Peranan Organisasi Manajemen dalam Accident

jkginting's picture

Oleh: Kapten Tek J.K.Ginting, Komandan Flight Pemeliharaan Skadron Udara 6 Wing 4 Lanud Atang Sendjaja, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF

Dalam setiap pergantian pimpinan di lingkungan TNI Angkatan Udara, baik di tingkat pusat maupun di tingkat satuan kerja khususnya Skadron Udara/Skadron Teknik, selalu terungkap tekad untuk mewujudkan "Zero Accident". Zero Accident telah menjadi visi TNI AU yang selalu didengungkan dari waktu ke waktu dan telah menjadi tekad TNI AU untuk dapat diwujudkan di segala lapisan. Faktanya, mewujudkan zero accident membutuhkan kerja keras. Di satu sisi, zero accident memang harus terus menerus didengungkan, namun kita harus pula menyadari bahwa implementasi dan orientasi keselamatan terbang dan kerja (Lambangja) yang kurang tepat atau kurang peka terhadap perkembangan falsafah aviation safety justru akan menjadikan zero accident sebagai slogan tanpa makna.

Sejauh ini, terdapat beberapa prinsip dasar dalam pemahaman Lambangja di lingkungan TNI AU. Prinsip-prinsip dasar tersebut terutama berkaitan dengan definisi Lambangja, penyebab kecelakaan terbang dan kerja, faktor utama penyebab kecelakaan terbang dan kerja serta falsafah Lambangja itu sendiri. Tulisan ini tidak akan mengkaji prinsip-prinsip dasar ini secara rinci karena hal itu sudah menjadi tema rutin dalam setiap sosialisasi Lambangja TNI AU, baik dalam kesempatan ceramah di satuan-satuan kerja, pelajaran di lembaga pendidikan dan sebagainya. Sebaliknya, tulisan ini akan menyodorkan sebuah pandangan lain yang walaupun bukan merupakan pandangan yang baru namun tampak belum populer dan menjadi pemahaman mendasar dalam kajian masalah-masalah safety di TNI AU.

5 M

Secara pribadi saya sngt sependapat dgn pola pikir ini. Kita sudah terjebak dalam slogan dan terbuai tanpa ada tindakan kongkrit dalam mewujudkan. Sangat manusiawi teori lebih mudah untuk dikatakan namun sangat berat untuk dilakukan. Tentunya bukan berarti kita tidak akan berteori...Man menempati posisi favorite dalam penelitian setiap kejadian kecelakaan psw.Secara fakta memang itu yang ter record. materiil boleh dikatakan jarang,mengingat menyangkut "hajat hidup orng banyak".media , management n mission berturut-turut menempati peringkat selanjutnya.
Management atau secara taktis boleh dikatakan system yang belum mapan dalam organisasi saat ini... Memang filosofi dasar tentang lambangja adalah kecelakaan dapat dicegah, namun kita mesti ingat dan sadar bahwa habitat manusia secara kodrat dan suratan dari ilahi adalah di darat, dan jika manusia sekarang mampu menjelajah di media udara itu adalah tidak lain atas kuasa ilahi...So Zero accident sepertinya terlalu irrasional.karena nila 0 atau zero adalah parameter yang sangat absolute dan absurd untuk dicapai....