Strategy

harry haryadi's picture

Carding

Oleh: Kompol Harry Haryadi SIk, M.Hum, Wakapolresta Binjai, Anggota Dewan Pertimbangan TANDEF

Latar Belakang

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan dampak yang sangat positif bagi peradaban umat manusia. Salah satu fenomena abad modern yang sampai saat ini masih terus berkembang dengan pesat adalah internet yang kemudian sangat mengubah cara manusia dalam berkomunikasi dan bersosialisasi baik lewat email maupun jejaring sosial seperti Facebook yang saat ini tengah booming. Bahkan aktifitas ekonomi seperti beriklan dan menjual produk lewat internet terbukti sangatlah efektif dan ekonomis karena vendor atau penjual tidak perlu menghabiskan uang sampai jutaan atau milyaran rupiah untuk membuka toko, menyediakan peralatan kantor atau menyewa para pekerja dalam menjual produknya, tapi cukup dengan membuka situs yang diawaki oleh seorang operator. Bayangkan pengiritan yang bisa dilakukan oleh para pelaku bisnis dengan melakukan cara ini.

gs_bhakti's picture

Haruskah Mengkambinghitamkan Intelijen ?

Oleh: Mayor (Inf) Agus Bhakti, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF

Beberapa waktu lalu kita begitu dikejutkan dengan terjadinya kembali ledakan bom pada tanggal 17 Juli 2009 secara hampir bersamaan di Hotel Marriott dan Ritz Carlton. Kejadian ini begitu mengejutkan karena selain telah menewaskan 9 orang dan melukai 52 orang lainnya, tercatat bahwa terjadinya teror bom terakhir adalah + 4 tahun yang lalu pada tanggal 31 Desember 2005 di Palu yang menewaskan 8 orang dan melukai sedikitnya 45 orang. Kurun waktu yang cukup lama mengingat 4 tahun dalam kondisi yang relatif aman dibandingkan kurun waktu tahun 2000 s/d 2005 yang marak dengan teror bom. Reaksipun bermunculan, dari mulai yang bersimpati kepada korban, kebencian yang mendalam terhadap teroris, solidaritas nasional untuk memerangi terorisme sampai dengan "pengkambinghitaman" individu maupun institusi.

krisna's picture

Memahami Perencanaan Skenario (Scenario Planning)

Oleh: Letkol Laut (K) dr.Wiweka, Kadiskes Lantamal XI - Merauke, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF

Saya tertarik untuk mengulas sedikit tentang scenario planning, karena dengan memahami dan membuat suatu skenario, kita dapat dengan mudah untuk membuat suatu strategi yang jitu. Awalnya, scenario planning memang digunakan oleh militer, akan tetapi di dalam perkembangannya, ilmu ini dipakai dalam segala bidang. Seandainya ilmu ini betul-betul diterapkan di Indonesia, saya berkeyakinan bahwa kita akan menjadi negara yang kuat, karena kita dapat mencegah terjadinya skenario buruk dengan strategi-strategi yang jitu.

salim's picture

Peranan Instrumen Militer dalam Kekuatan Negara

Oleh: Mayor Laut (P) Salim, Komandan KRI Untung Suropati, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF

“Dari Sabang sampai Merauke, empat perkataan ini bukanlah sekadar satu rangkaian kata ilmu bumi. Dari Sabang sampai Merauke bukanlah sekadar menggambarkan satu geografische begrip. Dari Sabang sampai Merauke bukanlah sekadar satu geographical entity. Ia adalah merupakan satu kesatuan kebangsaan. Ia adalah satu national entity. Ia adalah satu kesatuan kenegaraan, satu entity yang bulat kuat. Ia adalah satu kesatuan tekad, satu kesatuan ideologi, satu ideological entity yang amat dinamis. Ia adalah satu kesatuan cita-cita sosial yang hidup laksana api unggun, satu entity of social consciousness like a burning fire. Oleh karena itu, tugas menegakkan kedaulatan bangsa adalah peran dari seluruh komponen bangsa.” (Pidato Presiden Soekarno HUT RI tahun 1963)

Pertanyaan yang timbul dari alinea di atas adalah apakah negara kita mempunyai visi yang tepat dan efektif saat ini dan di masa yang akan datang untuk mempertahankan kedaulatan bangsa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu kita? Pertanyaan ini menstimulir kita untuk mampu menggali dan memahami kekuatan nasional. Konflik perbatasan telah menjadi isu nasional, yang kini menjadi bahan pembicaraan tukang becak sampai penguasa istana. Semuanya turut berkomentar, namun apakah hasilnya?

Oke's picture

Rudal Jarak Menengah Sebagai Alternatif Solusi Konflik dengan Negara Tetangga

Oleh: Lettu (Art) Oke Kistiyanto

Pengembangan kekuatan yang mungkin saat ini (tiga tahun ke depan) hendaknya lebih difokuskan pada peningkatan deterrence effect kepada negara-negara tetangga. Negara tentunya tidaklah mungkin dapat meningkatkan kekuatan pertahanannya secara instant dan signifikan dalam waktu yang sesingkat ini karena upaya tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bayangkan pembelian satu pesawat tempur atau satu kapal perang yang mutakhir saja memakan biaya yang lumayan besar sehingga minimum essential force bagi AU dan AL akan sulit tercapai dalam tiga tahun ini.

kazmi's picture

Memenangi Sengketa Ambalat Tanpa Perang

Oleh: Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Direktur Eksekutif TANDEF

Beberapa pekan terakhir setelah pupus dari pemberitaan sejak 2005, Ambalat kembali hadir di layar-layar televisi, di halaman-halaman koran, dalam obrolan di warung-warung kopi, di kantor-kantor, di desa dan kota di seluruh penjuru tanah air. Perhatian publik kembali tertuju ke Ambalat, sebuah wilayah laut yang tak jauh dari Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Rasa kebangsaan kita bangkit setelah melihat bagaimana kedaulatan kita di sana dilecehkan oleh tentara negara sebelah. Dalam pekan lalu saja, tercatat terjadi beberapa kali pelanggaran. KD Baung milik Tentera Laut Diraja Malaysia terpaksa harus diusir KRI Hasanuddin pada tanggal 24 Mei, KD Yu dihalau KRI Untung Suropati pada tanggal 25 Mei, KD Baung memprovokasi KRI Untung Suropati dengan manuver zigzag kecepatan tinggi pada tanggal 30 Mei. Belum lagi, pelanggaran wilayah udara oleh pesawat-pesawat militer & polisi Malaysia.

AyahAkram's picture

Rantai Besi Jaringan Persahabatan-Definisi Organisasi Sosial Yang Produktif

Oleh: Kapten (Inf) Rizal Ashwam, BS., UNIFIL

Perjalanan hidup yang menarik tentu dipenuhi dengan dinamika tantangan dan hambatan dalam menggapai cita-cita keberhasilan. Sehingga, setiap waktu kita dituntut untuk memberikan kemampuan pikir dan tenaga dalam memecahkan setiap permasalahan maupun dalam memanfaatkan peluang. Setiap insan pasti menyadari bahwa keberhasilan tak akan tergapai dengan hanya perjuangan yang individualis. Akan sangat melelahkan untuk berusaha menangani semua beban dalam satu pundak. Kita membutuhkan sahabat yang dapat dipercaya, kita membutuhkan saudara yang ikhlas, kita membutuhkan kawan yang bijaksana, kita membutuhkan teman yang jujur dan kita membutuhkan rekan yang dapat menyayangi. Kita dilahirkan dengan bakat dan kemampuan masing-masing, akan tetapi, hati, emosi dan daya pikir ini tak akan pernah mampu untuk selalu bisa kita kendalikan. Untuk itu, kita akan selalu membutuhkan nasehat, kita akan selalu membutuhkan tenaga tambahan, kita akan selalu membutuhkan dorongan semangat dan kita akan selalu membutuhkan kasih sayang.

AFP's picture

Bicara Safety - Capabilities Demands Model

Oleh: Mayor (Pnb) Andy F. Picaulima, Skadron Udara 8 Atang Senjaya

Beberapa hari ini kita sering melihat kecelakaan-kecelakaan pada pesawat terbang baik dalam maupun luar negeri,militer maupun sipil. Tak terhitung berapa nyawa dan kerabat kita ikut menjadi korban dalam sebuah kecelakaan pesawat. Kali ini izinkan saya berbagi salah satu safety model (di luar Swiss Cheese Model milik Prof.James Reason yang juga digunakan) yang diberi nama “capabilities demands model”. Sebuah sistem safety yang diadopsi oleh TNI AU (saya belum tahu untuk instansi lainnya) dari negeri tetangga kita Singapura karena negeri Singa tersebut dianggap mampu mencapai zero accident setelah 30 tahun melakukan “Trial and Error” pada sistem safety AU mereka. (Lihat Gambar)

harry haryadi's picture

Quick Win (Percepatan Keberhasilan)

Oleh: Kompol Harry Haryadi SIk, M.Hum, Wakapolresta Binjai, Kontributor TANDEF

Secara singkat dapat saya gambarkan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia mengacu pada TAP MPR RI No. VI/MPR/2000 tentang Pemisahan TNI dan POLRI serta TAP MPR RI No. VII/MPR/2000 Peran TNI dan Peran POLRI dimana dijelaskan bahwa Polri adalah :

1. Alat negara yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang Kepolisian.

2. Alat negara yang melaksanakan pemeliharaan KEAMANAN DALAM NEGERI.

3. Berkedudukan langsung di bawah PRESIDEN dimana KAPOLRI diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR.

jputranto's picture

Total Defense vs People's War

Oleh: Letkol (Inf) Joko Putranto; Pamen Kodam I/Bukit Barisan, sedang tugas belajar di Naval Postgraduate School (NPS), Monterey, AS, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF

Kali ini, saya akan fokus pada satu atau dua poin saja, yaitu pertama, tentang Sishanta yang sering dipahami sebagai "total defense" atau "total people's defense", dan kedua, saya akan membantah pandangan bahwa perang gerilya adalah perang yang murah meriah. Saya menulis ini dengan gaya warung kopian saja, biar rileks dan kaki bisa diangkat di atas meja.

Ada perbedaan konseptual dalam memahami Sishanta. Kita inginnya mengimplementasikan Sishanta tapi saat ini belum ada bukti empiris yang mendukung bahwa kita sedang melaksanakan Sishanta, tapi bukti yang ada justru kita sedang bergerak ke arah apa yang dikatakan sebagai People’s War / Perang Rakyat. Mari kita elaborasi hal ini lagi untuk menghilangkan kerancuan antara Sishanta dan Perang Rakyat (lihat: China People's War, J.L.Girling, Taylor Francis, 2008).

Syndicate content