Penerbal Datangkan Heli Penghancur Kapal Selam

Helikopter Anti Kapal Selam (AKS) atau secara internasional disebut ASW (Anti Submarine Warfare) Helicopter memiliki peranan vital dalam peperangan anti kapal selam, meliputi tugas pendeteksian posisi kapal selam lawan melalui sonar dan berbagai perangkat deteksi bawah air lainnya, lalu selanjutnya menghancurkan kapal selam lawan tersebut dengan torpedo yang dibawanya.

Bandung (ANTARA News) - Komandan Pusat Penerbang TNI Angkatan Laut (Penerbal) Laksamana Pertama TNI Sugianto menyatakan masih terus menjajaki jenis helikopter anti kapal selam (Kaman SH-2G Super Seasprite) yang akan memperkuat jajaran TNI dalam melakukan pengawasan perairan Indonesia.

"Masih terus melakukan penjajakan jenis helikopter anti kapal selam itu. Tahun ini diintensifkan, selain penjajakan juga mencoba sendiri keunggulannya," kata Sugianto disela uji coba Heli NBell-412EP di PT Dirgantara Indonesia Bandung, Selasa.

Menurut Sugianto, saat ini dibutuhkan satu skadron heli anti kapal selam. Minimal dalam waktu dekat ini ada setengahnya atau enam unit sudah mencukupi kebutuhan dalam rangka meningkatkan kemampuan pengawasan perairan di Indonesia.

Namun tidak disebutkan dari negara mana helikopter mutakhir yang bisa mendeteksi kehadiran kapal selam dan bahkan menghancurkan di tengah lautan.

"Kita cek dulu, coba dulu keunggulannya, jangan sampai spesifikasinya tidak cocok dengan yang kita butuhkan," katanya.

Menurut Sugianto, pesawat-pesawat itu akan ditempatkan di KRI-KRI yang memiliki helipad. Kehadiran helikopter di KRI adalah merupakan kepanjangan mata dan telinga dari kapal TNI AL. Laut Indonesia yang luas tidak memungkinkan untuk dijangkau oleh KRI mengingat kekuatannya yang terbatas.

Helikopter anti kapal selam memiliki spesifikasi untuk manuver yang handal di lautan. Selain memiliki kemampuan terbang dengan kecepatan tinggi, juga harus mampu bermanuver saat menurunkan perangkat sonar pendeteksi kapal selam.

"Heli itu dilengkapi dengan alat pendeteksi kapal selam yang diturunkan ke laut, selanjutnya hasilnya dideteksi di pesawat untuk selanjutnya memastikan kehadiran kapal selam. Kemampuan manuvernya saat menurunkan alat pendeteksi sangat diprioritaskan," katanya.

Sementara itu dalam waktu dekat ini, TNI AL akan mendapat tambahan tiga pesawat heli NBell 412EP produksi PT Dirgantara Indonesia. Satu diantaranya sudah rampung, sedangkan dua lainnya dalam tahap penyelesaian.

"Ditargetkan pada HUT TNI AL pertengahan 2012 ini, NBell terbaru kami dipamerkan di sana," kata Sugianto.

Pesawat NBell 412EP memiliki keunggulan dibandingkan NBell pendahulunya, karena dilengkapi dengan Auto Pilot yang memungkinkan pesawat dikendalikan secara otomatis dan mengurangi beban pilot dalam mengoperasikannya.

Spesifikasi Teknis

Kaman SH-2G yang diincar TNI AL dapat dioperasikan oleh 3 kru, yakni Pilot, Kopilot yang dapat berperan sebagai koordinator taktis, serta Operator Sensor. Kecepatan maksimum helikopter ini mencapai 138 knots atau 256 km/jam, dan mampu mengarungi jarak jelajah sejauh 540 mil laut atau sekitar 1.000 km, dengan ketinggian jelajah 18.000 kaki (3.000 m).

Terkait persenjataan, dengan 2 cantolan senjata (hardpoint) yang dimilikinya, helikopter ini dapat mengangkut beraneka persenjataan yang diperlukan untuk peperangan anti kapal selam maupun anti kapal permukaan. Untuk anti kapal selam, ia dapat mengusung 2 torpedo Mk 46 ataupun Mk 50. Untuk anti kapal permukaan, dapat mengusung AGM-65 Maverick, AM-39 Exocet, dll.

---

Sumber Berita:
Antara
Wikipedia

Foto:
Wikipedia