"Hendaknya perjuangan kita harus kita dasarkan pada kesucian. Dengan demikian, perjuangan lalu merupakan perjuangan antara jahat melawan suci. Kami percaya bahwa perjuangan yang suci itu senantiasa mendapat pertolongan dari Tuhan.
Apabila perjuangan kita sudah berdasarkan atas kesucian, maka perjuangan ini pun akan berwujud perjuangan antara kekuatan lahir melawan kekuatan bathin. Dan kita percaya kekuatan bathin inilah yang akan menang. Sebab, jikalau perjuangan kita tidak suci, perjuangan ini hanya akan berupa perjuangan jahat melawan tidak suci, dan perjuangan lahir melawan lahir juga, tentu akhirnya si kuat yang akan menang.
Telah diakui oleh beberapa pemimpin perjuangan di berbagai tempat, bahwa kemunduran dan kekalahan yang diderita oleh barisan yang berjuang itu adalah manakala anggota-anggota barisan tadi mulai tidak suci lagi dalam perjuangannya dan rusuh dalam tingkah laku dan perbuatannya."
(Pidato Pertama Panglima Besar Jenderal Soedirman setelah pelantikannya sebagai Panglima Besar TKR, 25 Mei 1946)




mantap dengan demikian
mantap dengan demikian kedaulatan kita akan tetap terjaga
CO
Tepatnya, CO P. Nipah ini berapa ya? Penasaran pengen liat di google earth :)
Terlalu mahal
Benar-benar suatu upaya yang mahal, bukan saja biaya untuk pengurugan periran di sekitar p Nipah dan pembangunan fasilitas untuk penjagaannya, tetapi juga untuk penempatan dan pergantian awak aparat pengamanannya. Berapa banyak lagi pulau strategik yang kedudukannya sama spt pulau Nipah. Apakah semuanya hrs juga dibangun spt p Nipah? Salah-salah APBN tidak cukup utk itu. Apakah tidak mungkin dengan menggunakan biaya yg lebih sedikit utk mengamankan pulau-pulau terluar yang strategik dalam menentukan base line? Pengadministrasian negara dan penempatan penduduk atau pemanfaatan pulau utk sudatu usaha dapat menjadi pilihan-pilihan untuk itu. Apakah cara-cara spt itu sdh dilakukan oleh negara?
Salut buat crew patroli maritim TNIAL yang sudah melakukan pemotretan atas perkembangan p Nipah, yang dulu saya kenal hanya merupakan karang kecil di tengah lautan yang luas. Bravo
langkah yang strategis
langkah yang strategis dengan rebuild p.nipah, ditambah adanya pos tni al dan satgas marinir. diharapkan dapat menunjukkan kepada tetangga, bahwa p.nipah adalah salah satu dari gugusan kepulauan milik kita.
Contoh yang tidak perlu dicontoh
P Nipah yang direklamasi adalah contoh dari ketidakmampuan kita berpikir untuk kepentingan yang lebih luas dan ketidakmampuan kita menjaga kedaulatan. Pencurian pasir dari Nipah dibiarkan, uang yang masuk hanya segelintir kecil (dari retribusi galian). Keuntungan pergi ke pengusaha...oknum aparat yang menjadi beking... dan paling besar pergi ke Singapura
Biaya untuk mereklamasi P Nipah mencapai +/- 300 M sedangkan retribusi hanya mencapai Rp 11-13 M.
Siapa yang paling dirugikan?
Antisipasi dampak pemanasan global thd pulau-pulau terluar
Kita semua tahu bahwa pemanasan global sekarang sedang berlangsung, dan sulit untuk menghentikannya. Es-es di puncak-puncak gunung dan di kutub-kutub bumi mencair. Akibatnya permukaan laut akan naik, yang akan menenggelamkan banyak pulau-pulau kita. Dan kalau pulau yang tenggelam adalah pulau-pulau terluar, maka konsekuensinya dapat mengurangi wilayah laut kita secara serius. Pemerintah harus segera melakukan pengamanan pulau-pulau itu, terutama gosong-gosong yang muncul waktu pasang dan tenggelam waktu surut. Di tempat-temmpat itu perlu dibangun bangunan-bangunan buatan untuk memancangkan bendera merah-putih untuk menjadi tanda bahwa itu adalah milik Indonesia. Dengan demikian akan dapat mengamankan wilayah teritori kita di laut. Jangan nunggu sudah hilang baru kebakaran jenggot mengamankannya. Semoga tulisan ini dibaca oleh yang pejabat terkait
Memancangkan Bendera Merah Putih
TNI AL kan banya kapal - kapalnya yang sudah tidak layak operasional, kita tarik aja ke pulau - pulau terluar yang kira - kira terancam abrasi dan kenaikan muka air laut. Tarik sampai kandas di tangah, Kasih bendera merah putih, ganti 1 tahun sekali kan beres, 20 tahun lagi kalau APBN mengijinkan tinggal d reklamasi. Dari pada kapal tua di tenggelamkan/ di besi tuakan kanmending di monumenkan di tengah laut.