militer zeni sesuai dengan kemampuan dan batas kemampuannya. Satuan Zeni, yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai (Military/Combat) Engineering, mampu memberikan Bantuan Tempur Zeni dan Bantuan Administrasi Zeni pada kondisi perang maupun keadaan damai.

Tugas pokok satuan Zeni di daerah tempur adalah memperbesar daya gerak satuan manuver (mobility), menghambat gerak maju musuh (counter-mobility), mempertahankan kelangsungan hidup (survivability and sustainability) satuan manuver dan memberikan bantuan/dukungan logistik (logistics support) kepada satuan manuver yang dibantu.

Embraer Brazil Kirim Empat A-29 Super Tucano ke Indonesia

Sao Paulo (ANTARA News) - Produsen pesawat terbang terkemuka Brazil, Embraer, akan mengirimkan empat pesawat tempur ringan A-29 Super Tucano untuk TNI AU.

Demikian diungkapkan dalam sebuah upacara yang diadakan Senin di fasilitas produksi Embraer di Gaveao Peixoto, yang terletak sekitar 270 kilometer dari Sao Paulo, lapor AFP.

Pesawat-pesawat tersebut merupakan bagian dari delapan pesawat yang dipesan oleh Indonesia pada 2010 untuk menggantikan armada pesawat OV-10 Bronco.

Oke's picture

Lesson Learned dari Pelatihan Interoperability dan Interagency melalui Command Post Exercise Garuda Shield

Oleh: Kapten Arm Oke Kistiyanto, S.AP., Garuda Shield Exercise Planner (2007-2012)

Memperingati 6 Tahun Latihan Bersama Garuda Shield (2007-2012)

Latihan Bersama Garuda Shield adalah latihan bersama antar negara yang diselenggarakan oleh host Nations Indonesia khususnya TNI dengan konteks peacekeeping operations yang telah dimulai sejak tahun 2007 yang lalu. Latihan ini merupakan salah satu bagian dari programGPOI(Global Peacekeeping Operation Initiative)di kawasan Asia Pasifik dalam rangka menyiapkan personel militer yang memenuhi standar untuk penugasan Misi PBB di seluruh dunia.

Serdadu17's picture

Digitalisasi Satuan Infanteri

Oleh: Mayor Chb Mohamad Nazar, Dewan Pertimbangan TANDEF

1. Pendahuluan.

Cari, Dekati dan Hancurkan adalah sebuah tulisan yang terbentang di Lapangan Yudha Wastu Pramuka di Pusat kesenjataan Infanteri TNI AD di Bandung. Kemampuan dasar Infanteri ter-representasikan di dalam kalimat itu. Satuan Infanteri di dalam perkembangannya telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Berbagai taktik, tehnik, peralatan dan alutsista yang lain secara terus menerus dikembangkan oleh Satuan Infanteri.
Kemampuan pertempuran jarak dekat di dalam sebuah pertempuran menjadi hakekat di dalam melaksanakan fungsi Infanteri. Dimulai dengan mencari keberadaan musuh, kemudian bergerak di berbagai medan untuk mendekati sasaran sampai dengan menghancurkan dengan segala sumber daya yang dimiliki.
Ketiga kemampuan dasar Infanteri ini dilihat dari segi keilmuan dapat dikembangkan terus menerus, baik melalui lembaga-lembaga  pengkajian, lembaga pendidikan maupun lembaga lainnya yang dirasa dapat meningkatkan kemampuan pasukan Infanteri secara keseluruhan.

Sejarah Baru, KRI Sultan Hasanuddin Jadi Markas MTF/UNIFIL

Menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Satgas Maritim TNI Konga XXVIII/D UNIFIL 2012 dan seluruh prajurit KRI Sultan Hasanuddin (SHN)-366 dan juga TNI AL, karena pada on task yang keempat ini, MTF Commander Rear Admiral Wagnen Lopes de Moraes ZAMITH dengan tiga orang stafnya dan Chief of Staff of LAF Navy Rear Admiral Nazih Baroudi dengan seorang stafnya onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366 dan menjadikan KRI Sultan Hasanuddin-366 sebagai kapal markas (flag ship), belum lama ini, Jum’at (13/7).

Syndicate content