Oleh Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Direktur Eksekutif TANDEF

Harapan kita tentunya perang ini tak akan pernah terjadi, namun, let's hope for the best, prepare for the worst. Di bawah ini beberapa scene dari simulasi yang saya buat di Jane's Fleet Command yang sudah saya rombak sehingga bisa mensimulasikan Indonesia & negara-negara di sekitarnya, termasuk Singapura, Malaysia. Dalam gambar-gambar di bawah ini, saya membuat simulasi dimana Indonesia & Malaysia berada di satu pihak (kawan), dan Singapura diposisikan sebagai lawan.
Hasil akhir, tidak disangka kita cukup bisa berbicara. Kapal selam diesel elektrik kita berperan besar melumpuhkan armada lawan. Sebagai bayarannya, banyak kapal permukaan kita yang tumbang dihajar Harpoon yg diluncurkan dari kapal permukaan Singapura maupun dari F-16C/D nya yang berkemampuan anti kapal permukaan. Pesawat-pesawat udara kita juga banyak yg harus jadi korban.







mas, simulasinya kok aneh
mas, simulasinya kok aneh ya... RI+Malaysia vs Singapura :D
pertama, apa ya ndak malu kalo liat posturnya yg dua 'negara besar' lawan yg satu negara 'liliput'?
(terlepas dari teknologi dan sista militer Sin yg lebih canggih)
kedua, kira2 apa untungnya buat RI perang vs Singapura? perang biasanya bertujuan akhir untuk pendudukan-->menguasai sumber daya. lah singapur punya sda apa??
kecuali perangnya memang perang terbatas yg iseng2 doang, ala India-Pakistan atawa Iran-Irak dulu. perang demi mempertahankan prestise negara.
boleh gak mas bikin skenario RI vs Aussie atau RI vs Malaysia yg sptnya lebih real dalam kenyataan yg ada?
bisa dipicu dengan konflik terbatas di Kalimantan untuk Malaysia atau di Indonesia Timur untuk Aussie.
:)
Jangan Meremehkan Singapura
Menurut saya, kita tidak boleh meremehkan negara mana pun, termasuk Singapura. Memang secara wilayah Singapura merupakan negara liliput dibandingkan dengan Indonesia. Akan tetapi, kekuatan pertahanan Singapura (dari sisi alutsista) merupakan yang terkuat dibandingkan dengan Malaysia, Philipiha, dan Indonesia.
Saya setuju bahwa kita juga perlu mensimulasikan perang antara Indonesia vs Malaysia dan Indonesia vs Australia. Bahkan, Indonesia vs Singapura juga perlu. Apabila Singapura melakukan pendadakan, saya yakin Indonesia akan langsung rontok. Akan tetapi, untuk menaklukkan Indonesia secara keseluruhan tidaklah mudah. Apalagi kita memiliki doktrin sishankamrata. Namun, sekali lagi, simulasi perang itu tidak memperhitungkan kekuatan di luar kekuatan militer dan alutsistanya. Itu yang perlu kita ketahui.
Moh Arif Widarto
http://moharifwidarto.com
bro, bikin lagi dong
bro, bikin lagi dong simulasinya
sekali ini indo vs malaysia, setting d ambalat..
skala konfliknya dibikin 2 skenario:
- perang terbatas
- perang habis2an (indo nyerang semenanjung atau msia nyerang jawa)
seru nih.. tapi sebelumnya data kapal Indo dikumplitin dulu yah.. anggaplah.. SIGMA dah dapet SSM sama SAM (C802?), Sukhoi dah kumplit 10 biji fully armed.. :D, Kilo Sub boleh dibuat dah dateng boleh jg enggak deh.. biar imbang :)
thanks beforehands, boss!
Simulasi Pertempuran Ambalat
Kebetulan sekali pertempuran Ambalat baik dalam skala terbatas maupun habis2an sudah pernah saya simulasikan dalam Jane's Fleet Command.
Dan persis seperti yg Sdr.Beq usulkan, data alutsista dalam database Jane's Fleet Command yg saya rombak ini memang sejak awal telah saya majukan untuk asumsi kondisi beberapa tahun ke depan.
Jadi, diasumsikan SIGMA sudah dilengkapi dengan MM-40 Exocet SSM, Mistral SAM (Tetral), A244 Torpedo, dll. Beberapa FPB-57 juga kita lengkapi dengan C-802. Lalu, saya asumsikan pula Su-27SK mengusung AA-10 Alamo & AA-12 Archer, serta Su-30MK mengusung AA-10 Alamo, AA-12 Archer, dan AS-18 Kazoo. Sementara F-16A/B mengusung AIM-9P-4 all aspect & AGM-65 Maverick, dan F-5E/F mengusung AIM-9P-2 rear aspect. Hawk-100/200 mengusung AIM-9P-2 rear aspect & roket FFAR.
Untuk perang terbatas:
Pihak TLDM diasumsikan mendatangkan gugus tugas sbb:
1. Fregat kelas Lekiu - 1 kapal dari 2 kapal yg ada
2. Korvet kelas Laksamana - 2 kapal dari 4 kapal yg ada (korvet ini memiliki area air defense yg cukup bagus dengan mengandalkan Aspide SAM & kemampuan anti kapal yg sangat ekstensif dengan Otomat SSM)
3. Beberapa korvet & PCFG lainnya (datanya ada di rumah & saya tidak hapal, jadi semua ini hanya sejauh yg saya ingat di luar kepala)
4. Kapal selam kelas Scorpene
Di sisi lain, saya mengasumsikan TNI AL akan mengirimkan gugus tugas sbb:
1. Korvet kelas Sigma - 3 dari 4 kapal yg ada, dengan persenjataan tsb di atas,
2. Fregat kelas Van Speijk - 2 dari 6 kapal yg ada, yakni KRI KST & KRI AHP, dengan asumsi Harpoon nya masih bisa dipakai :)
3. KRI Fatahillah & KRI Nala, masing2 dengan MM-38 Exocet.
4. KRI Ki Hajar Dewantara, dengan MM-38 Exocet & SUT Torpedo.
5. 2 PFCG kelas Mandau dari 4 yg ada.
6. Beberapa korvet kelas Parchim untuk tugas Anti Kapal Selam.
7. KRI Cakra (kapal selam), dengan SUT Torpedo.
Untuk dukungan udara:
TUDM: 3 F/A-18 dilengkapi Harpoon, 6 F-5E/F, 6 Su-30MKM, 6 Hawk-108/208 (Mig-29 diasumsikan absen karena kurang suku cadang)
(kesemuanya berangkat dari Labuan AFB)
TNI AU: 3 F-16A/B dilengkapi Maverick, 4 F-5E/F, 4 Su-27SK, 3 Su-30MK/M, 10 Hawk 109/209
(kesemuanya berangkat dari Lanud Tarakan)
Hasil akhir:
Mari kita tebak bersama...hehehe
Untuk perang habis2an yg mengerahkan seluruh alutsista yg ada, ada dua hasil:
1) Bila Indonesia menyerang Malaysia, kita akan kalah.
2) Bila Malaysia menyerang Indonesia, Malaysia akan kalah.
Kedua hasil ini terkait erat dengan postur pertahanan kedua negara yg sama2 tidak berbakat sebagai kekuatan ofensif.
:D
hehehe.. kalo perang habis2an udah curiga sih bakalan menang jadi arang kalah jadi abu itu.. :D
rasa2nya nggak segila itu jg jenderal2 Indo ama Msia buat lakuin itu. Paling kalopun dilakuin ya..
- Indo: sebatas mencoba meraup wilayah Msia di Kalimantan
- Msia: mencoba meraup Natuna atau wilayah Kalimantan kita juga :D
bro, yg skala terbatas jadinya gimana tuh ya?
btw di situs ini belum ada yg nulis rekomendasi enaknya kudu gimana Indo di kasus ambalat?
apa TNI AL sebaiknya mulai open fire dengan tembakan peringatan? apa kita mulai sebar ranjau di sisi utara Ambalat? atau ops intelijen bikin rusuh di DN Msia? atau dimulai dengan ops behind enemy line oleh Kopaska/Kopassus dengan misi sabotase Kapal/Pesawat Msia?
Atau gimana bro?
soalnya mnr sy kecil kemungkinan ini bisa selesai di meja perundingan kl liat kinerja diplomasi kita belakangan ini :(
Untuk skala terbatas, hasilnya...
Yang jelas, untuk skala terbatas ini, kita masih punya peluang menang (dari hasil akhir simulasi saya yg berlangsung sekitar 3 jam, efisiensi serangan adalah 31%, artinya kita masih unggul sebesar 31% terhadap lawan), asalkan cantik memainkan kapal selam & bisa survive terhadap serangan Otomat SSM maupun MM-38/40 Exocet SSM, yakni dengan memaksimalkan penangkisan serangan udara.
Pada KRI, penangkisan serangan udara ini secara cukup efektif walaupun sangat terbatas dapat dilakukan baik dengan rudal Mistral, maupun meriam OTO Melara 76mm, Bofors 57mm, dsb.
Intinya, guided or fire-controlled air defense sangat berpengaruh terhadap survivability kapal permukaan dalam menghadapi serangan rudal permukaan-ke-permukaan yg pasti akan ditembakkan lawan sebegitu kapal kita terdeteksi oleh mereka.
Perairan Ambalat ke timur adalah perairan dalam, sehingga kita harus memaksimalkan kemampuan peperangan bawah air dengan mengandalkan kapal selam. Untuk itulah, kita perlu mempertahankan KRI Cakra & Nanggala, serta perlu mendatangkan kelas Kilo. Setidaknya, kehadiran kapal selam akan menjadi daya getar & daya tangkal tersendiri yg dapat membuat kita "menang sebelum berperang".
Untuk menghindari operasi pendeteksian kapal selam kita oleh pesawat udara / helikopter lawan yg pada gilirannya dapat membahayakan kapal selam kita, maka satuan pesawat tempur TNI AU yang sudah disiapkan di Tarakan harus melaksanakan combat air patrol (CAP) untuk berpatroli & menjatuhkan setiap pesawat/heli yg mendekat yg diperkirakan akan/sedang melakukan search & attack terhadap kapal selam kita. Tentunya, unit CAP kita ini akan ditantang duel oleh unit CAP lawan yg diterbangkan dari Labuan, dan di sinilah akan terjadi peperangan udara yg cukup menentukan bagi tahapan selanjutnya.
Bila air superiority telah kita pegang, maka mudah bagi kita untuk melaju ke ronde berikutnya. Sebaliknya, bila tidak, maka nightmare bagi seluruh gugus tugas kita.
Ada satu hal yg menarik dalam simulasi ini, walaupun kedua pihak sama2 mengerahkan kapal selam, ternyata kapal selam kita (KRI Cakra, kelas T209) dapat mendeteksi KD Tunku Abdul Rahman (kelas Scorpene) lebih dulu dan dapat meluncurkan torpedonya lebih dulu (karena jangkauan torpedo kita (SUT) memang lebih jauh daripada torpedo lawan. ) Alhasil, KD Tunku Abdul Rahman rontok oleh SUT buatan PT.DI itu. Ini terjadi pada sekitar jam ke-2 simulasi, dimana masing2 gugus tugas dari kedua pihak semakin maju, dan KD Tunku Abdul Rahman sebagai unit kawal terdepan lawan sudah masuk dalam jangkauan tembak SUT.
thanks
thanks yah bro.
btw jd penasaran nih metode simulasinya itu spt apa ya? harus subscribe ke Jane's dulu ya biar bisa liat?
atau bisa diposting disini biar bisa diliat rame2?
btw soal rekomendasi penyelesaiannya dijawab dong, bro?
barangkali ada crazy ideas yg bisa bikin ini selesai tanpa perang terbuka/frontal :D
Metode Simulasi
Ngga perlu subscribe kemana2 Mas.
Kalo subscribe ke Jane's malah ga dapat, karena Jane's Fleet Command yg asli malah ngga ada data Indonesia nya.
Ini adalah Jane's Fleet Command hasil rombakan saya selama bertahun2, jadi otomatis harus mencopy databasenya dari tempat saya. Kebetulan database ini sudah saya bagikan ke beberapa teman di TNI juga.
Yang saya bisa tampilkan di situs ini mungkin sekedar printed screennya saja. Nanti akan saya tampilkan di dalam tulisan singkat yg khusus membahas simulasi pertempuran Ambalat ini. Tapi kalo Mas tidak sabar, bolehlah saya kirimkan lebih dulu via email :D
Mungkin Mas bisa bikin username di situs TANDEF ini agar saya nanti bisa mengirimkannya via alamat email yg Mas daftarkan itu.
Re: Metode Simulasi
Bro Kazmi,
saya sudah daftar. emailnya yg tercantum disitu yah.
username 'beq'.
thanks berat sebelumnya. terusterang jadi tambah penasaran.
btw, di Jane's yg bro input. posisi awal pasukan pemukul RI gimana ya?
setahu saya kalau mau realistis dg situasi skr:
ada +/- 6 KRI yg selalu patroli di sekitar ambalat. keenam kapal inilah yg bertugas menahan musuh yg masuk bila terjadi pendadakan. mereka harus bisa menahan musuh sampai bantuan dari pusat tiba.
bantuan payung udara sptnya dari Upg (dan PNK?). punya tugas yg sama pula. menahan selama 3 hari dan memastikan keamanan bantuan yg berlayar dari P.Jawa.
saya perkirakan dengan pakai LPD kita skr, paling gk butuh 4 hari untuk bantuan tiba (1 hr assembly, 2.5-3 hr sea time asumsi speed 17 knot). itu kalau mau kirim pasukan darat/marinir. kalau hanya KRI saya gk tau. tapi haqqul yakin gak mungkin 1 hari sudah tiba.
skenario lebih buruk bisa terjadi bila ternyata kapal selam musuh diam2 menghindari muncul di ambalat tetapi lsg menunggu untuk pencegatan di laut Jawa antara P.Jawa dan Kalimantan.
yg bro Kazmi buat spt apa ya?
hahaha.. kayaknya gw emang gk sabaran buat nunggu diposting disini nih! :D
thanks beforehands
Jane's Fleet Command
Bro Kazmi,
INi Jane's Fleet Command bisa dibeli umum kah??
Kok kyknya sama kayak fleet commander yah..
209 Kita Bisa Menangkap Posisi Scorpene Terlebih Dahulu
Bro, saya mau tanya kok bisa U209 kita yg jelas lebih kuno dapat menetahui posisi mereka terlebih dahulu...
Mungkinkah di skenario nyata terjadi...
Dan juga, kurang memungkinkan kalo kita dapat melakukan CAP karena AU Malaysia jauh lebih unggul... Bisa2 pesawat F16 kita dihajar oleh BVR mereka yang diluncurkan dari FA18 & SU30 mereka.
Mohon Pencerahannya :)
T209 memang kuno, tapi
T209 memang kuno, tapi entah kenapa, dalam kondisi tertentu, mereka bisa lebih unggul terhadap kapal selam generasi terbaru (mis. Scorpene). Kondisi tertentu ini tidak bisa diungkapkan di sini.
Mengenai CAP, dalam simulasi ini diasumsikan bahwa kita sudah memiliki 6 SU-27SK untuk AAW dan 4 SU-30MK/MKM untuk ASUW/STK. Kesemuanya mengusung R-27 / AA-10 Alamo yang merupakan rudal AAM yg BVR, sehingga CAP tersebut dapat terselenggara.
Keunggulan lainnya, Ambalat lebih dekat ke Tarakan ketimbang ke Labuan, sehingga pesawat2 kita dapat bereaksi lebih cepat & responsif. Secara keekonomian, bahan bakar yg diperlukan juga relatif lebih sedikit karena dekatnya jarak, ketimbang Labuan-Ambalat.
Oww..
Oww.. kalo begitu kita tak usah membeli Kilo...
Perbanyak aja U209, jadi 1 squadron = 12 unit..
Murah kan
:o
Hahah
Bukan Begitu :)
Bukan begitu logikanya bro.
Justru "kondisi tertentu" itu tidak bisa didapat setiap saat :D
Makanya, Kilo tetap diperlukan.
Kendalanya, kelas Kilo memang secara dimensi lebih besar sih ya. Untuk peperangan di laut dangkal, sepertinya lebih mudah terdeteksi sonar lawan ketimbang kelas2 teri sekelas T209 ;)
Hmm...
Oiya, tapi kan jumlah pesawat yg bisa membawa BVR kita cuma 6, sedangkan Malaysia punya 18 + skuadron Hornet...
Bukannya berati mereka bisa merontokan pesawat2 kita ketika lepas landas dari wilayah mereka sendiri?
Labuan-Ambalat
Belum Bro. Dari Labuan itu masih sangat jauh ke Ambalat. Mereka baru mulai bisa nembak pesawat2 kita yg sedang CAP di sekitar Tarakan-Ambalat setelah kira2 mereka berada di atas Nunukan.
Skadron Hornet mereka cuman berisi 8 pesawat, dan dari bocoran dalam, tidak semuanya operasional kok ;)
Rudalnya juga sekelas AIM-7 Sparrow (ada juga yg bilang sudah pake AMRAAM)
Mig-29 mereka juga memiliki kemampuan BVR, tapi kemampuan operasionalnya juga dipertanyakan.
Jadi, yg lengkap memang 18 Su-30MKM ini. Ini yg mesti kita antisipasi dari sekarang :D
Owhhh...
Memang seberapa yakin kita bisa menghabisi semua SU30 mereka yang tercanggih di bumi Asia ini :o
SUkhoi kita masih standar, radar mereka juga jauh lebih canggih, bahkan dari India sekalipun... Jangkauan radar mereka lebih jauh juga, kalopun sampe face-face kita bakal kalah kan?
Memangnya brp unit BVR yang kita punya saat ini?? Hehehe... Penasaran nih..
Sukhoi vs Sukhoi
Makanya, dalam simulasi ini, diasumsikan seluruh pesanan kedua negara ini sudah tiba & operasional :)
Kalo dalam kondisi sekarang (hari ini), ya jelas kita tidak mempunyai rudal yg memiliki jangkauan BVR, kecuali 2 Su-27SK & 2 Su-30MK di Skadron 11 seandainya mereka memang sudah dipersenjatai :D
Mengenai kemampuan, Su-30 mereka tidak terlalu berbeda jauh lah dibanding punya kita. Memang ada beberapa keunggulan, tapi selisih dari kemampuan itu tidak terlalu signifikan & tidak menutup kemungkinan bahwa mereka dapat kita jatuhkan. Lagipula, pesawatnya masih sejenis / satu famili.
Lha wong F-5 saja bisa menjatuhkan F-16 :D
Apatah lagi pesawat sejenis dengan pesawat sejenis...hehehe
F5 Menjatuhkan F16D
Yang bener bro F5 menjatuhkan F16D...
F16 Sing kan bisa bawa AMRAAM, F5 kita cuma bawa roket mini... wkwkwkw
Apakah itu karena F16Dnya lagi kehabisan munisi ato sekedar adu dog fight kah??
Ini pas lat Sing-Indo yah?
Bagi2 bro ceritanya spy bisa menenangkan hati... hahhwhhwa
Bukan
F-5 menjatuhkan F-16 itu dalam latihan di beberapa negara. Selalu ada sesi latihan dimana pesawat dengan spesifikasi di bawah harus bisa menjatuhkan pesawat dengan spesifikasi di atasnya. Saya yakin, latihan ini dilakukan hampir di AU semua negara :)
Anda sebagai orang yang mengerti banyak tentang BVR segala macam seharusnya mengerti pula pola latihan di matra udara.
Kembali ke misi awal TANDEF, justru kita memang mengakui kekurangan yang ada pada sistem pertahanan kita sehingga kita menginginkan agar masyarakat aware dengan segenap masalah yang ada. Sistem pertahanan kita ini meninggalkan banyak sekali bolong2 dan pe-er yang harus dibenahi oleh setiap komponen bangsa yang peduli.
Sekali lagi, justru berawal dari banyak skenario simulasi itu lah, saya selama bertahun2 ini mengurut dada & berprihatin terhadap kemampuan pertahanan kita. Hasil simulasi secara detail memang tidak ditampilkan di sini karena memang hasilnya tidak menyenangkan, dan di situs ini memang saya batasi hanya kepada hasil2 yang masih menyisakan harapan.
Owh...
Hmmm...
Tapi gmn mau membangun negara kalo peluangnya kecil...
Selain itu masih adanya rasialisme di negara kita..
yang selalu mempunyai kesempatan justru orang2 brenxseK...
Liat aja DPR/MPR, anggotanya byk yg nafsu tinggi, mangambil keuntungan sendiri, lagi rapat bisa cekakak cekikik kyk anak SD... Padahal badan udah segede bagong..
Anjir, bikin malu... ga punya seriusnya sama sekali...
Bedain sma Cina, yg salah satu menterinya ga sengaja ketiduran... hari berikutnya langsung mengundurkan diri... Punya rasa malu...
Ga kyk anggota dewan rakyat kita...
Disamping itu, keliatan pas ada produk blackberry yg punya teknologi canggih anti sadap, kata importirnya langsung laku dipesan anggota DPR...
MAKIN MUAK GW SAMA MEREKA...
Kenapa ga dikudeta aja menteri2 kyk gitu, diabisin aja pake petrus...
Mathe aje deh yg kyk gitu...
Emosional Sekali :)
Sepertinya Mas Spectre emosional sekali. Dalam menghadapi permasalahan bangsa yg multidimensional dan sedemikian pelik, kepala dingin harus diutamakan. Penanggulangan berbagai masalah itu juga tidak bisa dilakukan secara instant dengan kekerasan, main tembak sana sini, tapi harus dengan suatu metoda perbaikan yang tertata secara konsisten, sistematis dan terukur.
Percayalah, kita di TANDEF ini sangat prihatin dengan berbagai permasalahan bangsa seperti itu. Oleh karena itu, marilah berperan & melakukan perbaikan di lingkungan masing2 sesuai kapasitas & kapabilitas kita, jangan terhenti pada sekedar wacana semata.
XD hahah
Muak aja sama yg kyk gituan, maklum dulu pas SMU sering diceritain hal2 politik sama guru PPKN saya, sampe udah 4-5 tahun masih ga ubah2. Banyak yang pikirannya seperti ditiban beban berton2 =D
Bikin emosi...
Tapi, usul saya dicari cara supaya orang2 yang peduli juga bisa berkontribusi, ga cuma di pihak tertentu doank... =D
Terutama, pihak rasialisma harus lebih dihilangkan lagi, suapaya lebih banyak etnis2 lain yang mempunyai itikat baik bisa mendapatkan posisi yang sesuai, bukan di situ terus.
BVR
Sekedar tambahan, kalo nanti Sukhoi2 kita ini sudah lengkap, yg bisa BVR itu 10, bukan 6 lho Bro. Su-27 maupun Su-30 sama2 bisa membawa R-27.
mohon izin
maaf bang..
saya siswa Tn angk 17,,,
udah mau lulusan
apa simulator ini terbuka u/ umum
maksudnya untuk kalangan biasa juga
soalnya saya tertarik sekali
kalo boleh didownload
bagaimana caranya
sebelumya terima kasih banyak atas perhatiannya,,,
Rencana JFC sebagai Mainan Wajib di SMA TN
Donny,
Untuk sementara memang tidak bisa didownload karena kita memang tidak menguploadnya ke internet.
Kalau Donny dan adik2 TN17 berminat, nanti kita akan pertimbangkan untuk mengirimkan softwarenya ke SMA TN ya Dik.
Mungkin nanti bisa melalui jalur resmi, sehingga diharapkan Jane's Fleet Command ini dapat menjadi semacam mainan wajib di SMA TN dalam rangka meningkatkan kondisi melek pertahanan di sana.
Malah kita harapkan penggunaan game simulasi ini bisa diintegrasikan dengan kurikulum Bela Negara yang memang sudah ada di SMA TN.
Tunggu saja untuk finalisasinya ya Dik.
U209 Lebih UNggul Dari Scorpene
Bro Kazmi,
Bisa tolong dijelaskan, bagaimana mungkin U209 yang lebih kuno bisa mengetahui keberadaan Scorpene lebih dulu?
Selain itu,
Kenapa posisinya tidak diganti, Indonesia/Singapore v. Malaysia?
Menurut saya simulasi ini sedikit bias, karena jika Malaysia v Singapore, armada tempur Singapore di Changi bisa banyak yang hancur karena dihajar oleh Astrosnya Malaysia.
Mohon Pencerahannya :)
Astros
Setuju. Dan Indonesia vs Singapore, Indonesia vs Malaysia pun sudah saya simulasikan sebagaimana saya sudah jelaskan di komen2 saya di atas.
Benar, Changi bener2 berada dalam jarak jangkauan Astros kalau Astros diposisikan di sekitar penghujung semenanjung itu. Jarak jangkauan Astros memang cukup signifikan, dan lebih baik daripada RM-17 Grad milik Marinir TNI AL kita. Seharusnya kita mulai sekarang mengusulkan kepada Pemerintah untuk memperbanyak MLRS berjangkauan menengah semacam Astros ini sebagai penggetar strategis terbatas.
Tertarik nich
Boss,Saya cuma ingin tahu tentang kemampuan F-18 Malaysia yang disettingkan ke simulasi tersebut..siapa tahu berbeda dengan yg saya dapat waktu main2 di Butterworth sebulan silam...
F/A-18D TUDM
Dalam simulasi ini, saya mengasumsikan F/A-18D TUDM mengusung persenjataan sbb:
1) Untuk tugas AAW (Anti Air Warfare):
a. M61 Vulcan 20mm: 570 peluru
b. AIM-9 Sidewinder: 4 rudal
c. AIM-7 Sparrow: 2 rudal
2) Untuk tugas ASUW (Anti Surface Warfare):
a. M61 Vulcan 20mm: 570 peluru
b. AIM-9 Sidewinder: 2 rudal
c. AGM-84D Harpoon: 2 rudal
Angka di atas hanya estimasi minimum (karena saya tidak melakukan perhitungan lebih jauh untuk bobot tiap rudal berbanding dengan daya angkut F/A-18D). Jadi angka di atas adalah angka paling aman yang saya ambil terkait kapasitas angkut senjata pesawat ybs, dan bukan tidak mungkin bahwa dalam kenyataan mungkin saja TUDM mengusung lebih banyak senjata lagi, misalnya saja untuk multitask:
a. M61 Vulcan 20mm: 570 peluru
b. AIM-9 Sidewinder: 2 rudal
c. AIM-7 Sparrow: 2 rudal
d. AGM-84D Harpoon: 2 rudal
(someone then has to calcucalte the weight of above armaments and check whether it is safe for the aircraft to load so much :D)
salam kenal....
Om@kazmi, salam kenal. Saya rasa simulasi yang anda lakukan sangat bagus. Gitu aja deh, saya nggak mau banyak komentar. Turut menyimak diskusinya saja... :)
Re -Jangan Meremehkan Singapura
Bos kalau simulasi perang dgn Singapore meski Singapore dengan peralatan militer yang modern dan kuat sementara alautsista mereka bertebaran di seantero dunia maka untuk mengumpulkan alutsista mereka agar menjadi satu memerlukan waktu,
Fungsikan intelijen kita sebaik mungkin seperti jaman LBM dan laukan sabotase dllnya, Indonesia gak perlu meratifikasi dan ikut serta menandatangani pelarangan pemakaian bom curah sehingga bom curah bisa dipakek saat melakukan serangan ke SG dengan segala keterbatasan yang kita miliki.
Taruh semua ALUTSISTA andalan TNI - AD yang penuh heroik spt S60 / TD 2.000 kita di pinggir BATAM dan diarahkan ke Singapore, semua senjata yang nyampek Singapura dan bisa ditembakan dari Batam di kumpulin di Batam dan bareng2 di tembakan secara bersama sama ke Singapura tentunya akan merepotkan Tentara Singapura, entah Meriam Bambu dllnya wakakaka sambil ngakak Boss biar gak setres
Bom curah kalau nyampai Singapuran dan bisa membanjiri Changi juga akan berakibat Fatal bagi Pesawat Singapura untuk take off dan landing juga selain itu bom, tembakan meriam bisa menghajar jalan jalan Tol di Singapura maka pesawat mereka gak sempat take off utk sampai Indonesia.
Untuk mengantisipasi laut sebarkan berpuluh dabhkan baratus ribu ranjau laut utk menghadang kapal SG yang siap masuk wilayah RI.
Saran buat pejabat Indonesia yg hobby berunding dgn SOFT POWER please deh jangan ikut menandatangani dan meratifikasi peggunaan Bom Curah, juga Ranjau laut, kita masih sangat sangat memerlukan itu semua utk menjaga keamanan dan kedaulatan Wilayah NKRI tercinta
Sekedar ikut ngobrol, kalau masih cetek analisa petani ini bisa ditambahin Juragan
Salam dari belantara Borneo
boss link ke ikastaranya gak
boss link ke ikastaranya gak bisa dibuka
posting yg lengkapnya disini dong..
thanks
Uji Alutsista
Terimakasih atas masukannya walaupun anonymous. Alangkah baiknya bila masukan dapat kami terima beserta identitasnya, minimal nama ataupun nickname.
1) Mengenai situs forum Ikastara, sepertinya memang ada masalah teknis di servernya :)
2) Semua simulasi tidak bisa dikatakan aneh, karena simulasi selalu memiliki tujuan. Selama simulasi itu bisa memenuhi tujuan yang ingin dicapai, maka simulasi itu memiliki nilai.
Dalam halnya simulasi Indonesia+Malaysia vs Singapura ini, tujuan yang ingin dicapai adalah bagaimana perimbangan alutisista ketiga negara ini. Secara military balance, maka Indonesia & Malaysia memiliki kekuatan yang hampir berimbang satu sama lain. Sedangkan Singapura memiliki kekuatan yang mengungguli Indonesia maupun Malaysia, dari sudut pandang alutsista. Secara sosial budaya, Indonesia & Malaysia memiliki kedekatan yg lebih dibanding dengan Singapura. Dalam kaitannya dengan potensi konflik, maka bisa dibentuk suatu skenario yang demikian, dimana Indonesia & Malaysia berada di satu pihak melawan Singapura di pihak lain. Entah apa penyebab konflik tsb, kita bisa melakukan penjabarannya secara tersendiri.
Sekedar informasi, formasi lain (Indonesia vs Malaysia, Malaysia vs Singapura, Indonesia vs Australia, Indonesia vs AS, Indonesia vs RRC) juga dapat disimulasikan dengan mudah. Mengenai platform simulasi yang digunakan, akan saya bahas terpisah di situs ini juga.
Ga mungkin kyknya...
kyknya klo Indonesia lwn Sin dbntu sma Mas kyknya ga mgkin..
1. Skrg aja byk selisih ttg hak paten.gmana mau akur buat bantuin perang.
2. Setau saya Mas dan Sin ada sejarah yang sama,hubungannya dengan penjajahnya.
Gmana klo simulasinya Indonesia dikepung Austalia,Malaysia,dan Singapura..mgkin lebh seru dan realistis
Dapat Disimulasikan
Yang jelas, skenario bagaimanapun (Indonesia dikepung Australia, Malaysia & Singapura, atau Indonesia vs Australia, Indonesia vs Malaysia, Indonesia vs Singapura, bahkan Indonesia vs Filipina) yg dikehendaki, dapat diujicobakan dalam simulasi ini.
Yang jelas, kalau Indonesia dikepung Australia, Malaysia & Singapura, pada tahap serangan pembuka, hasilnya dapat dengan mudah diketahui bahkan tanpa simulasi sekalipun :)
hmm.... seru jg niy...
bro, ngomong2 simulasi bisa didownload dimana atau klo ga dimasukin disitus ini, jadi kita bisa nyoba2 simulasi jg.. btw klo kta vs australi, kira2 sapa yg menang ya?? btw kan radar kita blum nyakup smua wilayah udara RI, klo hornet aust, masuk dr blkg, dari aust trus ke arah christmas island, langsung menuju jakarta.. kira2 bakal kedeteksi ga ya.. trus masalahnya airbase pswt tmpur kita kan cuma dimadiun, pkanbaru sama makassar... jd khawatir..