Profil Taruni Akademi Kepolisian

wnugroho's picture

Oleh Iptu Wahyu Nugroho, Akademi Kepolisian RI, Semarang

Dimulai pada medio tahun 2003, terdapat nuansa baru di Akademi Kepolisian. Dimana sebelumnya Akpol hanya mendidik Taruna yang berjenis kelamin laki-laki saja. Namun semenjak saat itu Akpol mulai menerima Taruna wanita, atau yang selanjutnya biasa disebut dengan Taruni. Sampai dengan saat ini Akpol telah mendidik 6 angkatan Taruni, 3 angkatan diantaranya sudah lulus dan telah melaksanakan dinas di berbagai wilayah RI. Jumlah setiap angkatan berbeda-beda, berkisar antara 30 sampai 60 orang.

Ternyata gampang-gampang susah untuk membina karakter seorang Taruni, yang pada dasarnya merupakan kodrat seorang wanita dengan sifat lemah lembut, untuk dibentuk menjadi insan yang berjiwa tegar dan tangguh menghadapi segala bentuk tantangan dalam tugas nantinya. Secara fisik, hampir seluruh kegiatan yang dilaksanakan Taruna (laki-laki) juga diikuti oleh Taruni, walaupun dengan porsi yang berbeda, seperti lari, cross country, mounteneering, rapling, halang rintang, dll. Sehingga dapat digambarkan bagaimana kekuatan fisik yang dimiliki calon srikandi-srikandi Polri ini, dibandingkan dengan remaja seumurannya yang tidak mengenyam pendidikan semacam ini. Meskipun demikian, seorang Taruni tidak boleh juga meninggalkan kodratnya sebagai wanita. Makanya disela-sela kegiatan yang padat diselipkan kurikulum khusus untuk mempertajam naluri kewanitannya, seperti kegiatan memasak dan merias diri.
Original Article

syarat jadi taruni

apa saja syarat menjadi seorang taruni?

Rujito's picture

Perekrutan perwira polisi

Kepolisian RI dalam merekrut calon perwiranya melalui beberapa jalur, yaitu melali Akademi Kepolisian, melalui Sekolah Calon Perwira, dan melalui Sekolah Perwira Sukarela dari berbagai perguruan tinggi. Perekrutan melalui Sekolah Calon Perwira mungkin untuk kepentingan terbatas dalam mencukupi tuntutan organisasi di tingkat pelaksanaan. Sedangkan untuk mencetak kader-kader pimpinan kepolisian negara untuk keperluan pembibitan pimpinan tingkat puncak di lakukan melalui Akademi Kepolisian dan perekrutan sarjana lulusan perguruan tinggi. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah perekrutan melalui Akademi Kepolisian masih diperlukan dan masih relevan dengan perkembangan zaman? Akademi Kepolisian dan juga berbagai akademi kedinasan dalam organ pemerintahan lainnya dibentuk karena masih sangat langkanya pemuda-pemuda terpelajar lulusan perguruan tinggi di awal-awal kemerdekaan negara RI di tahun 1950-an. Namun, sekarang di abad 21, di mana sudah berlebihan sarjana lulusan perguruan tinggi apakah masih relevan perekrutan kader pimpinan kedinasan dalam instansi pemerintahan melalui suatu akademi khusus kedinasan. Apakah tidak lebih murah kalau merekrut mereka dari sarjana-sarjana lulusan perguruan tinggi melalui seleksi khusus dan pelatihan khusus juga. Dengan demikian akan membuka lebih luas lapangan kerja bagi para lulusan perguruan tinggi.
Sebagai satu perenungan

mohon doa restu untuk menjadi taruni

assalamualaikum
perkenalkan nama saya tiur bunga gadissa. tahun ini saya mendaftarkan diri untuk menjadi seorang taruni. tgl 20 mei saya sudah mendaftar ke polda semarang dan tanggal 28 mei nanti saya akan kesemarang lagi untuk mengikuti tes rikmin awal.
mudah2an saya lolos dan dapat mengikuti tes2 selanjutnya sampai saya diterima menjadi seorang taruni dan dapat mengikuti pendidikanya dengan baik. ini cita2 saya dari dulu untuk menjadi seorang taruni. mudah2an diberi kemudahan. Amin.

fakta atau 'fakta'

salam dr saya!!!
terkadang saya mrasakan betapa susahnya utk menjadi seorang taruni yg benar2 tangguh,bersih dan tidak hny memikirkan 2 hal pokok yaitu tahta dan harta.
tapi utk hidup memang membutuhkan perjangaun dan ini saya setuju dari sudut pandang tingkat kesulitan tapi tidak setuju dari segi konvensional. terima kasih.

bertanya

pak,apakah bisa klo lulusan sma/smk masuk ke akademi kepolisian?