Oleh M. Abdullah Khaidar, ST., Kepala Divisi Publikasi Internet TANDEF
Pada mulanya, aksi militan Afghanistan dalam melawan tentara pendudukan dari Uni Sovyet bersifat fatalistik. Baru kemudian, setelah ada bantuan dari Amerika lewat Saudi Arabia dan Pakistan terutama adanya suplai senjata misil anti udara, aksi perlawanan berlangsung secara efektif. Tahun-tahun pertama pendudukan, udara Afghanistan praktis dikuasai Uni Sovyet. Namun, kira2 enam tahun berikutnya, Sovyet mengalami kerugian besar di udara setelah banyak helikopternya ditembak jatuh oleh para militan. Salah satu senjata yg berperan besar menjatuhkan helikopter2 tsb adalah rudal Stinger.
Rusia juga mempunyai senjata yg ekuivalen dengan Stinger, yaitu Igla. Senjata ini, diperkirakan digunakan oleh militan Irak dalam melawan pendudukan Amrik saat ini.Selain Igla, senjata misil anti udara yg disuplai ke Irak adalah Strela. Rudal-rudal inilah yg diduga
Recent comments
4 hours 13 min ago
4 hours 18 min ago
1 day 20 hours ago
2 days 11 hours ago
5 days 9 hours ago
5 days 12 hours ago
1 week 3 min ago
1 week 9 hours ago
1 week 10 hours ago
1 week 10 hours ago