Strategi Pertahanan Wilayah Perbatasan Indonesia

moharifwidarto's picture

Oleh: Moh Arif Widarto, SE., Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF

Media Indonesia 14/11/2008 menurunkan editorial berjudul "Ambalat yang Terancam". Media Indonesia menulis bahwa TNI AL mengerahkan enam kapal perang ke perairan Ambalat di Kalimantan Timur.

Ambalat memang menjadi wilayah yang disengketakan oleh Malaysia dan Indonesia. Bahkan, pada 2005 sempat terjadi ketegangan di wilayah itu karena Angkatan Laut Indonesia dan Malaysia sama-sama dalam keadaan siap tempur. .

Indonesia, sebagai negara ASEAN yang memiliki wilayah paling luas tidak memiliki ambisi teritorial untuk mencaplok wilayah negara lain. Hal tersebut sangat berbeda dengan negara tetangga kita, Malaysia, yang tidak pernah berhenti untuk memperluas wilayahnya. Usaha itu di antaranya dengan mengakuisisi pulau-pulau dalam sengketa dan memindah-mindah patok perbatasan darat seperti yang dilakukan oleh Malaysia terhadap Indonesia di mana titik-titik perbatasan darat Indonesia - Malaysia di Pulau Kalimantan selalu digeser oleh Malaysia. Akibat dari aktivitas ilegal Malaysia itu wilayah kita semakin sempit sementara wilayah Malaysia semakin luas. Perkembangan terakhir dalam konsep strategi maritim Malaysia (dengan membangun setidaknya tiga pangkalan laut besar di Teluk Sepanggar, Sandakan dan Tawau) menunjukkan bahwa mereka semakin serius “mengarah ke timur” alias ke perairan antara Kalimantan dan Sulawesi.

Ambisi teritorial Malaysia tidak hanya dilakukan terhadap Indonesia. Kisah sukses Malaysia dalam merebut Pulau Sipadan dan Ligitan dengan cara membangun kedua pulau tersebut saat ini sedang diterapkan oleh Malaysia di Kepulauan Spratley yang menjadi sengketa banyak negara (a.l. Malaysia, China, Vietnam, Philipina) juga dibangun oleh Malaysia. Indonesia yang menjunjung kejujuran dan menganggap bahwa wilayah dalam sengketa tidak boleh dibangun justru dikalahkan oleh hakim-hakim Mahkamah Internasional yang menganggap bahwa pemilik pulau adalah pihak yang peduli dengan wilayahnya. Bukti kepedulian adalah dengan melakukan pembangunan di wilayah tersebut. Mungkinkah Malaysia akan mengulang suksesnya di Sipada dan Ligitan dalam kasus Kepualauan Sprateley?

Indonesia Harus Tegas

Dalam menyikapi gerak langkah negara lain dalam memperluas wilayahnya Indonesia harus tegas. Kita tidak boleh lagi kehilangan sejengkal pun wilayah kita, apa pun ongkosnya. Terjaganya luas wilayah Indonesia merupakan wujud dari kedaulatan kita sehingga kita harus mempertahankan dengan cara apa pun. Pemerintah Indonesia dan negara tetangga boleh sepakat untuk menyelesaikan sengketa perbatasan melalui perundingan. Hal tersebut merupakan hal yang baik. Akan tetapi, kita tidak boleh percaya begitu saja kepada negara tetangga kita. Apalagi untuk Negara tetangga kita yang pandai mengkomunikasikan pesan damai ke dunia internasional. Padahal, di tataran teknis mereka berbeda sama sekali. Patok-patok perbatasan di Kalimantan selalu digeser. Kayu di hutan kita pun dicurinya. Sayangnya, para pemimpin kita seakan-akan tidak peduli dengan hal-hal tersebut.

Strategi Pertahanan Wilayah

Upaya untuk mempertahankan wilayah Indonesia merupakan tanggung jawab kita semua. Selama ini kita mungkin memandang bahwa penanggung jawab upaya mempertahankan kedaulatan wilayah RI adalah TNI. Hal tersebut tidak tepat. Kita semua bertanggung jawab untuk membantu negara dalam mempertahankan kedaulatan wilayah RI. Kerja sama dan sinergi antar instansi pemerintah, pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, pemerintah dengan swasta, dan pemerintah dengan masyarakat harus diperkuat.

Kita harus menyusun strategi pertahanan wilayah perbatasan. Apabila perlu, kita harus menyusun sebuah undang-undang khusus untuk itu. Apabila terpilih menjadi anggota dewan nanti, saya akan memprakarsai hal tersebut. Adapun beberapa pokok strategi yang dapat dilakukan dalam mempertahankan kedaulatan wilayah kita antara lain:

Pemetaan Kembali Titik-Titik Perbatasan Indonesia

Pemetaan kembali titik-titik perbatasan wilayah Indonesia harus dilakukan. Hasil pemetaan baru tersebut harus dibandingkan dengan pemetaan yang pernah dilakukan sebelumnya. Koordinat titik-titik perbatasan sangat penting untuk kita inventarisir dan dimasukkan dalam sebuah undang-undang mengenai perbatasan wilayah Indonesia. Apabila perlu, daripada konstitusi diubah-ubanh hanya untuk keperluan rebutan kekuasaan, masukkan klausul mengenai titik-titik perbatasan tersebut dalam UUD.

Bangun Jalan (Prioritaskan Pembangunan) di Sepanjang Perbatasan Darat

Pandangan kita mengenai perbatasan sebagai wilayah terpencil harus kita ubah. Mulai saat ini kita harus memandang perbatasan sebagai wilayah strategis. Strategis untuk mempertahankan wilayah kita. Dari perspektif eksternal, wilayah atau kota-kota/kabupaten di daerah perbatasan adalah "etalase" NKRI. Artinya, kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah tersebut akan menjadi "nilai jual" positif bagi diplomasi internasional Indonesia. Sebaliknya, keterbelakangan atau kelambanan ekonomi di daerah-daerah itu akan menjadi makanan empuk bagi pihak-pihak asing yang berkepentingan untuk melemahkan kredibilitas RI di dunia internasional. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah yang memiliki wilayah perbatasan darat dengan negara tetangga seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur dan Papua harus memprioritaskan pembangunan prasarana jalan di sepanjang perbatasan. Jalan tersebut dihubungkan ke pusat kota atau pusat pemukiman terdekat. Tujuan pembangunan jalan tersebut adalah untuk merangsang pembangunan kota atau pemukiman baru di dekat perbatasan. Kelak, sarana transportasi darat itulah media "perkuatan" ketahanan ekonomi (juga sosial budaya) di daerah-daerah tersebut.

Bangun Wilayah Baru di Dekat Perbatasan

Setelah di sepanjang perbatasan dibangun jalan yang terhubung ke pusat kota atau pusat pemukiman terdekat, pemerintah daerah diharuskan membangun wilayah baru di dekat perbatasan. Pembangunan untuk perluasan kota yang sudah mapan harus dihambat dan masyarakat dirangsang untuk mengembangkan wilayah baru. Untuk melakukan hal tersebut, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus menyusun konsep pengembangan wilayah perbatasan secara komprehensif agar wilayah baru yang dibentuk dapat hidup baik secara ekonomi maupun sosial.

Selain itu, wilayah baru yang dibangun sebaiknya diarahkan untuk memiliki spesialsisasi. Misalnya, ada blok khusus jeruk Pontianak, blok khusus kebun aren, blok khusus sawah padi, dll. untuk merangsang masuknya investasi bisnis pendukung di sana.

Pembangunan Pangkalan Militer di Dekat Perbatasan

Saat ini kita melihat gelaran pasukan TNI kita kurang memadai untuk melakukan upaya menjaga perbatasan negara. Gelaran pasukan justru diletakkan di wilayah-wilayah padat penduduk yang sudah terbangun. Gelaran pasukan seperti ini harus diubah. Batalyon-batalyon yang berada di wilayah "aman" dari gangguan luar sepantasnya direlokasi ke wilayah perbatasan. Apalagi, urusan keamanan dan ketertiban saat ini sudah menjadi tanggung jawab kepolisian. Jelas ini tidak mudah dan akan membutuhkan „effort“ tidak sedikit. Namun, terbukti ini cukup efektif di perbatasan RI-Papua Nugini. Bukan karena angkatan perang PNG „lebih kecil“ dibanding TNI (juga Malaysia), namun penggelaran kekuatan militer akan menghambat „perilaku mencuri“ negara lain karena konflik senjata (apabila terjadi kontak senjata) relatif lebih sulit diselesaikan sehingga negara manapun cenderung menghindari kontak senjata.

Galakkan Kembali Transmigrasi

Program transmigrasi yang dulu gencar dilaksanakan pada era Orde Baru harus digalakkan kembali. Transmigran diarahkan untuk mendiami wilayah-wilayah baru yang dibentuk di dekat perbatasan. Saya yakin, apabila infrastruktur transportasi dan komunikasi disiapkan, banyak penduduk dari wilayah-wilayah padat yang bersedia bertransmigrasi.

Pemberian Insentif Pajak

Agar pengusaha dan perbankan mau masuk, pemerintah perlu memberikan insentif pajak bagi pengusaha yang mau berinvestasi di wialayah baru tersebut.

Pilih Pemimpin yang Kuat dan Tegas

Pemimpin yang kuat dan tegas sangat penting. Terlepas dari segala kekurangan yang dituduhkan, kita pernah memiliki dua sosok pemimpin yang tegas sehingga dihormati kawan dan disegani lawan. Kedua pemimpin yang kuat dan tegas itu adalah Soekarno dan Soeharto. Pada saat kedua orang itu memimpin, tidak ada yang berani melecehkan negara kita. Akan tetapi, setelah berganti pemimpin, negara kita menjadi bulan-bulanan pelecehan terutama oleh Malaysia dan kadang-kadang Singapura.

Perkuat Diplomasi Internasional

Diplomasi internasional tidak semata-mata menyampaikan pendapat atau pembelaan di forum-forum internasional. Diplomasi ini bersifat multidimensional. Kita harus aktif mensosialisasikan kebijakan pembangunan NKRI beserta hasil-hasilnya. Dunia pariwisata kita harus proaktif “memasarkan” produk-produk wisata di wilayah-wilayah perbatasan itu kepada negara-negara terdekat (misalnya potensi wisata Kalimantan ke Malaysia, Sumatera ke Singapura, Sulawesi ke Filipina, Papua dan Nusa Tenggara ke Australia, dst). Secara geografis, kedekatan produk wisata itu ke negara yang berbatasan dengannya akan menghasilkan “wisata murah”, namun masuknya wisatawan asing ke daerah-daerah tersebut akan memberi akselerasi pembangunan dan perputaran uang yang tidak sedikit. Konsekuensinya, aset wisata di daerah-daerah tersebut harus dibangun dan dibenahi terlebih dahulu. Sekali lagi, ini dapat dimanfaatkan sebagai “selling point” kita di mata internasional.

Pembangunan Sistem Pendidikan yang Nasionalis

Dunia pendidikan kita juga harus membangun sebuah konsep pendidikan yang menanamkan secara kuat nasionalisme dan patriotisme masyarakat di perbatasan, sehingga mereka tidak mudah tersusupi ideologi-ideologi dan paham-paham yang membahayakan keutuhan NKRI (infiltrasi ideologi dan budaya adalah bentuk “invasi” yang efektif untuk meruntuhkan sebuah negara dari dalam. Ingat kisah runtuhnya Uni Sovyet).

Demikian pokok-pokok strategi yang dapat saya utarakan. Tentu saja pokok-pokok strategi di atas masih perlu dikaji dan disempurnakan. Setelah itu, mari kita turunkan strategi tersebut ke bumi. Jangan sampai dokumen strategi hanyan menjadi dokumen yang menumpuk di lemari tanpa pernah dilaksanakan.

hasan0972's picture

strategi hebat...

Mantap bang !!!
Dengan perekonomian dan kesejahteraan yang baik masyarakat di sekitar perbatasan, mereka akan menjadi komponen cadangan dan pendukung pertahanan yang sempurna. Basic needed yang terpenuhi baik akan membuat mereka semakin cinta Indonesia. Masyarakat di sekitar perbatasan dapat digunakan sebagai agen intelijen yang akan melaporkan setiap pelanggaran wilayah perbatasan. Potensi wilayah di sekitar perbatasan yang terbina baik akan mudah digunakan oleh komponen utama pertahanan jika sewaktu-waktu diperlukan.
Kondisi infrastruktur yang baik di wilayah perbatasan akan memudahkan TNI melaksanakan operasi perbatasan terutama dalam hal evakuasi, dislokasi pasukan dan logistik.
Pemahaman tentang konsep pertahanan di perbatasan semacam ini harus dimiliki oleh para wakil rakyat di pusat dan daerah serta para pemimpin nasional dan lokal. Dengan demikian diharapkan disamping kedaulatan NKRI di perbatasan dapat dilindungi, kesejahteraan rakyat setempat akan meningkat, juga pasukan TNI yang bertugas dapat bekerja dengan baik.

Sekali lagi mantap !!!

moharifwidarto's picture

Terimakasih

Terimakasih atas "mantapnya". Setelah hampir dua tahun barulah hal ini saya tanggapi :)

Menurut saya, kebijakan pembangunan wilayah perbatasan ini tidak dapat dibebankan di pundak daerah. Pusatlah yang harus memangku kebijakan dan bebannya karena bidang pertahanan saya kira kewenangannya ada di pusat, bukan di daerah.

Moh Arif Widarto
http://moharifwidarto.com

sundoro_agung's picture

Hambatan yang mungkin ada

Saya setuju sekali dengan poin-poin yang disampaikan abang. Sebenarnya selama ini sudah ada langkah-langkah yang diambil. Seperti pemetaan titik-titik perbatasan, ini dilaksanakan oleh direktorat topografi TNI AD. Namun masih ada kendala misalnya kondisi geografis yang sulit untuk mencapai titik perbatasan di lapangan. Termasuk dalam hal pengamanan wilayah perbatasan. Saya pernah ikut serta dengan Pasukan Pengaman perbatasan di wilayah Kalimantan. Kendala yang ada terbentur pada kondisi geografis tsb. Bergunung-gunung dan hutan lebat yang sulit ditembus melalui darat. Termasuk patroli pasukan juga sulit mencapai titik perbatasan (patok-patok). Hanya dengan helikopter lah kesulitan dan hambatan ini bisa diatasi. Kemudian memang pembangunan wilayah di perbatasan masih sangat minim, belum ada perhatian khusus dari pemerintah. Masih banyak masyarakat kita di perbatasan Kalimantan yang harus menyeberang ke Malaysia untuk mencari nafkah. Karena pusat perekonomian rata-rata di kota Malaysia yang berada di sekitar perbatasan, sehingga roda ekonomi kota Indonesia dekat perbatasan sangat tergantung dari negara tetangga. Ironis memang. Mari kita sama-sama mengamankan wilayah Indonesia. Sejengkal tanah harus kita pertahankan sampai titik darah penghabisan.

moharifwidarto's picture

Hambatan dari sisi Malaysia

Apakah kendala geografis tersebut hanya dimiliki oleh Indonesia? Bagaimana dengan Malaysia?

Apabila Malaysia memiliki kendala geografis yang sama maka kita perlu angkat topi dengan negara jiran kita itu karena mereka memiliki beberapa langkah di depan kita dalam hal membangun di sekitar wilayah perbatasan. Paling tidak dari sisi infrastrukturnya.

Moh Arif Widarto
http://moharifwidarto.com

Pelaksanaan : Operasi, paling pokok atau pokok'e, bisa operasi?

Nitip satu Bang, ya... Kalo nanti bisa terlibat dalam pengambilan keputusan dalam lingkup dan bidang yang korelatif..

PRIORITAS DANA DUKUNGAN OPERASI TEPAT WAKTU, TEPAT GUNA-TEPAT SASARAN, TEPAT JUMLAH

Abstraksi : Operasi pengamanan perbatasan (Ambalat, Kaltim)yang diprogramkan oleh Mabes TNI, dilaksanakan oleh jajaran TNI sampai pada level paling bawah, pelaksana di lapangan, sepanjang tahun, setiap bulan, memerlukan dana yang tidak sedikit. Katakanlah saya batasi untuk dukopsnya saja, perhitungan indeks beberapa kebutuhan per kepala per hari selama sepanjang tahun menampilkan angka yang besar.

***

Masalah dana memang menjadi bagian yang teragendakan secara strategis terprogramkan namun apakah pelaksanaan programnya (teknisnya) ideal dalam koridor waktu, sasaran-penggunaan, dan jumlah? In fact, setiap kegiatan sekecil apapun, pembiayaan pasti melekat, dan menjadi point paling penting untuk dipelajari dalam setiap perencanaan kegiatan.

Terlebih untuk suatu kegiatan yang bertajuk operasi, such a must on time, kegiatan harus berjalan sesuai program, masalah pendanaan dalam konteks apapun (POACnya), being such a must juga.

Salam

moharifwidarto's picture

Konsekuensi Memiliki Wilayah Yang Luas

Sebenarnya agak melenceng sedikit dari topik perbatasan darat. Akan tetapi karena masih membicarakan perihal perbatasan, baiklah mari kita diskusikan.

Wilayah NKRI yang sangat luas memang membutuhkan tidak sedikit dana untuk operasi pengamanannya. Saya kira semua komponen bangsa memang harus mampu secara bijak memperhatikan dan mempertimbangkan apa yang DS titipkan itu.

Moh Arif Widarto
http://moharifwidarto.com

NKRI harga mati......

Pernah suatu saat saya melakukan pemetaan geologi untuk mencari bahan tambang batubara di daerah Nunukan Kaltim....wilayah Konsesi Pertambangan di peta pada GPS masuk wilayah Indonesia dan dicocokan pada peta sebenarnya pun masih dalam wilayah Indonesia, namun pada prakteknya dilapangan daerah yang menjadi wilayah Konsesi Pertambangan ini yg notabene surat ijin nya dikeluarkan resmi oleh dinas pertambangan berwenang setempat, ternyata masuk wilayah Malaysia. Patok perbatasan sudah digeser Malaysia masuk menjorok ke wilayah Indonesia.Padahal disitu banyak kandungan sumber daya alam terutama batubara...Kami bahkan sempet ditodong senapan oleh askar Malaysia perbatasan. Kami sempet bersitegang beradu pendapat dengan mereka, secara peta koordinat di peta sebenarnya dan peta di GPS yang notabene standar Internasional mengenai batas - batas negara. Beruntung ada prajurit TNI yang sedang patroli menengahi. Kedua tentara dua negara pun berdebat mengenai batas negara, setelah dicapai kata sepakat kedua rombongan patroli pun kembali ke kamp masing - masing. Kami pun diberi pengarahan supaya berhati - hati dekat perbatasan.
Diperbatasan sana kami prihatin juga melihat kesejahteraan anggota yang minim ransum maupun logistik, banyak dari anggota TNI yang berburu kehutan sekedar mencari tambahan lauk pauk...
Apapun itu saya salut terhadap TNI kita....bravo buat TNI.

moharifwidarto's picture

Satu bukti patok digeser

Terimakasih atas informasinya. Pengalaman di atas menjadi satu bukti bahwa penggeseran patok-patok perbatasan oleh Malaysia bukan merupakan isapan jempol. Saya kira Jakarta sudah lama tahu mengenai hal tersebut. Sayangnya, mereka tidak berbuat apa pun. NKRI harga mati, sejengkal tanah pun harus kita pertahankan, apalagi ratusan ribu atau jutaan hektar!

Moh Arif Widarto
http://moharifwidarto.com

memperdayakan komponen bangsa

setuju sekali dengan apa yang disampaikan,strategi tersebut bisa diwujudkan dengan 1.Memprdayakan semua komponen bangsa yang harus sinergi dan berkesinambungan.
2.Ketegasan seorang pemimpin akan menentukan kebijakan kebijakan tersebut akan berpengaruh besar terhadap pelaksanaan dilapangan.
3.Anggaran yang ada belum bisa terpenuhi secara maksimal sehingga terjadi hambatan dalam pelaksanaannya.
4.Buat aturan yang jelas tentang batas wilyah dengan negara - negara yang berbatasan langsung dengan bangsa Indonesia.
demikian bang komentar saya,berharap sekali saya mendapatkan masukan dari abang tentang konsep keamana wilayah perbatasan.terimakasih.