Stinger, Igla, dan Strela

khaidar's picture

Oleh M. Abdullah Khaidar, ST., Kepala Divisi Publikasi Internet TANDEF

Pada mulanya, aksi militan Afghanistan dalam melawan tentara pendudukan dari Uni Sovyet bersifat fatalistik. Baru kemudian, setelah ada bantuan dari Amerika lewat Saudi Arabia dan Pakistan terutama adanya suplai senjata misil anti udara, aksi perlawanan berlangsung secara efektif. Tahun-tahun pertama pendudukan, udara Afghanistan praktis dikuasai Uni Sovyet. Namun, kira2 enam tahun berikutnya, Sovyet mengalami kerugian besar di udara setelah banyak helikopternya ditembak jatuh oleh para militan. Salah satu senjata yg berperan besar menjatuhkan helikopter2 tsb adalah rudal Stinger.

Rusia juga mempunyai senjata yg ekuivalen dengan Stinger, yaitu Igla. Senjata ini, diperkirakan digunakan oleh militan Irak dalam melawan pendudukan Amrik saat ini.Selain Igla, senjata misil anti udara yg disuplai ke Irak adalah Strela. Rudal-rudal inilah yg diduga mengakibatkan jatuhnya sembilan helikopter AS selama tahun 2007 ini. Selain ringan dibawa, senjata anti udara ini juga mudah dioperasikan dan terbukti efektif utk menjatuhkan helikopter. Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya, senjata-senjata ini menjadi andalan untuk menjatuhkan helikopter yg harganya bisa mencapai lebih dari 10 juta dollar. Sedangkan harga rata2 senjata ini berkisar sekitar 100 ribu dollar. Memang harganya lumayan mahal, namun jatuhnya sebuah helikopter tentu mempunyai daya publikasi yang lebih besar dibandingkan dengan hancurnya sebuah tank atau kendaraan lapis baja lainnya.

Original Source