"Hendaknya perjuangan kita harus kita dasarkan pada kesucian. Dengan demikian, perjuangan lalu merupakan perjuangan antara jahat melawan suci. Kami percaya bahwa perjuangan yang suci itu senantiasa mendapat pertolongan dari Tuhan.
Apabila perjuangan kita sudah berdasarkan atas kesucian, maka perjuangan ini pun akan berwujud perjuangan antara kekuatan lahir melawan kekuatan bathin. Dan kita percaya kekuatan bathin inilah yang akan menang. Sebab, jikalau perjuangan kita tidak suci, perjuangan ini hanya akan berupa perjuangan jahat melawan tidak suci, dan perjuangan lahir melawan lahir juga, tentu akhirnya si kuat yang akan menang.
Telah diakui oleh beberapa pemimpin perjuangan di berbagai tempat, bahwa kemunduran dan kekalahan yang diderita oleh barisan yang berjuang itu adalah manakala anggota-anggota barisan tadi mulai tidak suci lagi dalam perjuangannya dan rusuh dalam tingkah laku dan perbuatannya."
(Pidato Pertama Panglima Besar Jenderal Soedirman setelah pelantikannya sebagai Panglima Besar TKR, 25 Mei 1946)


Memang tidak mudah untuk
Memang tidak mudah untuk memutuskan suatu kebijakan, dimana terdapat dualisme yang mengandung kepentingan yang berbeda.tetapi yang harus dilakukan sekarang adalah (dimana ini adalah suatu hal yang sudah semestinya ) yaitu dengan menghormati perjanjian tersebut dengan segala konsekuensinya, termasuk terganggunya transportasi udara Batam-Natuna. caranya adalah dengan tidak melewati jalur tersebut.jika memaksa melewati daerah itu, maka tentara Singapura akan menembak pesawat kita, yang tentunya mereka sudah kasih warning sebelumnya. memang jika dibandingkan dengan biaya operasional (terutama fuel consumption) akan sedikit lebih mahal dari sebelumnya..tapi setidaknya tidak ada accident konyol dikarenakan pesawat kita jatuh ditembak tentara singapura karena melewati daerah batas perjanjian tersebut..-))