Analysis

salim's picture

Perspektif Keamanan di Kawasan ASEAN dan Campur Tangan Negara Besar

Oleh: Mayor Laut (P) Salim, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF

“Berbagai analisa tentang kondisi Kawasan Asia-Pasifik menunjukkan bahwa track perkembangannya cenderung belum memiliki arah yang jelas. Penyebabnya adalah peranan Amerika Serikat di kawasan ini. Sampai pada suatu level yang cukup signifikan, AS masih menjadi pemain utama arah kelanjutan peradaban Asia-Pasifik.”

salim's picture

Kerawanan Pertahanan di Kawasan Perairan Arafuru

Oleh: Mayor Laut (P) Salim, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF

“Pertahanan Nasional Indonesia harus mempergunakan, mendasarkan pertahanan itu betul-betul atas segenap konstelasi dan karakteristik dari natie Indonesia sendiri.” (Ir. Soekarno, Presiden RI-1)

Tindak kekerasan senjata yang menonjol khususnya dari aspek keamanan maritim, seperti perampokan di perairan Somalia maupun aksi terorisme di Bombai India, yang menggunakan laut sebagai media operasinya. Karena itu, laut masih sangat rawan terhadap aksi tindak kekerasan, tindak pidana maupun kejahatan lainnya.

noorpramadi's picture

Palapa Ring Menghubungkan 33 Provinsi, 460 Kabupaten dan 440 Kota, serta Bermanfaat untuk Pertahanan NKRI

Oleh : Kol Lek Noor Pramadi, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF

Perjalanan sejarah bidang komunikasi di Indonesia mengalami lompatan, dimulai pada tahun 1967  stasiun bumi intelsat di Jatiluhur dioperasikan PT. Indosat diresmikan untuk hubungan telekomunikasi antara Indonesia dengan dunia internasional. Pada tahun 1976-1999 Palapa A1 satelit telekomunikasi domestik diluncurkan ke GSO, dan telah dilakukan 10 (sepuluh) kali peluncuran satelit milik Indonesia.  Operatornya Perum Telekomunikasi (Sekarang PT. Telekomunikasi Indonesia).   Seluruh Indonesia dapat dijangkau oleh  siaran TVRI maupun jasa telekomunikasi domestik. Badan swasta mulai diijinkan untuk mengoperasikan satelit.  Operator satelit di Indonesia PT. Telkom, PT. Satelindo, PT. Pasifik Satelit Nusantara dan PT. Media Citra Indostar.

Oke's picture

Mewujudkan “Indonesian Army” Masa Depan, Perlukah TNI-AD Berubah? : Suatu Kajian Dalam Menghadapi Tantangan Jaman

Oleh: Lettu Arm Oke Kistiyanto Kasi-2/Ops Yonarmed-7/105 GS 

“Sebagai bagian dari TNI, tugas pokok TNI AD adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara” (UU no 34 Tahun 2004 tentang TNI)

Mengapa harus berubah?

Memenuhi apa yang telah diamanatkan dalam UU no 34 tahun 2004, merupakan tugas yang sangat berat yang harus diemban oleh organisasi TNI AD ke depan. Mengingat dinamika ancaman terhadap bangsa yang selalu berubah dari waktu ke waktu serta penugasan-penugasan baru yang membawa kepentingan Negara baik itu di dalam negeri maupun luar negeri, TNI AD harus dapat menjadi organisasi yang dinamis, siap berubah untuk beradaptasi dengan perubahan jaman.

kazmi's picture

Pertempuran Surabaya dan Pertahanan Negara

Oleh: Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Direktur Eksekutif TANDEF

Secara militer, tidak dapat dipungkiri bahwa Pertempuran Surabaya 10 Nopember 1945 merupakan sebuah kekalahan bagi Republik Indonesia pada masa itu. Besarnya jumlah korban di pihak TKR, gerilyawan maupun penduduk sipil, serta tercapainya tujuan Sekutu untuk melakukan kontrol administrasi terhadap Surabaya merupakan salah satu buktinya. Bercermin kepada apa yang diteorikan oleh ahli strategi termasyhur, Carl von Clausewitz dalam bukunya “On War” bahwa “war is an act of violence to compel the enemy to fulfil our will” (perang merupakan tindakan kekerasan untuk memaksa musuh tunduk kepada keinginan kita), maka jelas bahwa kemudian Inggris lah yang berhasil memaksakan kehendaknya kepada kita (yakni kehendak untuk melakukan kontrol administrasi, antara lain dengan pelucutan senjata terhadap kekuatan militer Indonesia), sedangkan kita tidak berhasil memaksakan kehendak kita kepada mereka (yaitu kehendak untuk mempertahankan Surabaya untuk tetap dalam kontrol kita).

noorpramadi's picture

Membangun Sistem Deteksi Pesawat Untuk Mengimbangi Perkembangan Teknologi Penerbangan

Oleh : Kolonel Lek Noor Pramadi

I1

Gambar 1, Lockheed-Martin F-35 Lightning II Joint Strike Fighter (Advanced Concepts Stealth Technology). - Klik untuk memperbesar gambar

Teknologi penerbangan/pesawat udara telah berkembang dengan sangat cepat mengarah  kepada Radar cross section/RCS reductions (memperkecil penampang pantul pada badan pesawat) dengan fokus tiga hal yaitu airfoil, material dan avionics dalam rangka mengurangi kemungkinan dideteksi oleh Radar pertahanan udara.

jkginting's picture

Anggaran Pertahanan, Akuisisi Alutsista dan Keselamatan Penerbangan

Oleh: Mayor Tek J.K.Ginting, MMgtStud, qtc, CPPM, MAIPM, Kepala Dinas Pemeliharaan Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja

Latar Belakang

Meski belum berakhir, sudah dapat dipastikan tahun 2009 adalah annus horribilis bagi TNI menyusul serangkaian kecelakaan pesawat milik TNI. Yang terakhir adalah jatuhnya pesawat Nomad TNI AL di Kalimantan Timur 7 September lalu, setelah sebelumnya helikopter SA-330 Puma H-3306 jatuh 12 Juni 2009 di Bogor. Helikopter NBO-105 Bolkow TNI AD jatuh di Cianjur, satu setengah bulan setelah jatuhnya Hercules C-130 TNI AU A-1325 pada tanggal 20 Mei lalu di Magetan. Sebelumnya lagi, pesawat Fokker F-27 A-2702 jatuh di hanggar Aircraft Service (ACS) milik PT.DI Bandung tanggal 6 April. Ini masih diselingi dengan pendaratan darurat pesawat Hercules A-1302 di Wamena pada tanggal 11 Mei yang menyebabkan badan pesawat mengalami kerusakan serius. Enam kejadian beruntun ini menyibakkan sebuah masalah yang amat sangat serius yang saat ini sedang dihadapi oleh TNI serta mempertegas fakta bahwa terdapat sebuah “kegagalan” sistemik dalam pengelolaan alutsista TNI. Sebuah kenyataan yang tidak perlu lagi (dan tidak bijaksana) ditutup-tutupi dengan alasan apapun.

salim's picture

Sail Bunaken 2009: Slogan, Seremonial ataukah Tonggak Kejayaan Bangsa Maritim?

Oleh: Mayor Laut (P) Salim, Komandan KRI Untung Suropati - 872, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF

"Geopolitical Destiny dari Indonesia adalah maritim," kalimat tersebut diucapkan oleh Bung Karno pada saat pembukaan Lemhanas tahun 1965. Bung Karno sering mengulangi istilah Jasmerah yang juga sepadan dengan ucapan seorang filsuf India Santayana, yang menyatakan bahwa “mereka yang lupa akan masa lalu atau sejarah akan dikutuk untuk mengulanginya lagi”.

Kejayaan Nusantara sebagai bangsa maritim pada masa lampau diperoleh karena kemampuan mereka membaca dan mengimplementasikan potensi yang mereka miliki. Ketajaman visi dan kesadaran terhadap posisi strategis Nusantara telah membawa negara ini disegani oleh negara-negara lain pada eranya.

kazmi's picture

Menjelang 64 Tahun Indonesia Merdeka & 1 Tahun Berdirinya TANDEF

Oleh: Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Direktur Eksekutif TANDEF

1. Latar Belakang Berdirinya TANDEF

Keprihatinan terhadap Minimnya Anggaran Pertahanan dalam Iklim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Dalam beberapa tahun terakhir, secara ekonomi, Indonesia telah melakukan pencapaian-pencapaian yang luar biasa. Pada tahun 2008, terhitung sejak Indonesia merdeka, untuk pertama kalinya APBN mencapai angka lebih dari Rp 1.000 trilyun. Pertumbuhan ekonomi pun selama beberapa tahun terakhir menunjukkan percepatan. Setelah dihantam krisis ekonomi global akhir 2008 pun, pertumbuhan ekonomi kita masih dapat bertahan di angka lebih dari 4%, sementara Malaysia dan Singapura mengalami pertumbuhan minus.

krisna's picture

Globalisasi: Kemajuan Jaman atau Sebuah Scenario Planning?

Oleh: Letkol Laut (K) dr.Wiweka, Kadiskes Lantamal XI - Merauke, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF

Perkembangan dunia dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan yang begitu cepat, seakan-akan manusia tidak dapat mengejar laju perkembangan dunianya sendiri walau dengan berlari kencang sekalipun. Salah satu perkembangan yang berakibat sangat dominan saat ini adalah Globalisasi, dimana globalisasi seakan-akan membuat dunia menjadi tanpa batas, tanpa negara dan mungkin tanpa pemimpin, karena setiap orang dapat berbuat apa saja dan mengetahui apa saja dalam sekejap mata.

Syndicate content