Strategy

kazmi's picture

Benarkah Indonesia Tidak Butuh Main Battle Tank (MBT)?

Oleh: Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Direktur Eksekutif TANDEF

Sebagaimana diberitakan di berbagai media massa nasional, baru-baru ini Komisi I DPR menolak rencana Pemerintah untuk membeli 100 unit MBT ( Main Battle Tank) jenis Leopard 2A6 bekas pakai Belanda. Ada dua alasan yang paling mengemuka di balik penolakan itu, yakni kondisi geografis dan perencanaan pengadaan.

Benarkah Indonesia tidak butuh MBT?

Mereka yang Menolak

Sejenak penulis teringat kisruh pengadaan pesawat latih serang ringan EMB-314 Super Tucano medio 2010 lalu. Pengadaan pesawat ini walaupun akhirnya kemudian dapat digolkan, namun pada awalnya sempat mendapat penentangan keras dari DPR. Ada yang memprotes sambil membandingkannya dengan jet fighter.

Gedeadi's picture

Pembentukan Satuan Artileri Medan Komposit di Daerah Perbatasan Demi Mendukung Tugas Pokok TNI AD

Oleh: Lettu Arm Gde Adhy Surya M,SI.Pem (Danraipur Budhi Yonarmed 6-76/Tarik Dam VII/Wrb)

Dikotomi kekuatan pertahanan Negara-negara di dunia pasca Perang Dunia II menjadi sangat transparan disebabkan oleh semakin berkembangnya ilmupengetahuan dan teknologi di berbagai bidang, termasuk juga di bidang kemiliteran. Dominasi Pakta Pertahanan [1] dalam pembentukan kebijakan pertahanan membawa pengaruh yang cukup signifikan bagi Negara-negara Dunia ketiga yang notabene sangat bergantung dalam hal persenjataan kepada sebagian besar Negara anggota Pakta Pertahanan.

Oke's picture

Transformasi Doktrin Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (SISHANRATA)


“Doktrin Sishanrata Generasi Kedua : Pertahanan Perbatasan Dengan Kondisi Modern”

Relevansi, Implikasi dan Aplikasinya dalam Strategi Militer dan Doktrin Angkatan

Oleh: Kapten Arm Oke Kistiyanto, Pasiops Kodim 0502/Jakarta Utara Kodam Jaya

Pengembangan Doktrin

Doktrin merupakan pelajaran dan pengalaman berharga dari peperangan sebelumnya yang dilakukan oleh bangsa sendiri atau bangsa lain, merefleksikan keadaan perang dan konflik di masa kini serta merupakan antisipasi dari perkembangan intelektual dan teknologi di masa yang akan datang.

Deidy Aprias Sahri's picture

Implication of Indonesian Military Leadership at Civil Society in Indonesia

By: Ltc Inf Deidy Aprias Sahri, SH., Wa Asops Dam Jaya

"I consider it to be the duty of any one who sees a flaw in the plant not to hesitate to stay so..and I have no sympathy with anyone, whatever his station, who will not brook criticism. We are here to get the best possible result."[1]
(Dwight D. Eisenhower)

1. Introduction
The globalization effect, advance of technology, economic and social crisis, and continuously earthquake for present has give a stability influence to the politic, social, economy, and security to Indonesia. These effects bring Indonesia to instability and sensitivity on violence in any sectors and result in disintegration of nation. How this can happen?

Signifikansi Kebutuhan Fasilitas Pendukung Kapal Selam

Oleh: Kapten Laut (P) Heri Oktavian, Kadiv Komunikasi KRI Cakra-401

1. Umum

Dalam rangka meningkatkan kesiapan operasional kapal selam TNI AL baik yang terkait dengan kesiapan material maupun personel, dibutuhkan fasilitas pendukung yang memadai dan memenuhi standar minimal kebutuhan pangkalan induk bagi satuan operasional. Dengan jumlah unsur kapal selam TNI AL yang sangat minim saat ini dan dengan jumlah awak yang telah melebihi DSP, maka merupakan hal yang sulit bagi satuan pengguna untuk mempertahankan kesiapan dan tingkat profesionalisme prajurit dan Alutsista pada kondisi yang prima. Hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi kemampuan TNI AL dalam mewujudlkan daya tangkal di kawasan regional, mengingat kapal selam merupakan salah satu Alutsista strategis yang dimiliki oleh TNI AL. Dengan minimnya jam layar yang dimiliki oleh para prajurit pengawak kapal selam dapat berdampak negatif pada skill, kemampuan perorangan, naluri tempur dan rasa percaya diri prajurit dalam mengawaki kapal selam.

salim's picture

66 Tahun Merdeka, Kemana Visi Maritim dalam Sistem Pertahanan Negara Kepulauan?

Oleh: Mayor Laut (P) Salim, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF


“Bila laut merupakan sendi kehidupan berbangsa dan bernegara maka laut adalah “nyawa”, lantas mampukah kita menyelamatkan nyawa kita di udara, permukaan dan dasar laut negara ini?”

Beberapa pesawat tempur asing berhasil menerobos ke ruang udara Indonesia tanpa terdeteksi secara benar dan akurat baik posisi maupun heading-nya, bahkan nyaris pendeteksian pesawat tempur tersebut sudah memasuki jantung pertahanan NKRI. Suatu hari pukul 12.00 WITA di tahun 2009 beberapa saat terdengar suara pesawat tempur meraung-raung di udara Selat Makasar, bangsa ini terbelalak tidak mengetahui dari mana pesawat itu terbang dan dari mana pesawat tempur itu berasal. Pada permukaan laut, saat ini berapa puluh bahkan ratusan nelayan asing menjarah kekayaan laut Indonesia, mampukah kita mengetahui dan mengamankan kekayaan laut kita seutuhnya?

Deidy Aprias Sahri's picture

Integrasi Sistem Kendali, Akurasi dan Visualisasi pada Senjata Merupakan Sistem Persenjataan yang Ideal di Satuan Infanteri

(Upaya kecil menyikapi keinginan Presiden SBY dalam mengintegrasikan dan memodernisasikan Alutsista TNI)

Oleh: Letkol Inf Deidy Aprias Sahri, SH., Waasops Kasdam Jaya

1. Pendahuluan

“Karena itu janganlah anda mengulangi taktik yang sudah pernah membawa kemenangan, tetapi ubahlah taktik sesuai dengan keadaan.”
(Sun Tzu)

Fenomena perkembangan teknologi di dunia saat ini sangat membawa perubahan mendasar bagi perkembangan strategi kemiliteran didunia. Perubahan signifikan terjadi pada dunia kemiliteran yang berkaitan dengan perkembangan jenis-jenis senjata sehingga mampu merubah strategi dan taktik yang selama ini digunakan bahkan merubah doktrin-doktrin yang selama ini sangat diyakini oleh beberapa negara yang mengandalkan kemampuan perlawanan secara massal dalam merebut dan mempertahankan suatu wilayah.

noorpramadi's picture

“Missile Defense Strategy” yang Terabaikan

Oleh : Kol Lek Noor Pramadi, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF

Korea Utara diyakini oleh banyak negara telah memiliki lebih dari 800 peluru kendali balistik, termasuk peluru kendali jarak jauh yang suatu hari nanti dapat menembak sasaran-sasaran di Amerika Serikat. Negara komunis ini pertama kali memperoleh rudal-rudal taktis dari Uni Soviet pada awal 1969. Namun, rudal-rudal Scud yang pertama dilaporkan datang melalui Mesir pada 1976. Kairo memasok peluru kendali Scud B kepada Pyongyang dengan imbalan berupa bantuan melawan Israel dalam Perang Yom Kippur 1973.

Beberapa jenis peluru kendali jarak pendek yang dimiliki Korea Utara dan paling akurat tembakan sekaligus jarak tembaknya adalah KN-02, dengan jangkauan 100 kilometer. Rudal jenis ini dalam tahap uji coba dan dipersiapkan untuk menghancurkan instalasi militer Korea Selatan. Rudal Scud B dengan jarak tembak 300 kilometer, Scud C (500 kilometer), dan Scud D (700 kilometer). Ketiga jenis peluru kendali itu sudah diujicoba dan ditempatkan pada posisi operasional.

ageng's picture

Meningkatkan Fungsi “Teritorial” TNI dalam Peran Pasukan Perdamaian PBB

Oleh: Lettu Pnb Ageng Wahyudi, Pasiops Yonmek GARUDA XXIII-E UNIFIL

Pendahuluan

Politik bebas aktif Negara Republik Indonesia yang merupakan penjabaran dari amanat konstitusi yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yaitu “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”, menghendaki peran serta aktif bangsa ini dalam merespon setiap kejanggalan yang menyangkut masalah perdamaian di muka bumi ini. Peran ini terasa sangat penting di tengah perkembangan dunia yang mulai beralih dari sistem bipolar semenjak selesainya perang dingin menjadi monopolar yang sedikit banyak akan berpengaruh kepada terwujudnya perdamaian abadi di muka bumi ini.

Oke's picture

Transformasi Badan Intelijen Negara (BIN) dalam Rangka Mewaspadai Aksi Subversi Menjelang Proses Peralihan Kekuasaan 2014

Oleh: Kapten Arm Oke Kistiyanto, Danrai A Yonarmed-7 /105 GS Kodam Jaya

"Di suatu masa krisis yang berkepanjangan, seorang putri berhiaskan kemewahan berjalan dengan penuh keluguan diantara para lelaki mata keranjang. Dia pintar, smart, kaya dan terhormat namun sayangnya dia tidak sadar betapa banyak serigala kelaparan yang mengincar dirinya."

“Sebuah ilustrasi”

Perkembangan dunia dewasa ini telah memunculkan kutub-kutub baru dari negara berkembang, seperti China dan India, yang nantinya bakal menyaingi para negara maju dalam bidang ekonomi. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi Amerika saat ini, sang negara superpower yang tadinya menjadi the economic number one diprediksi oleh banyak pengamat akan mundur dari puncak tangga setelah beberapa tahun terakhir ini menghabiskan biaya sangat besar dalam rangka cost berbagai operasi sebagai polisi dunia yang dilaksanakan diberbagai belahan dunia seperti di Irak, Afghanistan maupun Libya.

Syndicate content